Breaking News
dark_mode
Trending Tags

KH. Adam Zakaria: Ulama Tanpa Pesantren yang Melahirkan Banyak Ulama

  • account_circle Moh. Rodney Neu
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 370
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Barangkali tidak semua orang mengenal sosok ulama masyhur Gorontalo yang satu ini. Namun di kalangan para santri, guru agama, dan tokoh masyarakat, nama KH. Adam Zakaria dikenang sebagai ulama yang tak pernah berhenti belajar, mengajar, dan berkhidmat untuk Islam. Ia adalah cerminan nyata dari kegigihan menuntut ilmu, meski tanpa pernah mencicipi pendidikan formal di pesantren.

Ulama Tanpa Pesantren

KH. Adam Zakaria memang tak pernah menempuh pendidikan di pesantren sebagaimana sahabat sekaligus gurunya, KH. Ridwan Podungge (Aba Idu). Namun siapa sangka, ia justru menjadi pengajar berbagai kitab kuning yang lazim diajarkan di lembaga-lembaga pesantren.

Ia belajar dari banyak guru, dengan semangat yang tak mengenal lelah. Kitab-kitab seperti Risalatul Mu’awanah karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad — yang juga pengarang Ratibul Haddad dan Wirdul Lathif — menjadi bacaan utamanya. Dari kitab tersebut, ia menyerap pelajaran adab dan akhlak, yang kemudian ia wariskan kepada murid-muridnya.

Salah satunya adalah KH. Abdul Rasyid Kamaru, yang kelak menggantikan posisi Kiai Adam sebagai Qadhi di Kota Gorontalo. Selain Risalatul Mu’awanah, Kiai Adam juga mendalami Alfiyah Ibnu Malik, sebuah karya klasik dalam ilmu nahwu dan shorof, juga kitab-kitab fikih serta manasik haji. Semua itu ia pelajari bukan di pesantren, tetapi dari para guru yang ia datangi secara langsung — dengan sepeda ontel, melintasi jarak jauh demi secercah ilmu.

Kelahiran dan Tanda Keistimewaan

KH. Adam Zakaria lahir di Gorontalo pada 21 Juli 1924 dari pasangan Zakaria Soi dan Afifah Ismail. Meski berasal dari keluarga sederhana, kedua orang tuanya dikenal sebagai sosok yang taat beribadah. Sebuah kisah turun-temurun menyebutkan bahwa sang ibu pernah bermimpi melihat anaknya — Kiai Adam kecil — berada di atas bumbungan rumah. Dalam tradisi Gorontalo, mimpi semacam itu adalah pertanda bahwa anak tersebut kelak akan menjadi tokoh besar. Mimpi itu terbukti nyata.

Sanad Keilmuan dan Guru-Gurunya

Sanad keilmuan KH. Adam Zakaria bersambung pada para ulama besar Gorontalo. Ia adalah murid dari: KH. Abas Rauf (1921–1980), Qadhi Kota Gorontalo era 1970-an, KH. Abdussamad Ota (Tuan Samadi), KH. Yahya Podungge (Paci Nurjana), Kali Hundu, Habib Ahmad bin Alwi Almasyhur, dan Habib Bin Lamin Al-Jufri. Para guru inilah yang mengasah dan menanamkan ilmu-ilmu agama pada Kiai Adam. Ia tidak pernah membeda-bedakan latar belakang para guru — apakah dari Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah. Bagi Kiai Adam, siapa pun yang berilmu adalah tempat belajar yang layak dihormati.

Kisah Inspiratif: Ilmu di Balik Baju

Salah satu kisah menarik dalam perjalanannya menuntut ilmu terjadi saat Kiai Adam hendak mengikuti pengajian fikih di rumah Tuan Samadi. Dalam perjalanan, ia sadar bahwa kitab fikih tertinggal di rumah, sementara yang terbawa hanya kitab Risalatul Mu’awanah. Alih-alih kembali, ia tetap melanjutkan perjalanan. Begitu tiba, Tuan Samadi justru berkata:

“Hari ini kita belum belajar Fiqih. Kayaknya ada kitab yang harus kita baca hari ini, yakni Risalatul Mu’awanah. Ayo cepat keluarkan kitab itu dari balik bajumu.”

Kiai Adam terperanjat. Ia tidak menyangka bahwa gurunya mengetahui kitab apa yang sedang ia bawa — seolah hubungan batin murid dan guru begitu erat. Ia memang dikenal sebagai murid istimewa dari KH. Abas Rauf dan Tuan Samadi. Bahkan, KH. Abas Rauf pernah berpesan kepada para muridnya: “Jika ada pertanyaan dan aku sudah tiada, tanyalah kepada KH. Adam Zakaria.”

Ulama yang Melahirkan Ulama

Berkat ketekunan dan kesungguhannya, KH. Adam Zakaria berhasil melahirkan banyak ulama dan dai di Gorontalo. Beberapa di antaranya adalah: KH. Armin Otoluwa (alm), KH. Yusuf Mopangga (alm), Ustadz Basi Jidi (alm), KH. Abdulla Hippi (Imam Hippi), KH. Muin Mooduto (Pimpinan Ponpes Alkhairaat dan Ketua MUI Kota Gorontalo), KH Abdul Rasyid Kamaru, Ustadz Safrudin Mahmud dan masih banyak lagi.

Pada era 1990-an, setiap kelurahan di Kota Gorontalo bahkan mengirimkan dua orang untuk belajar langsung kepada Kiai Adam.

Dalam setiap pertemuan mingguan di berbagai masjid, para murid belajar membaca dan memahami kitab kuning. Ia dikenal sabar membimbing; tidak pernah menyuruh berhenti membaca sebelum ia sendiri yang memberi aba-aba.

Tak Pernah Lelah Mengajar

Semangat KH. Adam Zakaria dalam mendidik tak luntur oleh usia maupun perjalanan jauh. Suatu ketika, para murid sempat hendak pulang karena guru mereka belum tiba dari perjalanan dari Manado. Namun sebelum langkah mereka menjauh dari tempat pengajian, mobil yang ditumpangi Kiai Adam sudah terparkir di depan mereka. Ia langsung turun dan mulai mengajar seperti biasa, seakan tak ada rasa lelah yang menghampiri. “Mestinya ia istirahat karena perjalanan jauh. Tapi beliau tetap mendampingi murid-muridnya,” kenang Ustadz Safrudin Mahmud.

KH. Adam Zakaria wafat pada tahun 2006. Namun warisan ilmunya masih hidup dalam diri para murid dan pengagumnya. Ia adalah cermin dari seorang ulama sejati — yang meski tanpa pesantren, mampu menjadi samudera ilmu yang dalam dan luas. Ia menunjukkan bahwa semangat belajar, adab terhadap guru, dan kesungguhan hati jauh lebih penting daripada gelar formal.

  • Penulis: Moh. Rodney Neu
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Pegadaian Kanwil 9 Jakarta 2 Berangkatkan 500 Orang, Mudik 2025 Aman Sampai Tujuan 

    PT Pegadaian Kanwil 9 Jakarta 2 Berangkatkan 500 Orang, Mudik 2025 Aman Sampai Tujuan 

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, PT Pegadaian Kanwil 9 Jakarta 2 kembali menggelar program Mudik Gratis bagi masyarakat. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman dengan aman sampai tujuan. Jakarta, 27 Maret 2025. Acara pelepasan peserta mudik gratis ini dilaksanakan […]

  • Ma’ruf Amin Pilih Istirahat, PKB Serahkan Dewan Syura ke KH Manarul Hidayah

    Ma’ruf Amin Pilih Istirahat, PKB Serahkan Dewan Syura ke KH Manarul Hidayah

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menunjuk KH Manarul Hidayah sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Syura PKB, menggantikan KH Ma’ruf Amin yang memutuskan mundur dari jabatannya. “Ketua Dewan Syura PKB sekarang dijabat oleh pelaksana tugas. Pelaksana tugasnya adalah K.H. Manarul Hidayah,” ujar […]

  • Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu (3/1/2026). John Herdman merupakan pelatih asal Inggris yang memiliki pengalaman panjang di level internasional. Ia dikenal luas lewat kiprahnya bersama Timnas Kanada, baik di sektor putra maupun putri. Dalam rekam jejak kepelatihannya, Herdman mencatat prestasi penting dengan membawa […]

  • Hari Tani 2025: Defisit Jalan Perkebunan

    Hari Tani 2025: Defisit Jalan Perkebunan

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Apriyanto Rajak
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Hari tani nasional selalu diperingati 24 September setiap tahun. Sebuah momentum tepat untuk merefleksikan sejauh mana petani memperoleh kesejahteraan. Selama ini bertani dianggap sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan, sehingga jangan heran mengapa anak muda kurang tertarik dengan profesi ini dan umumnya lebih didominasi oleh orang tua. Menurut data sensus pertanian 2023 menyebutkan generasi X memiliki […]

  • Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo akan menggelar Festival Green Tumbilotohe yang akan dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo. Sejumlah lomba pada Festival Green Tumbilotohe tersebut diantaranya lomba Koko’o, Vokalia Religi, Lomba Hamparan lampu antar kecamatan, lomba jalan paling tumbilotohe, Doorprise grebek rumah dan Festival ribuan lampu. Kepada bakukabar.id, Kepala Dinas Pariwitasa, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), […]

  • Banom NU Barru Gelar Kajian Aswaja, Hadirkan Syekh Asal Lebanon

    Banom NU Barru Gelar Kajian Aswaja, Hadirkan Syekh Asal Lebanon

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 411
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Barru – Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) Kabupaten Barru menggelar kajian Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di Zam-Zam Center Barru, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Acara tersebut dihadiri Rais Syuriah PC NU Kabupaten Barru, AG. Dr. H. Husain Abdullah, serta seluruh Banom NU, di antaranya Muslimat […]

expand_less