Sebagai bagian dari upaya koordinasi, pada 5 April Rumah Zakat menggelar pertemuan bersama BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Kota Bitung, dan BPBD Minahasa Selatan untuk memetakan kebutuhan para penyintas secara lebih komprehensif.
Memasuki tahap distribusi, pada 7 April Rumah Zakat mulai menyalurkan bantuan darurat berupa tujuh lembar terpal ukuran 6×8 meter untuk menutup bagian rumah yang rusak, serta lima karung beras ukuran 5 kilogram guna memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.
Bantuan tersebut disambut positif oleh masyarakat. Ibu Wawu, salah seorang penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya.
“Terima kasih kepada Rumah Zakat atas perhatian yang diberikan kepada kami, masyarakat di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Aksi ini menegaskan komitmen Rumah Zakat sebagai lembaga kemanusiaan yang hadir tanpa sekat.
Tidak hanya berfokus pada kelompok tertentu, lembaga ini juga menunjukkan peran aktif dalam membantu seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam situasi darurat bencana.
Setelah memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, Sandy Syafrudin Nina kembali ke Gorontalo pada 8 April, sembari menunggu arahan lanjutan dari pusat terkait langkah intervensi berikutnya.
Sementara itu, tim relawan tetap siaga dan terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memantau perkembangan di lapangan.
Saat ini belum ada komentar