Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Solidaritas PC PMII Baabullah Kota Ternate Untuk Sumatera dan Aceh Sekaligus Berikan Warning Wilayah Maluku Utara 

  • account_circle Asril
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 234
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Baabullah Kota Ternate menggelar aksi kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sumatra dan Aceh, sekaligus mengampanyekan peringatan darurat ekologi bagi Maluku Utara yang saat ini dikepung oleh aktivitas pertambangan secara masif. Ternate, 7 Desember 2025.

Aksi yang berlangsung di depan Lank Mart itu diisi dengan penggalangan donasi, orasi kemanusiaan, serta kampanye penyelamatan lingkungan. Bencana yang melanda Sumatra tidak bisa dipandang sebagai peristiwa alam semata, melainkan juga sebagai akibat dari kerusakan lingkungan yang berlangsung secara sistematis.

Ketua Umum PMII Cabang Baabullah Kota Ternate sahabat Supriman, dalam orasinya menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya bentuk solidaritas untuk korban bencana, tetapi juga peringatan serius bagi Maluku Utara.

“Hari ini kita mengulurkan tangan untuk Sumatra, tetapi di saat yang sama kita sedang memperingatkan Maluku Utara. Bencana bukan sekadar peristiwa alam, melainkan juga akibat dari keserakahan manusia yang merusak hutan dan ruang hidup,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua II Bidang Advokasi PMII Cabang Baabullah, Sahabat Ibnu Haris, menegaskan bahwa bencana di Sumatra harus dilihat sebagai cerminan masa depan Maluku Utara jika sistem ekonomi yang eksploitatif terus dibiarkan.

“Fenomena alam di Sumatra hari ini adalah cerminan masa depan Maluku Utara atas sistem kapitalisme yang jahat dan eksploitatif. Di Maluku Utara terdapat kurang lebih 100 IUP. Bukan tidak mungkin lima atau sepuluh tahun ke depan Maluku Utara akan mengalami nasib yang sama seperti Sumatra,” tegas Ibnu.

Ia menambahkan bahwa bencana tidak boleh dipandang sebagai murni kehendak Tuhan, karena terdapat campur tangan manusia di baliknya, terutama para pemegang kekuasaan.

“Olehnya itu, fenomena ini tidak boleh dipandang semata-mata sebagai bencana dari Tuhan. Ada campur tangan manusia di dalamnya. Dan manusia yang kami maksud adalah para pemegang kekuasaan, karena mereka memiliki legitimasi penuh atas kejadian ini, baik secara politik maupun ekonomi,” lanjutnya.

Menurutnya, pembiaran terhadap perusakan hutan dan ekspansi tambang merupakan bentuk kejahatan struktural yang kelak akan dibayar mahal oleh rakyat.

“Jika hari ini negara memberi karpet merah kepada pertambangan, maka rakyatlah yang akan menanggung ongkosnya di masa depan melalui banjir, longsor, krisis air, dan hilangnya ruang hidup,” tambahnya.

Senada dengan itu, salah satu peserta aksi, Sahabat Gufran, menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini adalah upaya membangun kesadaran kolektif bahwa isu lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari isu kemanusiaan.

“Ketika alam dihancurkan, yang menjadi korban pertama adalah manusia. Maka membela lingkungan sama dengan membela kemanusiaan. Aksi hari ini adalah pesan moral agar negara tidak terus menutup mata,” katanya.

Dalam aksi tersebut, PMII Baabullah juga membagikan selebaran (propaganda) bertajuk “melihat sumatra menyadari Maluku Utara”.

Mereka juga berkomitmen untuk terus mengawal isu lingkungan hidup sebagai bagian dari perjuangan kemanusiaan di Maluku Utara.

Aksi ini mendapat respons positif dari masyarakat pengguna jalan yang turut menyumbangkan bantuan serta memberikan dukungan terhadap kampanye penyelamatan lingkungan yang disuarakan.

  • Penulis: Asril
  • Editor: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permohonan Dispensasi Nikah di Gorontalo Tinggi, Dinas PPPA Ajak Pemberdayaan dan Edukasi

    Permohonan Dispensasi Nikah di Gorontalo Tinggi, Dinas PPPA Ajak Pemberdayaan dan Edukasi

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Nulondalo.com — Permohonan dispensasi nikah di Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2025 tercatat ratusan kasus meskipun pemerintah dan lembaga terkait terus memperkuat pencegahan pernikahan usia anak. Berdasarkan data Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Gorontalo, sampai pertengahan Desember 2025 terdapat total 524 permohonan dispensasi nikah dari seluruh kabupaten/kota di Gorontalo. Jumlah ini menunjukkan bahwa fenomena pernikahan di bawah […]

  • Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Ketua Majelis Pembina Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang juga menjabat sebagai Bupati Gorontalo Utara, membuka secara resmi Perkemahan Tingkat Kwartir Ranting di Kecamatan Sumalata, Minggu (10/8/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Gerakan Pramuka. Dalam sambutannya, Thariq menyebut perkemahan menjadi wadah pendidikan, rekreasi, dan permainan. “Ketiga […]

  • Aktivis Pohuwato Desak Gubernur Gusnar Ismail Advokasi Revisi Permen ESDM 18/2025

    Aktivis Pohuwato Desak Gubernur Gusnar Ismail Advokasi Revisi Permen ESDM 18/2025

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 442
    • 0Komentar

    nulondalo.com  –  Aktivis asal Kabupaten Pohuwato, Muhajir Laindi, mendesak Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail untuk mengambil langkah lebih konkret dalam menyelesaikan persoalan pertambangan rakyat di daerah tersebut. Ia meminta pemerintah provinsi tidak hanya berfokus pada percepatan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), tetapi juga aktif mengadvokasi revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 18 Tahun 2025 yang dinilai belum […]

  • Marhaban Ya Ramadhan

    Marhaban Ya Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Ilham Sopu 
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Dalam salah satu bukunya yang masuk kategori best seller yakni Lentera Al-Qur’an, kisah dan hikmah kehidupan, salah satu tema yang dikupas Prof Quraish adalah menyangkut ramadhan. Ada dua kata yang digunakan untuk menyambut tamu yang datang, yakni marhaban dan ahlan wa sahlan, keduanya berarti selamat datang, tapi beda dalam penggunaan kalimat tersebut. Menurut Prof Quraish, […]

  • Ketika Lampu-Lampu Dinyalakan: Tumbilo Tohe dan Spirit Menjemput Lailatul Qadar

    Ketika Lampu-Lampu Dinyalakan: Tumbilo Tohe dan Spirit Menjemput Lailatul Qadar

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Dr. Hj. Misnawaty S. Nuna
    • visibility 654
    • 0Komentar

    Ramadhan adalah bulan cahaya. Cahaya wahyu, cahaya ampunan, dan cahaya petunjuk bagi umat manusia yang beriman. Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia meningkatkan ibadahnya untuk mencari malam yang lebih mulia daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini adalah puncak spiritual Ramadhan yang dijanjikan Allah sebagai malam penuh kemuliaan, rahmat, dan […]

  • Khutbah Jumat : Kemenangan Hanya Dapat Diraih dengan Persatuan

    Khutbah Jumat : Kemenangan Hanya Dapat Diraih dengan Persatuan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Ada satu ironi besar dalam tubuh umat Islam hari ini: kita sering berbicara tentang kemenangan, tetapi berjalan di jalan yang menjauhkannya. Kita berdoa agar umat ini kuat, namun pada saat yang sama kita sibuk memperlemah satu sama lain. Kita berharap Islam kembali berjaya, tetapi energi kita habis untuk memperdebatkan hal-hal yang sejak dahulu telah diperselisihkan […]

expand_less