SAPMA PP Maros Kritik Mutasi Guru, Minta Bupati Maros Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
- account_circle Hardiansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 45
- print Cetak

Wakil Ketua SAPMA Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Maros, Haikal Rizan Anwar, mengkritik kebijakan mutasi dan penempatan guru yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Karena tidak memiliki jam mengajar yang cukup, guru yang dipindahkan berpotensi tidak memenuhi ketentuan beban kerja sehingga akhirnya tidak menerima tunjangan sertifikasi yang menjadi haknya.
Ia menilai kondisi itu menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros tidak melakukan kajian mendalam sebelum menetapkan kebijakan mutasi.
Seharusnya, setiap penempatan didasarkan pada analisis kebutuhan guru di masing-masing sekolah agar tidak terjadi kelebihan guru pada mata pelajaran tertentu.
Atas persoalan tersebut, SAPMA PP Maros mendesak Bupati Maros untuk mengevaluasi kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, khususnya terkait kebijakan mutasi dan penempatan guru yang dinilai tidak mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.
“Kami meminta Bupati Maros mengevaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar kebijakan mutasi dilakukan secara profesional, objektif, dan berbasis kebutuhan sekolah. Jangan sampai guru kehilangan jam mengajar hingga akhirnya tidak menerima sertifikasi akibat penempatan yang keliru. Kebijakan mutasi harus menjadi solusi untuk pemerataan pendidikan, bukan menciptakan persoalan baru,” tegas Haikal.
- Penulis: Hardiansyah

Saat ini belum ada komentar