Empat Desa di Molalahu Mulolo Merajut Ingatan Bersama di Tengah Isu Lingkungan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 64
- print Cetak

Foto bersama peserta usai pertemuan Komunitas Molalahu Mulolo di Aula Kantor Desa Molalahu, Kabupaten Gorontalo, Kamis (2/7/2026). Pertemuan yang diikuti perwakilan empat desa—Molalahu, Molamahu, Toyidito, dan Ayumolingo—membahas penguatan sejarah dan budaya, pelestarian lingkungan, serta rencana mendorong Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kabupaten Gorontalo terkait dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin yang berdampak pada kawasan hulu dan bantaran sungai.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam forum tersebut, sejumlah tokoh seperti Saleh Olii, Risno Ngabito, dan Taslim Ntuna turut memberikan pandangan yang menyemangati di tengah dinamika pembahasan. Kepala Desa Ayumolingo, Alimin Momiyo, juga menegaskan pentingnya penyelesaian melalui dialog serta mengedepankan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Selain isu lingkungan, forum ini juga membahas rencana penetapan hari jadi Molalahu Mulolo. Berdasarkan catatan sejarah, Molalahu telah berdiri sejak tahun 1767 dan kini diperkirakan berusia sekitar 259 tahun. Namun hingga saat ini, tanggal pasti hari lahirnya belum dapat dipastikan.
Penetapan hari jadi tersebut diharapkan menjadi momentum pemersatu empat desa, sekaligus akan dikembangkan dalam bentuk festival budaya, lingkungan, pendidikan, olahraga, dan kesenian yang berpotensi menjadi ikon kawasan tua di Gorontalo.
Festival ini juga diharapkan bukan hanya bersifat seremonial, melainkan mampu menjadi sarana promosi potensi lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis budaya dan lingkungan.
Di akhir pertemuan, seluruh peserta menyepakati rekomendasi untuk menggelar rapat dengar pendapat bersama DPRD Kabupaten Gorontalo terkait ancaman kerusakan lingkungan akibat dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah bantaran sungai.
Anggota DPRD asal Molalahu, Rusli Panigoro, turut memberikan arahan teknis terkait rencana pelaksanaan RDP tersebut. Masyarakat Molalahu Mulolo berharap langkah ini dapat menjadi awal penanganan serius terhadap kerusakan lingkungan yang semakin dikhawatirkan berdampak pada kualitas air, lahan pertanian, ekosistem sungai, serta keselamatan permukiman warga.
Pertemuan ini juga dihadiri tokoh perempuan Orlin Ahaya, tokoh pemuda Afriman Rasid dan tokoh adat Udin Nasir, yang memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan empat desa serta kelestarian lingkungan kawasan Molalahu Mulolo. (adv)
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar