Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month Kamis, 4 Des 2025
- visibility 75
- print Cetak

Walikota Adhan Dambea menyelenggarakan Silaturahim bersama Guru Ngaji TPA se-Kota Gorontalo/ FOTO: Humas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar silaturahmi bersama para imam masjid serta guru ngaji TPA/TPQ se-Kota Gorontalo di Bandhayo Lo Yiladia, Rabu (3/12/2025). Dalam pertemuan itu, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memaparkan sejumlah langkah pembenahan yang saat ini tengah dilakukan pemerintah, terutama terkait penataan ulang data guru ngaji dan imam.
Dalam arahannya, Wali Kota Adhan menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengevaluasi kembali SK penugasan yang sebelumnya diterbitkan melalui kecamatan. Evaluasi dilakukan lantaran ditemukan ketidakseimbangan antara jumlah santri dan jumlah guru ngaji di beberapa wilayah. Ia mencontohkan adanya satu wilayah dengan hanya sekitar 20 santri, namun memiliki tujuh guru ngaji tercantum dalam SK.
“Hal-hal seperti ini yang kami rapikan. Bukan untuk mengurangi peran siapa pun, tetapi agar penataan berjalan wajar dan sesuai kebutuhan,” ujar Adhan di hadapan para peserta silaturahmi.
Selain soal pendataan, Wali Kota Adhan juga menyinggung kondisi keuangan daerah. Ia mengungkap bahwa Kota Gorontalo masih memiliki beban cicilan pinjaman lebih dari Rp266 miliar yang harus diselesaikan dalam kurun delapan tahun. Kondisi ini membuat ruang fiskal daerah menjadi sempit, termasuk dalam upaya peningkatan honor imam dan guru ngaji yang hingga kini dinilai masih rendah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memiliki tanggung jawab untuk memberi perhatian kepada para pembina keagamaan. Menurutnya, kontribusi imam dan guru ngaji sangat besar dalam menjaga akhlak generasi muda, terutama di tengah maraknya aktivitas anak dan remaja di pusat-pusat keramaian.
“Saya sangat bergantung pada bapak dan ibu semua. Anda sekalian berada di garis depan mendidik anak-anak kita,” kata Adhan.
Ia juga mendorong masyarakat untuk aktif berusaha di berbagai sektor, termasuk UMKM. Pemerintah, kata dia, akan memberikan ruang seluasnya selama aktivitas usaha tersebut tetap menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.
Menutup pertemuan itu, Wali Kota Adhan mengundang seluruh imam dan guru ngaji untuk menghadiri Dzikir Akbar yang akan digelar pada malam 1 Januari di Lapangan Taruna. “Mari kita bersama-sama memohon kebaikan untuk kota ini dan berharap tahun-tahun mendatang membawa perubahan yang lebih baik,” tutupnya.
- Penulis: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar