Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dari Pasar Ambuwa, Pesan Menjaga Alam dan Masa Depan Gorontalo

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 399
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Acara yang terbuka untuk umum itu dihadiri berbagai kalangan, mulai dari aktivis lingkungan, akademisi, komunitas seni, hingga masyarakat umum.

Dalam sesi diskusi, peserta diberi kesempatan menyampaikan pandangan dan pertanyaan. Salah satu peserta, Abdul Kadir Lawero, mempertanyakan sejauh mana organisasi masyarakat sipil yang fokus pada isu lingkungan dapat membangun kolaborasi lebih luas dengan tokoh agama dan organisasi keagamaan.

Menurut Kadir, isu lingkungan bukan hanya tanggung jawab aktivis atau organisasi lingkungan semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Apakah memungkinkan organisasi masyarakat sipil di Gorontalo yang selama ini fokus pada isu dan advokasi lingkungan menjalin kolaborasi dengan organisasi lain, termasuk tokoh agama, dalam memperjuangkan isu lingkungan?” tanya Kadir.

Kader Nahdlatul Ulama Gorontalo itu menilai pendekatan keagamaan dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai krisis lingkungan yang tengah dihadapi Gorontalo.

Menurutnya, tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual dan moral.

Ia berharap organisasi keagamaan dapat dilibatkan lebih aktif dalam kampanye lingkungan maupun advokasi kebijakan terkait tata kelola sumber daya alam di Gorontalo.

Diskusi kemudian mengerucut pada isu yang selama ini menjadi perhatian berbagai kalangan, yakni ancaman deforestasi yang dinilai berpotensi muncul akibat kebijakan transisi energi nasional.

Berdasarkan data Japesda, kebijakan transisi energi yang digadang-gadang ramah lingkungan justru berpotensi menimbulkan tekanan baru terhadap kawasan hutan.

Salah satu penyebabnya adalah penggunaan biomassa berupa pelet kayu sebagai bahan bakar pendamping batu bara (co-firing) pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Data tersebut menyebutkan pemerintah menargetkan pemanfaatan biomassa pada 52 PLTU dengan kebutuhan mencapai 3,65 juta ton biomassa pada 2026.

Bagi para pegiat lingkungan, angka tersebut menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keberlanjutan hutan, termasuk di Gorontalo yang memiliki kawasan hutan penting sebagai penyangga kehidupan masyarakat.

Di Gorontalo sendiri terdapat sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor produksi pelet kayu, di antaranya PT Biomasa Jaya Abadi, PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL), dan PT Inti Global Laksana (IGL) yang berada dalam kelompok usaha PT Biomasa Abadi Group.

Para pegiat lingkungan menilai kebutuhan biomassa dalam jumlah besar berpotensi mendorong pembukaan lahan secara masif apabila tidak diimbangi tata kelola yang ketat dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap isu lingkungan di Gorontalo tidak berhenti pada peringatan seremonial tahunan, melainkan mampu melahirkan kesadaran kolektif dan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Di tengah ancaman perubahan iklim dan deforestasi, diskusi di Pasar Ambuwa menjadi penanda bahwa masa depan lingkungan tidak dapat diserahkan kepada satu kelompok saja. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat sipil, tokoh agama, pelaku seni, akademisi, hingga organisasi keagamaan untuk menjaga keberlanjutan alam Gorontalo.

Pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan malam itu tidak hanya disampaikan melalui data dan hasil riset lapangan. Para seniman yang tergabung dalam komunitas Tupalo juga menyuarakannya melalui karya seni.

Menjelang akhir acara, sebuah lukisan karya Yayat dilelang kepada pengunjung. Lelang tersebut menjadi penutup yang simbolis.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Supremasi Sipil: Sebuah Refleksi Tentang Realitas dan Harapan

    Supremasi Sipil: Sebuah Refleksi Tentang Realitas dan Harapan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Di banyak tempat, kita sering mendengar narasi tentang supremasi sipil, sebuah konsep di mana masyarakat sipil—atau masyarakat yang bebas dari pengaruh langsung negara atau militer—dianggap sebagai entitas yang memegang kendali atas jalannya pemerintahan. Idealnya, masyarakat sipil adalah ruang di luar struktur formal negara, tempat kebebasan berkembang dan hak-hak individu dihargai. Namun, bagaimana jika kenyataannya tidak […]

  • Ketum PSI Nusa Tenggara Barat, Resmi Diangkat Sebagai Dewan Pembina DPW GENINUSA NTB

    Ketum PSI Nusa Tenggara Barat, Resmi Diangkat Sebagai Dewan Pembina DPW GENINUSA NTB

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Ahamd Ziadi dinilai layak menjadi dewan pembina Gerakan SantriPreuner Nusantara (GENINUSA) Nusa Tenggara Barat, Ahamd Ziadi adalah tokoh berpengaruh yang saat ini menjabat sebagai ketua umum PSI Nusa tenggara Barat. Keputusan ini diambil dalam Momentum silaturahmi pengurus yang digelar pada Selasa, 20 Mei 2025. Pengangkatan Ahamd Ziadi sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran GENINUSA NTB […]

  • Idham Arsyad Raih Gelar Doktor UB, Tawarkan Model Penguatan Kelembagaan Petani untuk Ketahanan Pangan Nasional

    Idham Arsyad Raih Gelar Doktor UB, Tawarkan Model Penguatan Kelembagaan Petani untuk Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Ia menegaskan bahwa hasil penelitiannya tidak hanya berhenti sebagai karya akademik, tetapi diarahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan untuk memperkuat ekosistem pangan nasional. “Ketahanan pangan tidak cukup dibangun melalui peningkatan produksi semata. Yang jauh lebih penting adalah membangun kelembagaan petani yang kuat, kemitraan yang adil, akses pasar yang berkelanjutan, serta tata kelola yang mampu […]

  • Mobil Damkar Sempat Terhambat Parkiran Motor Warga Saat Kebakaran di Kompleks Asrama Haji

    Mobil Damkar Sempat Terhambat Parkiran Motor Warga Saat Kebakaran di Kompleks Asrama Haji

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 329
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Proses pemadaman kebakaran rumah di Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo pada Minggu (15/3/2026) dini hari sempat mengalami kendala. Mobil pemadam kebakaran milik BPBD Kota Gorontalo dilaporkan kesulitan menuju titik api karena akses jalan dipenuhi kendaraan milik warga. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Perumahan Wahana Ceria yang berada di kawasan kompleks Asrama […]

  • Dinas Naker Koperasi dan UKM Kota Gorontalo Gelar Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi

    Dinas Naker Koperasi dan UKM Kota Gorontalo Gelar Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi perkoperasian di Kota Gorontalo Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 1–3 Oktober 2026, di Grand Q Hotel Kota Gorontalo. Diklat diikuti sekitar 60 peserta yang merupakan pengurus […]

  • Si Jago Merah Mengamuk di Kota Gorontalo, Permukiman Padat Penduduk Terbakar photo_camera 11

    Si Jago Merah Mengamuk di Kota Gorontalo, Permukiman Padat Penduduk Terbakar

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Rival
    • visibility 276
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Selasa (16/12/2025). Sedikitnya lima rumah warga dilaporkan hangus dilalap si jago merah. Informasi yang dihimpun redaksi di lokasi kejadian, api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah warga yang saling berdekatan. Warga sekitar panik dan berusaha menyelamatkan diri serta barang-barang […]

expand_less