Lestari Moerdijat Dorong Kesehatan Mental Masuk Kurikulum Nasional
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 69
- print Cetak

Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menyampaikan pentingnya memasukkan kesehatan mental dalam kurikulum pendidikan nasional sebagai upaya menyelamatkan generasi muda Indonesia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menilai kesehatan mental harus menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan nasional.
Hal ini menyusul kondisi darurat kesehatan mental yang tengah dihadapi anak dan remaja di Indonesia.
“Penanganan yang terintegrasi untuk mengatasi masalah kesehatan mental anak dan remaja sangat krusial, demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa,” ujar perempuan yang akrab disapa Rerie itu dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada awal 2026, sekitar 5 persen anak dan remaja Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan.
Temuan tersebut diperkuat hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Maret 2026 yang menyebutkan satu dari sepuluh anak Indonesia memiliki indikasi masalah kesehatan jiwa.
Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining, tercatat 363.326 anak (4,8 persen) menunjukkan gejala depresi, sementara 338.316 anak (4,4 persen) mengalami gejala kecemasan.
Namun, dari jumlah tersebut, hanya 2,6 persen anak dan remaja yang mendapatkan penanganan profesional.
Rerie menilai, sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan anak dan remaja dalam beberapa bulan terakhir bukanlah kejadian yang berdiri sendiri.
Ia mencontohkan kasus tragis di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dan di Semarang, Jawa Tengah.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar