Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Nusron Wahid Targetkan Semua Rumah Ibadah Bersertipikat: “Jangan Sampai Ada yang Belum”

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 256
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Upaya penyelesaian sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah di Indonesia terus diperkuat dengan melibatkan peran strategis tokoh-tokoh keagamaan. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan komitmennya untuk mempercepat sertipikasi aset keagamaan demi memberikan kepastian hukum dan mencegah konflik di masa mendatang.

“Karena itu Bapak-bapak sekalian, hari ini kita berkumpul. Ayo kita kerjakan satu persatu. Bersama-sama. Target saya, selama saya jadi menteri ini, jangan sampai ada tempat ibadah, sekolah, madrasah, makam, pesantren yang belum bersertipikat,” tegas Nusron saat memberikan pengarahan kepada perwakilan organisasi keagamaan di Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).

Dalam pertemuan yang dihadiri enam perwakilan organisasi keagamaan tersebut, Nusron menekankan bahwa percepatan sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah bukan sekadar tugas administratif, melainkan tanggung jawab moral negara.

“Saya sebagai Menteri ATR/Kepala BPN, rasa-rasanya kok saya ikut dosa kalau tidak mengumpulkan Bapak-bapak, tidak mendorong penyelesaian ini, sementara Bapak-bapak ini tokoh semua,” ungkapnya.

Lebih dari Separuh Tanah Wakaf Sudah Bersertipikat

Berdasarkan data estimasi nasional, terdapat 532.013 bidang tanah wakaf di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 284.946 bidang atau 53,5 persen telah bersertipikat. Sepanjang tahun 2025, capaian sertipikasi tanah wakaf secara nasional mencapai 23.888 bidang.

Sementara itu, di Provinsi Jawa Barat, estimasi jumlah tanah wakaf mencapai 87.795 bidang. Dari jumlah tersebut, 48.123 bidang atau 55,95 persen telah bersertipikat, dengan capaian sertipikasi selama tahun 2025 sebanyak 1.477 bidang.

Nusron menilai capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan melalui sinergi antara Kementerian ATR/BPN dengan organisasi-organisasi keagamaan, khususnya para tokoh yang memiliki pengaruh langsung di tengah masyarakat.

Libatkan Tokoh Agama untuk Percepat Sertipikasi

Menurut Nusron, keterlibatan aktif tokoh agama menjadi kunci utama dalam mempercepat proses sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah. Dengan dukungan para tokoh, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya kepastian hukum atas aset-aset keagamaan.

“Niat kita ini baik. Supaya masjid-masjid ini, rumah Tuhan, bayangkan rumahnya Gusti Allah tempat kita sujud, tempat kita ibadah, tempat kita mengadu kepada Tuhan ini secara hukum ada kepastian,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap fungsi sosial dan keagamaan tanah wakaf dapat terjaga sekaligus terlindungi dari potensi sengketa hukum di kemudian hari.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Nusron didampingi oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol ATR/BPN, Shamy Ardian. Pertemuan dimoderatori oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Yuniar Hikmat Ginanjar, serta dihadiri lima Kepala Kantor Pertanahan, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Karawang.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival JAGAT 2026: Belajar Ekologi Lewat Permainan, dari Pesantren untuk Bumi

    Festival JAGAT 2026: Belajar Ekologi Lewat Permainan, dari Pesantren untuk Bumi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, JOMBANG — Krisis ekologi di Indonesia semakin menuntut hadirnya kesadaran lingkungan yang tidak hanya berhenti pada kampanye dan slogan. Pendidikan ekologis perlu dikemas dengan pendekatan yang dekat, praktis, dan menyenangkan, terutama ketika menyasar anak-anak, remaja, santri, hingga masyarakat luas. Semangat itulah yang dibawa dalam rangkaian Festival JAGAT (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) […]

  • Masjid Istiqlal Luncurkan Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa pada Peringatan Nuzulul Qur’an

    Masjid Istiqlal Luncurkan Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa pada Peringatan Nuzulul Qur’an

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Masjid Istiqlal akan meluncurkan program Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa dalam rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang mengusung tema “Jembatan Harmoni Peradaban.” Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, sebagai bagian dari rangkaian acara yang digelar bersama Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama serta Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Program […]

  • Halalbihalal PP As’adiyah NU: Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyyah, dan Basyariyah

    Halalbihalal PP As’adiyah NU: Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyyah, dan Basyariyah

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dalam momentum Idulfitri 1447 Hijriah, Pondok Pesantren (PP) As’adiyah Li Nahdlatul Ulama Lompulle Kebo menggelar kegiatan halalbihalal yang berlangsung khidmat di aula pondok pesantren, Selasa (24/3/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Terus Mengokohkan Ukhuwah Basyariyah, Wathoniyyah, dan Islamiyah” sebagai bentuk komitmen dalam mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. Acara ini merupakan kolaborasi antara PP As’adiyah […]

  • Vatikan Tolak Bergabung dalam Board of Peace, Berbeda Sikap dengan Indonesia

    Vatikan Tolak Bergabung dalam Board of Peace, Berbeda Sikap dengan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Vatikan secara resmi menolak tawaran untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) guna menjaga netralitas diplomatik Takhta Suci di tengah berbagai konflik global yang sedang berlangsung. Keputusan ini menandai perbedaan sikap yang cukup mencolok dengan Indonesia yang sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi aktif dalam inisiatif tersebut. Penolakan itu ditegaskan melalui pernyataan resmi […]

  • Demokrasi yang Kehilangan Bumi

    Demokrasi yang Kehilangan Bumi

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Julman Hente
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Oleh: Julman Hente, SH., MH (Penulis) Demokrasi kita hari ini seperti pohon yang tumbuh tanpa akar. Tampak hijau di permukaan, penuh daun dan ranting yang menjulang, tetapi mudah roboh ketika angin kencang datang. Ia berdiri di atas tanah yang semakin rapuh, tanah yang terus terkikis oleh keputusan-keputusan yang mengatasnamakan rakyat tetapi mengkhianati bumi tempat rakyat […]

  • Polemik NU Gorontalo Kembali Mencuat, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mengemuka

    Polemik NU Gorontalo Kembali Mencuat, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mengemuka

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 119
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polemik di tubuh Nahdlatul Ulama Gorontalo tampaknya belum juga mereda. Dari catatan yang dihimpun redaksi, sejumlah persoalan internal terus bermunculan di organisasi para ulama di ujung utara Pulau Sulawesi tersebut. Beberapa polemik yang sempat mencuat di antaranya pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) yang disebut-sebut berlangsung secara “diam-diam” di Kota Gorontalo, Konfercab di Kabupaten Boalemo […]

expand_less