Breaking News
light_mode
Trending Tags

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 74
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan secara resmi awal Syawal 1447 Hijriah melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Sidang Isbat ini merupakan forum resmi yang rutin digelar setiap penentuan awal bulan Hijriah penting, seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah tidak hanya mengandalkan satu metode, tetapi memadukan dua pendekatan utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan sabit).

Proses sidang biasanya diawali dengan pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi oleh para ahli. Selanjutnya, Kementerian Agama akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Laporan tersebut kemudian diverifikasi sebelum menjadi dasar pengambilan keputusan.

Pendekatan kombinasi ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara aspek ilmiah dan tradisi keagamaan yang telah lama berkembang di Indonesia.

Selain itu, metode ini juga menjadi upaya untuk menghadirkan keputusan yang dapat diterima oleh berbagai kalangan umat Islam.

Meski keputusan final masih menunggu hasil Sidang Isbat, indikasi awal mengenai tanggal Idul Fitri sebenarnya sudah dapat dilihat dari kalender resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama.

Dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, tercantum bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Perkiraan yang sama juga tertuang dalam almanak yang diterbitkan oleh Nahdlatul Ulama, yang selama ini juga menggunakan pendekatan rukyat berbasis kriteria visibilitas hilal.

Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa penetapan resmi tetap menunggu hasil rukyatul hilal pada hari pelaksanaan Sidang Isbat.

Jika hilal tidak terlihat dan tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga Idul Fitri jatuh pada hari berikutnya.

Sebaliknya, jika hilal berhasil teramati dan memenuhi kriteria, maka 1 Syawal dapat ditetapkan lebih awal sesuai hasil rukyat.

Dengan mekanisme tersebut, masyarakat diimbau untuk menunggu hasil resmi Sidang Isbat sebagai acuan utama dalam penentuan Hari Raya Idul Fitri.

Pemerintah juga mengajak seluruh umat Islam untuk tetap menjaga suasana kondusif dan saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penetapan hari raya.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan dan Semangat Temporal Beribadah

    Ramadhan dan Semangat Temporal Beribadah

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Dalam kajian sosiologi dan studi budaya, sesuatu (tren, budaya, nilai, atau gaya hidup) yang datang kembali setelah lama pergi akan disambut dengan nostalgia atau perayaan. Teori ini selaras dengan bulan Ramadhan yang merupakan bahagian dari tatanan nilai dan momen suci yang datang kembali setelah lama pergi. Euforia penyambutannya terlihat jelas dari perilaku sosial dan perilaku […]

  • Kritik Pelindo atas Kemacetan Tanjung Priok, Wasekjen PII: Gagal dalam Manajemen Sistem Logistik

    Kritik Pelindo atas Kemacetan Tanjung Priok, Wasekjen PII: Gagal dalam Manajemen Sistem Logistik

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Panji Sukma Nugraha, menyampaikan kritik tajam terhadap manajemen PT Pelindo seiring kemacetan parah yang terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok beberapa hari terakhir. Menurutnya, insiden ini merupakan bentuk nyata dari kegagalan perencanaan dan pengendalian sistem logistik nasional yang semestinya dapat diantisipasi sejak awal. “Ini bukan sekadar kemacetan lalu […]

  • KH Abdul Ghofir Nawawi Wafat, Warga NU Gorontalo Berduka

    KH Abdul Ghofir Nawawi Wafat, Warga NU Gorontalo Berduka

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 65
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Warga Nahdlatul Ulama Provinsi Gorontalo berduka atas wafatnya KH Abdul Ghofir Nawawi, Rais Syuriyah PWNU Gorontalo. Kabar wafatnya almarhum beredar luas di sejumlah grup WhatsApp dan pesan singkat yang diterima redaksi nulondalo online. Dalam pesan tersebut disampaikan bahwa KH Abdul Ghofir Nawawi mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.25 […]

  • Diduga Korupsi Anggaran, APPRI Desak KPK Periksa Kadis SDABMBK Kabupaten Deli

    Diduga Korupsi Anggaran, APPRI Desak KPK Periksa Kadis SDABMBK Kabupaten Deli

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jakarta – Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Indonesia (APPRI) menggelar aksi unjuk rasa di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia ( KPK RI ) Jakarta , Selasa (27/01/2026). Aksi tersebut menyoroti dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang pada tahun anggaran 2025. Koordinator aksi, […]

  • Karomah Palsu

    Karomah Palsu

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Di banyak pengajian NU, sering kita dengar nasihat klasik: “Nandur pari ojo ngarep panen jagung.” Menanam padi jangan berharap panen jagung. Sayangnya, dalam dunia investasi bodong, pepatah ini dibalik: modal ditanam sedikit, yang dijanjikan panen raya, bahkan sebelum subuh. Investasi bodong adalah fenomena ekonomi yang aneh tapi nyata. Ia bukan sekadar persoalan keuangan, melainkan gabungan […]

  • Instruksi Bupati Maros, Ayah Hadir di Sekolah Dampingi Anak Terima Rapor

    Instruksi Bupati Maros, Ayah Hadir di Sekolah Dampingi Anak Terima Rapor

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 77
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros — Instruksi Bupati Maros melalui Program GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor) mulai diimplementasikan di satuan pendidikan. Di UPTD SDN 66 Kanjitongan, Kabupaten Maros, sejumlah ayah tampak hadir langsung mendampingi anak-anak mereka saat penerimaan laporan hasil belajar (rapor), Sabtu (20/12/2025). Kehadiran para ayah tersebut menjadi bentuk nyata tindak lanjut arahan Pemerintah Kabupaten Maros yang […]

expand_less