nulondalo.com, Maros — Seorang anak berinisial MA (8), warga Lingkungan Allu, Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar setelah menjadi korban petasan rakitan. Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, khususnya pemerintah kecamatan dan elemen masyarakat sipil.
Sebagai wujud kepedulian terhadap warganya, Camat Maros Baru, Andi Abbas Maskur, bersama perwakilan LSM KIPFA Kabupaten Maros, menyambangi langsung korban di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi korban sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga.
Dalam keterangannya kepada awak media, Camat Maros Baru Andi Abbas Maskur menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa anak tersebut. Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kami sangat prihatin atas kejadian yang menimpa korban, apalagi ini anak-anak. Makanya saya datang langsung melihat kondisi anak tersebut. Alhamdulillah sudah agak baikan dan semoga lekas sembuh. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi anak-anak lainnya tentang bahaya bermain petasan atau membuat benda yang dapat membahayakan diri, serta peran orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya,” ujar Andi Abbas Maskur.
Sementara itu, LSM KIPFA Maros yang diwakili oleh Andi Akram juga menyampaikan keprihatinan sekaligus kepedulian sosial terhadap korban. Menurutnya, kehadiran lembaganya di rumah sakit merupakan bentuk empati dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat Maros.
“Saya mewakili teman-teman LSM KIPFA Maros menyambangi korban sebagai wujud kepedulian sosial kami terhadap masyarakat. Kebetulan korban adalah warga Maros, sehingga kami merasa terpanggil. Selain mendampingi masyarakat dalam proses hukum dan menjalankan fungsi kontrol, kami juga memiliki kepedulian sosial terhadap sesama,” jelas Andi Akram.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya petasan rakitan, terutama bagi anak-anak. Pemerintah setempat dan elemen masyarakat berharap kejadian ini dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan lingkungan sekitar agar lebih waspada serta aktif melindungi anak-anak dari aktivitas berisiko yang dapat mengancam keselamatan jiwa.


Saat ini belum ada komentar