Breaking News
light_mode
Trending Tags

QRIS Menyapa Gorontalo, Bank Indonesia Perkuat Literasi Pembayaran Digital di Pekan Ekonomi Syariah

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 108
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pekan Ekonomi Syariah yang digelar oleh PWNU Gorontalo menjadi ajang kolaborasi penting antara lembaga keagamaan, pelaku usaha, dan lembaga keuangan. Kegiatan yang berlangsung di kantor PWNU Gorontalo ini menghadirkan berbagai agenda edukatif, mulai dari expo UMKM, seminar investasi syariah, hingga sosialisasi sistem pembayaran digital oleh Bank Indonesia, Rabu (29/10/2025).

Dalam kegiatan Sosialisasi QRIS, Bank Indonesia hadir sebagai narasumber untuk memperkenalkan sistem pembayaran digital yang efisien, simpel, dan aman kepada masyarakat Gorontalo.

Perwakilan Bank Indonesia, Genting dari Divisi Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran, menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperluas edukasi dan inklusi keuangan berbasis digital di seluruh wilayah Indonesia.

“Terima kasih karena telah mengundang kami menjadi narasumber. Memang sudah menjadi kewajiban kami untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai sistem pembayaran, terutama berbasis digital. Salah satu inovasi terbaru yang kami perkenalkan adalah QRIS,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi sistem pembayaran QRIS bukan hanya difokuskan di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau seluruh daerah termasuk Gorontalo.

“Sistem pembayaran seperti ini tidak hanya terfokus di ibu kota Indonesia, tetapi juga sampai ke seluruh daerah. Itu adalah tugas Bank Indonesia untuk merangkul masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi program pembayaran berbasis digital ini,” jelasnya.

Menurut Genting, QRIS memberikan banyak manfaat, di antaranya efisiensi, kemudahan, dan keamanan dalam bertransaksi.

“QRIS memudahkan masyarakat karena cukup dengan scan, pembayaran bisa langsung dilakukan dengan nilai yang tepat tanpa perlu memikirkan uang kembalian,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan PWNU Gorontalo, Indrawan Modanggu, menyampaikan bahwa kegiatan Pekan Ekonomi Syariah ini menjadi langkah nyata PWNU dalam menggalang para pelaku usaha lokal agar mampu mengembangkan potensi bisnisnya secara mandiri dan berdaya saing.

“PWNU Gorontalo berkomitmen membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh dan berjejaring. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu UMKM naik kelas dan memiliki akses terhadap sistem keuangan yang sehat,” ujar Indrawan.

Ia menjelaskan bahwa PWNU juga berupaya mendorong terbentuknya ekosistem investasi yang sehat dengan melibatkan berbagai lembaga seperti perbankan, OJK, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai mitra strategis.

“Kami ingin masyarakat mengenal investasi yang legal, aman, dan sesuai prinsip syariah. Karena dengan literasi dan inklusi keuangan yang baik, ekonomi umat bisa tumbuh lebih kuat,” tambahnya.

Indrawan menuturkan, pelaksanaan expo UMKM dalam kegiatan ini juga menjadi ruang kreatif bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk-produk unggulannya serta memperluas pasar.

“Expo ini adalah bentuk nyata dukungan PWNU terhadap kemandirian ekonomi umat. Kami ingin UMKM di Gorontalo memiliki kesempatan tampil dan dikenal lebih luas,” tutupnya

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

    Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Setiap 1 Mei, jalan-jalan ibu kota terasa berbeda. Bukan karena kemacetan, tapi karena gema suara buruh yang menggema dari segala penjuru. Mereka datang bukan hanya membawa spanduk dan bendera serikat pekerja sebagai simbol solidaritas, tapi juga harapan yang terus menyala meski kadang redup oleh kenyataan. Hari Buruh Internasional selalu menjadi cermin tentang siapa kita sebagai […]

  • Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

    Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 517
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, umat Islam di Indonesia mulai menanti kepastian datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Momen ini memiliki arti penting karena menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa sekaligus awal perayaan hari kemenangan yang penuh makna spiritual dan sosial. Antusiasme masyarakat biasanya meningkat seiring mendekatnya akhir […]

  • PSAK: Pernyataan Standar Akhlak Keikhlasan

    PSAK: Pernyataan Standar Akhlak Keikhlasan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Di negeri yang segala sesuatunya ingin distandarkan, dari Standar Nasional Pendidikan sampai Standar Operasional Prosedur parkir motor di minimarket, kita mengenal PSAK sebagai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Biasanya tebal, serius, dan membuat mahasiswa akuntansi lebih cepat mengantuk daripada khutbah tarawih 23 rakaat plus witir tiga. Tapi Ramadhan ini, izinkan saya mengusulkan PSAK versi lain: Pernyataan […]

  • Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama untuk memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan di tengah masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan mengingat sejumlah hari besar keagamaan berlangsung berdekatan bahkan bersamaan pada tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi, Idulfitri, dan Paskah. Menurut Menag, momentum perayaan keagamaan tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai […]

  • Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Dalam dinamika sosial Indonesia, satu hal yang menarik untuk diamati adalah bahwa suara-suara yang paling lantang menyuarakan kerukunan dan perdamaian justru lebih sering datang dari organisasi masyarakat sipil—terutama ormas keagamaan, sosial, dan komunitas-komunitas akar rumput—bukan dari pemerintah. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ia berakar pada perbedaan mendasar dalam cara berpikir, atau yang sering disebut sebagai […]

  • DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Dugaan pungutan liar (pungli) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumatera Utara kembali mencuat. Hal ini disampaikan oleh Nirwan Pumah Siregar, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GENINUSA bidang pendidikan dan ekonomi, yang menyoroti praktik pungutan yang berkedok sukarela namun bersifat wajib. “Pendidikan gratis di sekolah negeri sudah diatur dalam Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur, […]

expand_less