Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dari Tanah Bugis ke Kairo: Tudang Sipulung Merawat Persaudaraan Diaspora Indonesia

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 61
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAIRO, NULONDALO.COM – Jauh dari tanah air, kerinduan terhadap kampung halaman sering kali hadir melalui hal-hal sederhana. Mulai dari percakapan dengan sesama perantau, cerita tentang keluarga, ingatan pada tradisi, hingga kebiasaan berkumpul yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Suasana itulah yang terasa dalam Silaturahmi Tudang Sipulung yang mempertemukan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (FEB UNUSIA), Ikatan Alumni dan Keluarga As’adiyah (IKAKAS) Mesir, serta Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Mesir, Jumat (30/10/2026).

Bertempat di Sekretariat IKAKAS Mesir, Hay Sabi, Kairo, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang berada ribuan kilometer dari kampung halaman, Tudang Sipulung menjadi ruang untuk merawat ikatan persaudaraan, mempertemukan pengalaman, sekaligus menjaga ingatan kolektif tentang identitas budaya.

Tudang Sipulung sendiri merupakan tradisi masyarakat Bugis-Makassar yang secara sederhana berarti duduk bersama. Namun, maknanya jauh melampaui aktivitas berkumpul. Di dalamnya terdapat semangat musyawarah, kesetaraan, keterbukaan, dan kesediaan untuk saling mendengarkan.

Nilai-nilai tersebut terasa relevan bagi komunitas diaspora yang hidup dalam lingkungan sosial dan budaya berbeda. Sebab, merantau bukan hanya tentang menempuh pendidikan atau mencari pengalaman baru, melainkan juga tentang bagaimana seseorang tetap terhubung dengan akar kebudayaannya.

Direktur PKUMI, Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., melihat Tudang Sipulung sebagai tradisi yang memiliki kedekatan dengan nilai-nilai persaudaraan dalam Islam.

Baginya, pendidikan kader ulama tidak boleh berhenti pada penguasaan ilmu agama. Seorang kader ulama juga dituntut memiliki kepekaan sosial, kemampuan membangun hubungan kemanusiaan, serta kesanggupan merawat persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.

“Pendidikan kader ulama tidak hanya membangun kedalaman ilmu agama, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan merawat persaudaraan. Tudang Sipulung memperlihatkan bagaimana tradisi lokal Indonesia dapat menjadi kekuatan dalam membangun solidaritas umat di tingkat internasional,” ungkap Ahmad Thib Raya.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa tradisi lokal bukan sesuatu yang harus ditinggalkan ketika seseorang melangkah ke ruang pergaulan global. Sebaliknya, kearifan lokal dapat menjadi jembatan untuk membangun komunikasi dan solidaritas lintas komunitas.

Kearifan Lokal sebagai Modal Sosial

Dekan FEB UNUSIA, Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., mengajak peserta melihat Tudang Sipulung dari perspektif sosial dan ekonomi.

Ia menguraikan tiga nilai penting dalam kebudayaan Bugis-Makassar, yakni sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghormati), dan sipakainge (saling mengingatkan).

Ketiganya bukan sekadar ungkapan filosofis, melainkan prinsip yang dapat menjadi fondasi kehidupan bersama. Dalam komunitas diaspora, nilai tersebut dapat diterjemahkan menjadi sikap saling membantu, membangun kepercayaan, menghargai perbedaan, dan mengembangkan tanggung jawab kolektif.

“Tudang Sipulung bukan sekadar duduk bersama, melainkan ruang membangun kesetaraan, kepercayaan, dan tanggung jawab kolektif. Dalam perspektif ekonomi, nilai tersebut merupakan modal sosial yang memperkuat tata kelola komunitas, kemandirian, dan kesejahteraan diaspora,” jelas Aras.

Ia juga mengingatkan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program PkM Internasional PKUMI–FEB UNUSIA. Sebelumnya, kedua lembaga tersebut telah memberikan pembekalan adaptasi sosial budaya, tata kelola keuangan, dan transaksi internasional kepada 54 mahasiswa Indonesia di Kairo.

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas mahasiswa agar tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, tetapi juga memiliki bekal untuk menjalani kehidupan sosial dan ekonomi secara lebih mandiri.

Menjaga Ikatan di Tengah Jarak

Bagi keluarga besar As’adiyah di Mesir, pertemuan semacam ini memiliki arti tersendiri. Jarak geografis yang memisahkan mereka dari tanah kelahiran tidak seharusnya memutus hubungan kekeluargaan dan tradisi keilmuan yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup.

Ketua IKAKAS Mesir, Muh. Nurul Muqaffi, menegaskan pentingnya menjaga ikatan tersebut agar nilai keilmuan, akhlak, dan kebersamaan tetap hidup di tengah komunitas perantauan.

“Silaturahmi ini menjadi wadah mempererat persaudaraan alumni dan keluarga As’adiyah. Kami berharap nilai keilmuan, akhlak, dan kebersamaan terus hidup meskipun berada jauh dari tanah air,” ujarnya.

Semangat serupa disampaikan Punggawa KKS Mesir, Muhammad Auflah Khalifah, Lc. Menurutnya, komunitas Sulawesi di Mesir memiliki peran penting sebagai ruang kebersamaan sekaligus tempat saling menguatkan bagi mahasiswa dan masyarakat Indonesia.

“KKS Mesir berkomitmen menjadi rumah kebersamaan bagi warga Sulawesi. Kolaborasi dengan PKUMI dan FEB UNUSIA membuka ruang penguatan kapasitas, jejaring sosial, serta pemberdayaan masyarakat perantauan,” tuturnya.

Kehadiran komunitas seperti IKAKAS dan KKS memperlihatkan bahwa solidaritas diaspora dapat tumbuh melalui hubungan kekeluargaan, kesamaan pengalaman, dan kesediaan untuk saling menopang.

Di tengah dinamika kehidupan internasional, ruang-ruang kebersamaan seperti ini menjadi penting. Bukan hanya untuk mengenang kampung halaman, melainkan juga membangun kekuatan sosial agar masyarakat perantauan mampu tumbuh bersama.

Dari Tradisi Lokal Menuju Persaudaraan Global

Silaturahmi Tudang Sipulung di Kairo memberikan gambaran bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus hadir dalam bentuk kegiatan formal, pelatihan, atau program pemberdayaan yang terstruktur.

Ada pengabdian yang tumbuh melalui percakapan, perjumpaan, pelestarian tradisi, dan upaya sederhana menjaga hubungan antarmanusia.

Kolaborasi PKUMI dan FEB UNUSIA bersama komunitas diaspora Indonesia tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan, keagamaan, kebudayaan, dan pemberdayaan ekonomi memiliki ruang pertemuan yang saling menguatkan.

Pada akhirnya, Tudang Sipulung mengajarkan satu hal sederhana: sejauh apa pun seseorang pergi, selalu ada nilai-nilai yang dapat membawanya kembali kepada akar kebudayaan dan persaudaraan.

Di Kairo, tradisi yang tumbuh dari tanah Bugis-Makassar itu menemukan ruang baru. Bukan sekadar sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai modal sosial untuk membangun kehidupan diaspora yang lebih kuat, mandiri, dan saling menghargai.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RA Assalam Tenjo Borong Prestasi di Ajang AKSERA 2026

    RA Assalam Tenjo Borong Prestasi di Ajang AKSERA 2026

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 324
    • 0Komentar

    nulondalo.com – RA Assalam Tenjo kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang AKSERA (Ajang Kreativitas, Seni, Olahraga, dan Agama Anak RA) tingkat Parungpanjang, Rumpin, dan Tenjo. Kegiatan yang berlangsung di Ocean Park BSD pada 27 April 2026 tersebut diikuti oleh 10 RA dengan total sekitar 500 siswa. Ajang ini menjadi ruang bagi anak-anak usia dini untuk […]

  • Video Pembuangan Miras ke Laut Viral, Oknum Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara Diperiksa Propam

    Video Pembuangan Miras ke Laut Viral, Oknum Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara Diperiksa Propam

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polres Ternate, Maluku Utara, melakukan pemeriksaan internal terhadap seorang oknum anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara setelah video aksi pembuangan minuman keras (miras) ke laut di kawasan Pelabuhan Dufa-Dufa viral di media sosial. Kasi Humas Polres Ternate, IPDA Sudirjo, membenarkan bahwa Satuan Profesi dan Pengamanan (Propam) saat ini sedang mendalami kasus tersebut untuk memastikan […]

  • Akuntabilitas Langit

    Akuntabilitas Langit

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu membawa suasana yang berbeda. Di bulan ini, manusia tiba-tiba menjadi sangat akuntabel. Warung makan tutup tirai, masjid penuh, sedekah meningkat, dan yang biasanya bangun siang tiba-tiba rela bangun pukul tiga pagi untuk sahur. Seolah-olah ada audit besar-besaran yang sedang berlangsung. Kalau dipikir-pikir, Ramadhan memang seperti musim audit spiritual. Dalam dunia akuntansi, audit dilakukan […]

  • Dari Maros untuk Indonesia: Chaidir Syam Diganjar Penghargaan Bela Negara

    Dari Maros untuk Indonesia: Chaidir Syam Diganjar Penghargaan Bela Negara

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam menanamkan nilai-nilai bela negara kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bupati Maros, Chaidir Syam, menerima Penghargaan Apresiasi Bela Negara 2025 yang digelar oleh Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Markas Besar TNI, di Hotel El Royal Bandung. Penghargaan tersebut […]

  • Harga Energi Naik, Pemerintah Tancap Gas Tingkatkan Produksi Batu Bara

    Harga Energi Naik, Pemerintah Tancap Gas Tingkatkan Produksi Batu Bara

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 383
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah bergerak cepat merespons lonjakan harga energi global dengan meningkatkan produksi batu bara sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan energi nasional. Kebijakan ini mengemuka usai rapat terbatas antara Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri ekonomi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan peningkatan produksi batu bara menjadi salah […]

  • Raport Merah Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan

    Raport Merah Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Rahmat Hidayat
    • visibility 1.377
    • 0Komentar

    Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan di bawah nahkoda Muhammad Afdal saat ini menghadapi persoalan serius dalam aspek kepemimpinan organisasi. Banyak kader menilai bahwa roda organisasi tidak lagi dijalankan dengan semangat tanggung jawab sebagaimana mestinya sebagai penggerak, pengarah, sekaligus penghubung bagi seluruh cabang PMII di Sulawesi Selatan. Kepemimpinan yang seharusnya […]

expand_less