Breaking News
light_mode
Trending Tags

KH. Adam Zakaria: Ulama Tanpa Pesantren yang Melahirkan Banyak Ulama

  • account_circle Moh. Rodney Neu
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 65
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Barangkali tidak semua orang mengenal sosok ulama masyhur Gorontalo yang satu ini. Namun di kalangan para santri, guru agama, dan tokoh masyarakat, nama KH. Adam Zakaria dikenang sebagai ulama yang tak pernah berhenti belajar, mengajar, dan berkhidmat untuk Islam. Ia adalah cerminan nyata dari kegigihan menuntut ilmu, meski tanpa pernah mencicipi pendidikan formal di pesantren.

Ulama Tanpa Pesantren

KH. Adam Zakaria memang tak pernah menempuh pendidikan di pesantren sebagaimana sahabat sekaligus gurunya, KH. Ridwan Podungge (Aba Idu). Namun siapa sangka, ia justru menjadi pengajar berbagai kitab kuning yang lazim diajarkan di lembaga-lembaga pesantren.

Ia belajar dari banyak guru, dengan semangat yang tak mengenal lelah. Kitab-kitab seperti Risalatul Mu’awanah karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad — yang juga pengarang Ratibul Haddad dan Wirdul Lathif — menjadi bacaan utamanya. Dari kitab tersebut, ia menyerap pelajaran adab dan akhlak, yang kemudian ia wariskan kepada murid-muridnya.

Salah satunya adalah KH. Abdul Rasyid Kamaru, yang kelak menggantikan posisi Kiai Adam sebagai Qadhi di Kota Gorontalo. Selain Risalatul Mu’awanah, Kiai Adam juga mendalami Alfiyah Ibnu Malik, sebuah karya klasik dalam ilmu nahwu dan shorof, juga kitab-kitab fikih serta manasik haji. Semua itu ia pelajari bukan di pesantren, tetapi dari para guru yang ia datangi secara langsung — dengan sepeda ontel, melintasi jarak jauh demi secercah ilmu.

Kelahiran dan Tanda Keistimewaan

KH. Adam Zakaria lahir di Gorontalo pada 21 Juli 1924 dari pasangan Zakaria Soi dan Afifah Ismail. Meski berasal dari keluarga sederhana, kedua orang tuanya dikenal sebagai sosok yang taat beribadah. Sebuah kisah turun-temurun menyebutkan bahwa sang ibu pernah bermimpi melihat anaknya — Kiai Adam kecil — berada di atas bumbungan rumah. Dalam tradisi Gorontalo, mimpi semacam itu adalah pertanda bahwa anak tersebut kelak akan menjadi tokoh besar. Mimpi itu terbukti nyata.

Sanad Keilmuan dan Guru-Gurunya

Sanad keilmuan KH. Adam Zakaria bersambung pada para ulama besar Gorontalo. Ia adalah murid dari: KH. Abas Rauf (1921–1980), Qadhi Kota Gorontalo era 1970-an, KH. Abdussamad Ota (Tuan Samadi), KH. Yahya Podungge (Paci Nurjana), Kali Hundu, Habib Ahmad bin Alwi Almasyhur, dan Habib Bin Lamin Al-Jufri. Para guru inilah yang mengasah dan menanamkan ilmu-ilmu agama pada Kiai Adam. Ia tidak pernah membeda-bedakan latar belakang para guru — apakah dari Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah. Bagi Kiai Adam, siapa pun yang berilmu adalah tempat belajar yang layak dihormati.

Kisah Inspiratif: Ilmu di Balik Baju

Salah satu kisah menarik dalam perjalanannya menuntut ilmu terjadi saat Kiai Adam hendak mengikuti pengajian fikih di rumah Tuan Samadi. Dalam perjalanan, ia sadar bahwa kitab fikih tertinggal di rumah, sementara yang terbawa hanya kitab Risalatul Mu’awanah. Alih-alih kembali, ia tetap melanjutkan perjalanan. Begitu tiba, Tuan Samadi justru berkata:

“Hari ini kita belum belajar Fiqih. Kayaknya ada kitab yang harus kita baca hari ini, yakni Risalatul Mu’awanah. Ayo cepat keluarkan kitab itu dari balik bajumu.”

Kiai Adam terperanjat. Ia tidak menyangka bahwa gurunya mengetahui kitab apa yang sedang ia bawa — seolah hubungan batin murid dan guru begitu erat. Ia memang dikenal sebagai murid istimewa dari KH. Abas Rauf dan Tuan Samadi. Bahkan, KH. Abas Rauf pernah berpesan kepada para muridnya: “Jika ada pertanyaan dan aku sudah tiada, tanyalah kepada KH. Adam Zakaria.”

Ulama yang Melahirkan Ulama

Berkat ketekunan dan kesungguhannya, KH. Adam Zakaria berhasil melahirkan banyak ulama dan dai di Gorontalo. Beberapa di antaranya adalah: KH. Armin Otoluwa (alm), KH. Yusuf Mopangga (alm), Ustadz Basi Jidi (alm), KH. Abdulla Hippi (Imam Hippi), KH. Muin Mooduto (Pimpinan Ponpes Alkhairaat dan Ketua MUI Kota Gorontalo), KH Abdul Rasyid Kamaru, Ustadz Safrudin Mahmud dan masih banyak lagi.

Pada era 1990-an, setiap kelurahan di Kota Gorontalo bahkan mengirimkan dua orang untuk belajar langsung kepada Kiai Adam.

Dalam setiap pertemuan mingguan di berbagai masjid, para murid belajar membaca dan memahami kitab kuning. Ia dikenal sabar membimbing; tidak pernah menyuruh berhenti membaca sebelum ia sendiri yang memberi aba-aba.

Tak Pernah Lelah Mengajar

Semangat KH. Adam Zakaria dalam mendidik tak luntur oleh usia maupun perjalanan jauh. Suatu ketika, para murid sempat hendak pulang karena guru mereka belum tiba dari perjalanan dari Manado. Namun sebelum langkah mereka menjauh dari tempat pengajian, mobil yang ditumpangi Kiai Adam sudah terparkir di depan mereka. Ia langsung turun dan mulai mengajar seperti biasa, seakan tak ada rasa lelah yang menghampiri. “Mestinya ia istirahat karena perjalanan jauh. Tapi beliau tetap mendampingi murid-muridnya,” kenang Ustadz Safrudin Mahmud.

KH. Adam Zakaria wafat pada tahun 2006. Namun warisan ilmunya masih hidup dalam diri para murid dan pengagumnya. Ia adalah cermin dari seorang ulama sejati — yang meski tanpa pesantren, mampu menjadi samudera ilmu yang dalam dan luas. Ia menunjukkan bahwa semangat belajar, adab terhadap guru, dan kesungguhan hati jauh lebih penting daripada gelar formal.

  • Penulis: Moh. Rodney Neu
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen Melayani: Kelurahan Baji Pamai Bagikan Beras dan Minyak Goreng kepada Warga

    Komitmen Melayani: Kelurahan Baji Pamai Bagikan Beras dan Minyak Goreng kepada Warga

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 252
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros— Pemerintah Kelurahan Baji Pamai Kecamatan Maros Baru kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Kelurahan Baji Pamai menyalurkan bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng kepada warga. Bantuan ini merupakan program dari Kementerian Sosial RI dan dibagikan langsung di kantor kelurahan. Pada penyaluran kali ini, bantuan didistribusikan ke warga […]

  • Menag Kukuhkan Muhammad Aras Prabowo Jadi Doktor Akuntansi di UNTIRTA

    Menag Kukuhkan Muhammad Aras Prabowo Jadi Doktor Akuntansi di UNTIRTA

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, resmi mengukuhkan Muhammad Aras Prabowo sebagai Doktor Ilmu Akuntansi dalam sidang terbuka di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Sabtu (27/9). Aras meraih gelar doktor lewat disertasi berjudul “Nilai-Nilai Teseng dalam Konstruksi Akuntabilitas di Sektor Pertanian”. Penelitiannya mengangkat kearifan lokal masyarakat Bugis Bone, khususnya […]

  • Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

    Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Hari, bulan dan tahun merupakan siklus hidup manusia yang diukur menurut satuan waktu dengan berdasarkan peredaran bumi, bulan dan matahari. Siklus hari manusia terbagi dalam dua babakan, yaitu malam dan siang. Dalam penciptaan keduanya, begitu sangat istimewa sehingga Allah mengulang-ulang penciptaan malam dan siang sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berpikir (QS. 3:190, 11:3, 16:12, 23:80, […]

  • PWNU Gorontalo Gelar PES Esport 2025: Ajang Turnamen Game dengan Total Hadiah Rp10 Juta

    PWNU Gorontalo Gelar PES Esport 2025: Ajang Turnamen Game dengan Total Hadiah Rp10 Juta

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Dalam rangkaian Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo menghadirkan kompetisi seru bertajuk PES Esport 2025 yang akan berlangsung pada 28–30 Oktober 2025 di Pelataran Kantor PWNU Gorontalo, Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U-I, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Turnamen ini menjadi salah satu terobosan kreatif PWNU Gorontalo dalam menggabungkan nilai-nilai syariah […]

  • Pembangunan Kopdes Merah Putih di Bonto Matene Resmi Dimulai, Menteri Yandri: “Ekosistem Ekonomi Desa Harus Terbentuk”

    Pembangunan Kopdes Merah Putih di Bonto Matene Resmi Dimulai, Menteri Yandri: “Ekosistem Ekonomi Desa Harus Terbentuk”

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 73
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros– Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, resmi dimulai setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, Selasa (2/12/2025). Kopdes ini dibangun di atas lahan hibah dari […]

  • Mengulik “Haji Bawakaraeng”: Cerita dari Kaki Langit

    Mengulik “Haji Bawakaraeng”: Cerita dari Kaki Langit

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    “Panggilan haji Telah tiba lagi Menunaikan ibadah Panggilan Baitullah Tanah Suci Makkah Ya Makkatul Mukarramah” Lagu “Panggilan Haji”, dari grup Kasidah ‘Nasida Ria’ mengalun lembut dari pita kaset radio yang sudah terlihat kucar-kacir tersebut. Jangan heran, di tempat lain, kasidah bolehlah ditelan waktu, digilas masa dan ditinggalkan zaman, tetapi di kampungku, kasidahan, apalagi punya Nasida […]

expand_less