Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Jaringan Gusdurian Menilai Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bentuk Pengkhianatan terhadap Demokrasi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Momentum Hari Pahlawan yang seharusnya menjadi refleksi nilai-nilai perjuangan bangsa justru menimbulkan dilema nasional. Di tengah peringatan 10 November 2025, muncul polemik tajam atas keputusan pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto, sosok yang selama 32 tahun memimpin Indonesia di bawah rezim Orde Baru yang otoriter.

Pemberian gelar tersebut menuai kritik keras dari berbagai kalangan, termasuk Jaringan GUSDURian. Menurut jaringan yang digawangi Alissa Wahid ini, langkah pemerintah merupakan bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi dan gerakan reformasi yang telah menumbangkan rezim otoritarianisme pada 1998.

Dalam pernyataan resminya, Jaringan GUSDURian menilai bahwa Soeharto memang memiliki catatan kontribusi dalam pembangunan dan swasembada pangan, namun sejarah mencatat pula sisi kelam pemerintahannya—mulai dari pelanggaran hak asasi manusia, praktik korupsi, represi politik, hingga pembungkaman kebebasan sipil.

“Selama berkuasa, Soeharto terlibat dalam berbagai tindakan yang mencederai nilai-nilai kepahlawanan. Rezim Orde Baru yang dikendalikannya melakukan dosa besar terhadap demokrasi,” demikian pernyataan Jaringan GUSDURian, Senin (10/11/2025).

Mereka menegaskan, tindakan pemerintah memberikan gelar tersebut bertentangan dengan Pasal 25 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, yang menuntut adanya integritas moral dan keteladanan dari penerimanya.

Jaringan GUSDURian menyampaikan tiga poin sikap resmi:

  1. Menolak secara tegas pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan menganggap keputusan itu sebagai pengkhianatan terhadap nilai-nilai demokrasi dan reformasi.
  2. Menyayangkan keputusan Presiden Prabowo Subianto serta jajaran pemerintah yang dianggap tidak bijak, karena pemberian gelar diduga lebih didorong oleh relasi keluarga dan kepentingan politik, bukan pertimbangan moral dan sejarah.
  3. Mendesak pemerintah agar lebih selektif dalam menentukan tokoh penerima gelar pahlawan di masa mendatang, agar hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar layak—yakni sosok dengan integritas moral tinggi, yang berjuang untuk kemaslahatan rakyat, bukan sebaliknya mengorbankan rakyat demi kekuasaan.

“Bukan jabatan dan kekuasaan yang menentukan seseorang dapat disebut pahlawan,” tegas Alissa Wahid, Direktur Jaringan GUSDURian. “Yang menentukan adalah karakter moral dan tindakan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.”

Dengan demikian, momentum Hari Pahlawan tahun ini tak hanya menjadi ajang penghormatan pada jasa para pejuang kemerdekaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga warisan moral reformasi—agar gelar kepahlawanan tidak terdistorsi oleh kepentingan politik kekuasaan.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. Abd. Muin Yusuf: Menanamkan Akar NU di Bumi Sidrap

    KH. Abd. Muin Yusuf: Menanamkan Akar NU di Bumi Sidrap

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Zaenuddin Endy
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Tokoh Kunci di Balik NU Sidrap Dalam sejarah perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) di Sulawesi Selatan, nama KH. Abd. Muin Yusuf memiliki posisi istimewa. Ia bukan hanya dikenal sebagai muassis (pendiri) NU Sidrap, melainkan juga sebagai sosok kiai yang menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui jalur dakwah, pendidikan, dan keteladanan hidup. Perannya tidak sekadar administratif; […]

  • KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Dini, Pelaku Termuda Tercatat Berusia 24 Tahun

    KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Dini, Pelaku Termuda Tercatat Berusia 24 Tahun

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan bahwa praktik korupsi tidak lagi hanya melibatkan elite, tetapi mulai menyasar generasi muda. KPK bahkan mencatat pelaku tindak pidana korupsi termuda berusia 24 tahun, sebuah kondisi yang dinilai sebagai alarm serius bagi dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Peringatan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Agus […]

  • Abaikan Undangan Mahasiswa, Sekretaris IKPM-HT Yogyakarta Beri Peringatan ke Pemda dan Komisi II DPRD Haltim

    Abaikan Undangan Mahasiswa, Sekretaris IKPM-HT Yogyakarta Beri Peringatan ke Pemda dan Komisi II DPRD Haltim

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Sikap tidak kooperatif ditunjukkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan Komisi II DPRD Halmahera Timur (Haltim) dalam merespons undangan dialog terkait kepentingan masyarakat. Hal ini memicu kritik pedas dari Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta. Sekretaris IKPM-HT Yogyakarta, Yudis Kamah, menyampaikan kekecewaan mendalam atas absennya perwakilan pemerintah dalam forum dialog yang membicarakan […]

  • Gorontalo dan Imajinasi Baru Ketangguhan Bencana

    Gorontalo dan Imajinasi Baru Ketangguhan Bencana

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    Catatan Etnografis tentang Kepemimpinan, Dunia Usaha, dan Etika Merawat Kota Tulisan ini saya rampungkan di tengah malam—ketika jarum jam bergerak ke angka kecil di penghujung Januari, dan Februari 2026 mengintip dari balik kalender. Kota sedang senyap. Jalan-jalan lengang. Namun di kepala saya justru berdenyut percakapan, gestur, dan resonansi sosial yang belum ingin reda: bahwa saya […]

  • Burung Indonesia Gelar Diskusi Skema Pemanfaatan Karbon Hutan

    Burung Indonesia Gelar Diskusi Skema Pemanfaatan Karbon Hutan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 482
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Arah kebijakan pendekatan karbon net sink sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya pada tahun 2030 (Indonesia’s Forestry and Other Land Use Net Sink 2030) yang dimandatkan oleh pemerintah Indonesia sebagai pengendalian dampak perubahan iklim khususnya sektor kehutanan. Mandat ini telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) nomor SK.168/MENLHK/PKTL/PLA.1/2/2022 tentang […]

  • Sang Imam Favorit di Musim Ramadhan

    Sang Imam Favorit di Musim Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Paci Haru tak muda lagi. Penglihatannya sudah mulai kabur (ma pula-pulawuwolo). Volume suaranya tak sekencang dulu (malo poyo’o). Meski usianya sudah sepuh, perannya di Masjid kampung itu setara dengan profesor emeritus di kampus terkenal. Paci Haru selalu berada di depan, memimpin jamaah masjid lintas generasi. Meski hanya alumni TPA Mokadamu, Dia dikukuhkan menjadi imam sejak […]

expand_less