Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 263
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menilai demokrasi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius yang berpotensi melemahkan prinsip-prinsip dasar demokrasi, mulai dari kebebasan sipil, supremasi sipil, hingga kebebasan pers.

Penilaian tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026, yang digelar di Grha Pemuda, Kompleks Gereja Katedral, Jalan Katedral No. 7B, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026), dan disiarkan secara langsung.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh lintas agama dan tokoh bangsa, di antaranya Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M. Quraish Shihab, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Romo Franz Magnis-Suseno SJ, Pdt. Gomar Gultom, Erry Riyana Hardjapamekas, Pdt. Jacky Manuputty, Laode M. Syarif, Komaruddin Hidayat, Ery Seda, Romo A. Setyo Wibowo SJ, Lukman Hakim Saifuddin, dan Alissa Q. Wahid.

Skor Demokrasi Indonesia Stagnan

Dalam pernyataan sikapnya, GNB merujuk laporan Economist Intelligence Unit (EIU) 2025, yang mencatat skor kualitas demokrasi Indonesia berada di angka 6,30 dari skala 10.

“Pemilihan umum berjalan relatif baik, namun masih terdapat persoalan serius pada budaya politik, penghormatan terhadap kebebasan sipil, serta fungsi lembaga-lembaga pemerintahan,” ujar Omi Komaria Nurcholish Madjid saat membacakan pernyataan GNB.

Pernyataan sikap tersebut dibacakan secara bergiliran oleh para tokoh GNB, antara lain Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, Pdt. Jacky Manuputty, Pdt. Gomar Gultom, Romo Franz Magnis-Suseno, Lukman Hakim Saifuddin, dan Alissa Q. Wahid.

Represi terhadap Kebebasan Sipil Meningkat

GNB mencatat sepanjang 2025 terjadi peningkatan signifikan ancaman terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi. Pemenjaraan, teror, serta intimidasi terhadap warga negara yang menyampaikan kritik masih terus berlangsung.

Pasca aksi massa menuntut perbaikan kondisi bangsa pada Agustus 2025, yang disertai perusakan fasilitas publik, ribuan orang dilaporkan ditangkap dan ditahan, termasuk aktivis demokrasi dan pegiat hak asasi manusia.

“Hingga awal Desember 2025, penangkapan terhadap penggerak komunitas demokrasi lokal masih terus terjadi di sejumlah daerah,” demikian catatan GNB.

Selain itu, teror juga dialami akademisi dan influencer yang mengkritik penanganan bencana di Sumatera pada akhir November 2025.

Kebebasan Pers Memburuk

Kemunduran demokrasi juga tercermin dari memburuknya kebebasan pers. Jurnalis yang bersikap kritis dilaporkan mengalami berbagai bentuk intimidasi, mulai dari penghalangan kerja jurnalistik, perampasan alat liputan, hingga tekanan aparat penegak hukum dan keamanan.

GNB menilai pernyataan sejumlah pejabat publik yang menekan independensi media turut memperparah situasi. Bentuk teror yang dialami jurnalis, aktivis, akademisi, dan pemengaruh meliputi pengiriman bangkai binatang, perusakan kendaraan, doxing di ruang digital, hingga aksi kekerasan fisik seperti pelemparan bom molotov ke rumah.

GNB juga menyoroti kecenderungan negara menggunakan pendekatan represif dalam merespons tuntutan warga. Kekerasan dilaporkan terjadi dalam berbagai isu strategis, seperti pembahasan RUU TNI, aksi buruh, konflik Proyek Strategis Nasional, situasi di Papua, hingga polemik tunjangan anggota DPR.

“Meritokrasi birokrasi semakin terpinggirkan oleh kepentingan politik, sementara partai politik cenderung lebih menyuarakan kepentingan elite dibanding kepentingan publik,” kata Pdt. Gomar Gultom, Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Krisis Lingkungan Jadi Ancaman Bangsa

Selain persoalan demokrasi, GNB menilai krisis lingkungan hidup sebagai ancaman serius bagi masa depan Indonesia. Berdasarkan data FAO, luas kawasan hutan Indonesia menyusut drastis dari 118,5 juta hektare pada 1990 menjadi 92,1 juta hektare pada 2020.

Eksploitasi alam yang tidak berkelanjutan dan lemahnya penegakan hukum memicu bencana ekologis di berbagai wilayah, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.

Data BNPB per 11 Januari 2026 mencatat, bencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera menyebabkan 1.180 orang meninggal dunia, 145 orang hilang, dan sekitar 238 ribu orang mengungsi.

Sebagai gerakan etis dan nonpartisan, GNB mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan upaya bersama demi mewujudkan Indonesia yang adil, demokratis, dan bermartabat.

“Nilai-nilai agama, Pancasila, dan UUD 1945 harus menjadi landasan etik dalam menjalankan amanah kekuasaan publik,” tegas Alissa Q. Wahid.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sah! Ini dia Badan Usaha yang Bisa Memiliki Izin Pertambangan

    Sah! Ini dia Badan Usaha yang Bisa Memiliki Izin Pertambangan

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) perubahan keempat Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) menjadi UU. Hal tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-13 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024-2025 hari ini, Selasa (18/2). Dalam Rapat Paripuurna tersebut, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Achmad Doli Kurnia Tanjung […]

  • Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Gorontalo Naik 3,64 Persen

    Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Gorontalo Naik 3,64 Persen

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 sebesar 32,90 persen naik 3,64 poin dibandingkan bulan April 2025. “Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel merupakan gambaran produktivitas usaha jasa akomodasi,” kata Dwi Alwi Astuti Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Selasa (1/7/2025). Dwi Alwi menjelaskan peningkatan TPK hotel […]

  • Camat Maros baru Rudi: Bersih Masjid adalah Tanggung Jawab Bersama Menyambut Ramadhan

    Camat Maros baru Rudi: Bersih Masjid adalah Tanggung Jawab Bersama Menyambut Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Camat Maros Baru Rudi, S.IP., M.M. mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh jajaran Pemerintah Desa dan Kelurahan agar menggerakkan aksi kebersihan masjid di wilayah masing-masing. Seruan ini bukan sekedar rutinitas tahunan. Camat Rudi menegaskan bahwa kebersihan rumah ibadah merupakan bagian penting dalam membangun kekhusyukan dan kenyamanan […]

  • Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Perdebatan mengenai bentuk negara tidak pernah benar-benar usai. Ia muncul kembali setiap kali ketimpangan pembangunan melebar, distribusi sumber daya dipersoalkan, atau hubungan pemerintah pusat dan daerah dipenuhi rasa saling curiga. Pertanyaan yang mengemuka bukan lagi sekadar apakah Indonesia harus tetap menjadi negara kesatuan, melainkan apakah pola penyelenggaraannya yang masih menyisakan watak sentralistik masih memadai untuk […]

  • Ust. Rionadi Doe Jelaskan Kewajiban Qadha Ibadah dalam Kajian Kitab Minhajul Abidin Play Button

    Ust. Rionadi Doe Jelaskan Kewajiban Qadha Ibadah dalam Kajian Kitab Minhajul Abidin

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Ust. Rionadi Doe menjelaskan kewajiban mengganti (qadha) ibadah yang pernah ditinggalkan dalam pengajian Kitab Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali yang digelar di Masjid Nurul Haq, Jalan Gelatik, Kelurahan Heledulaa, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, pada Selasa malam seusai shalat Isya. Kajian ini juga ditayangkan langsung melalui kanal YouTube Nutizen Televisi. Dalam penyampaiannya, Ust. Rionadi menegaskan […]

  • Dari Masjid ke Lereng Bulusaraung: Doa Mengiringi Perjuangan Tim SAR Cari Korban ATR 42-500

    Dari Masjid ke Lereng Bulusaraung: Doa Mengiringi Perjuangan Tim SAR Cari Korban ATR 42-500

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, PANGKEP — Di tengah medan yang kejam dan cuaca yang sulit ditebak, perjuangan mencari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), tak hanya mengandalkan peralatan, strategi, dan ketangguhan fisik. Ada ikhtiar lain yang tak kalah penting: mengetuk langit lewat doa. Selasa (20/1/2026) usai Shalat Zuhur, tim SAR gabungan […]

expand_less