Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dari Roti hingga Rambutan, Beginilah Wajah MBG di Lapangan

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 233
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com- Di tengah semangat Ramadan, suasana sekolah seharusnya dipenuhi keceriaan anak-anak yang menanti paket Makanan Bergizi Gratis (MBG). Namun, yang terjadi justru membuat dahi orangtua berkerut. Alih-alih menerima makanan bergizi sesuai harapan, siswa mendapati isi paket yang sederhana: roti, rambutan, kacang goreng, telur rebus, kurma, dan kentang rebus.

Meski variasi menu berbeda di tiap sekolah, ada yang berisi kurma, jagung, telur rebus, kacang goreng, susu kotak, biskuit, dan jeruk, namun roti dan telur rebus tetap menjadi isi paket yang paling dominan. Menu sederhana ini dianggap jauh dari janji “bergizi gratis” yang digadang pemerintah, sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan orangtua dan siswa.

Kritik pun ramai bermunculan di media sosial. Berdasarkan pantauan redaksi Nulondalo.com, hingga 24 Februari 2026 tercatat 825 laporan masuk ke platform MBG Watch, dengan 113 laporan terverifikasi. Mayoritas keluhan terkait kualitas gizi dan distribusi.

Sejumlah netizen bahkan mengunggah foto paket MBG dengan komentar pedas, menyebut bahwa “takjil buka puasa jauh lebih bergizi dibanding makanan MBG di sekolah.”

Di Depok, orangtua siswa melaporkan anaknya hampir setiap hari hanya menerima roti dan kacang polong dalam porsi kecil. “Iya hampir tiap hari menunya kayak gini,” ujar seorang wali murid berinisial A, sebagaimana dilansir monitorindonesia.com, Selasa 24 Februari 2026.

Fenomena serupa juga ditemukan di Jawa, Batam, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. Foto-foto yang beredar menunjukkan isi paket berupa roti murah, jeruk, telur, salak, pisang, hingga kacang goreng.

Selain mempersoalkan kandungan gizi, warga juga menyoroti nilai paket yang dinilai jauh di bawah standar biaya Rp10.000 per porsi, sebagaimana ditetapkan Presiden Prabowo Subianto sejak Januari 2025.

Program MBG sebelumnya dipuji sebagai langkah strategis pemerintah dalam mendukung pendidikan dan kesehatan siswa. Namun, sorotan kali ini menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep dan pelaksanaan.

Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi agar MBG benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar formalitas. Media sosial pun terbukti menjadi kanal utama masyarakat untuk menyuarakan kritik, yang perlu direspons serius oleh pemerintah.

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Mulai Cairkan TPG Guru Madrasah Secara Bertahap Pekan Ini

    Kemenag Mulai Cairkan TPG Guru Madrasah Secara Bertahap Pekan Ini

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar baik datang dari Kementerian Agama. Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru madrasah mulai dicairkan secara bertahap pada pekan ini. Pencairan tersebut dilakukan seiring percepatan penerbitan Surat Keputusan Analisis Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAKPT) bagi guru yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan percepatan penerbitan SKAKPT terus […]

  • Ketua CMMI Gorontalo: Ketua BKAD Popayato Sampaikan Informasi Hoax Terkait Status Badan Hukum Bumdesma

    Ketua CMMI Gorontalo: Ketua BKAD Popayato Sampaikan Informasi Hoax Terkait Status Badan Hukum Bumdesma

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Ketua Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) Provinsi Gorontalo, Amar, menyoroti pernyataan Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Popayato yang dinilai telah menyampaikan informasi tidak benar (hoax) dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) pada hari ini ,  minggu (19/10/2025). Dalam forum tersebut, Ketua BKAD disebut menyampaikan bahwa Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Kecamatan Popayato telah […]

  • Kelurahan Baju Bodoa, Salurkan beras dan minyak goreng sebanyak 452 Paket Bantuan ke Tiga Lingkungan

    Kelurahan Baju Bodoa, Salurkan beras dan minyak goreng sebanyak 452 Paket Bantuan ke Tiga Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 318
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros— Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan warganya. Pada tanggal 2 sampai 4 Desember 2025, pemerintah kelurahan menyalurkan bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter kepada masyarakat yang benar–benar membutuhkan. Bantuan ini berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, yang kemudian disalurkan secara […]

  • Kegetiran di balik Wisuda Siswa dan Sumbangan ‘Sukarela’ Sekolah

    Kegetiran di balik Wisuda Siswa dan Sumbangan ‘Sukarela’ Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Saya tetap datang meski acara telah berada di penghujung. Wajah sumringah sang putri dan semangatnya untuk hadir bak serdadu yang mau merangsek ke markas musuh, membuat saya tak tega. Saya datang demi melihatnya tersenyum di atas panggung, meski hanya sekejap. Dan di atas segalanya ini adalah tentang  rasa syukur. Maka hadirlah saya tepat ketika semua orang […]

  • GERAK Laporkan Dugaan Monopoli dan Korupsi Alkes Rp50,9 M di Dinkes Boalemo ke Kejaksaan Agung

    GERAK Laporkan Dugaan Monopoli dan Korupsi Alkes Rp50,9 M di Dinkes Boalemo ke Kejaksaan Agung

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Provinsi Gorontalo, yang dikomandoi oleh Abdul Wahidin Tutuna, resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dan monopoli dalam proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp50,9 miliar di Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo ke Kejaksaan Agung RI, Selasa (15 /7/2025). Laporan tersebut disampaikan langsung di Jakarta, dengan […]

  • Intelektual Muda NU Kritik Pengelolaan Anggaran: Rakyat Bayar Pajak, Jangan Diminta Menalangi Program Negara

    Intelektual Muda NU Kritik Pengelolaan Anggaran: Rakyat Bayar Pajak, Jangan Diminta Menalangi Program Negara

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Intelektual Muda Nahdlatul Ulama dan Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Dr. Muhammad Aras Prabowo, menilai sejumlah pernyataan pejabat publik belakangan ini menunjukkan persoalan yang lebih mendasar dalam tata kelola pemerintahan. Hal yang menjadi sorotan Aras yakni lemahnya disiplin komunikasi publik dan munculnya persepsi publik mengenai menurunnya akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Menurut Aras, […]

expand_less