Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gegana Polda Jatim Temukan Black Powder dalam Kasus Ledakan Mercon di Ponorogo

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 308
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Timur mengungkap temuan bahan peledak jenis low explosive atau black powder dalam penyelidikan kasus ledakan mercon di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) tersebut menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka bakar berat.

Sejak Senin (2/3/2026) pagi, petugas dengan perlengkapan lengkap menyisir lokasi kejadian yang telah dipasangi garis polisi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bahan berbahaya yang tertinggal serta mencegah potensi ledakan lanjutan di kawasan permukiman.

Ditemukan Belerang dan Potas

Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jatim, Dyan Vicky Sandi, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal ditemukan material berupa belerang dan potas atau yang dikenal sebagai booster kelengkeng. Kedua bahan tersebut lazim digunakan dalam pembuatan bubuk petasan tradisional.

“Investigasi dari Gegana, sementara yang kami temukan itu ada unsur belerang, kemudian ada potas atau booster kelengkeng. Jadi yang dibuat di sini dipastikan low explosive atau black powder,” ungkapnya di lokasi kejadian.

Selain itu, tim juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga merupakan sisa-sisa ledakan untuk dianalisis lebih lanjut. Barang bukti tersebut antara lain selongsong petasan, kemasan belerang, serta potas yang diduga menjadi bagian dari racikan bahan peledak.

Dugaan Percikan Api

Sandi menjelaskan bahwa tingkat bahaya bahan peledak tidak hanya bergantung pada jenisnya, melainkan juga pada jumlah serta tekanan yang dihasilkan saat reaksi terjadi. Secara ilmiah, volume bahan yang besar dapat memicu tekanan tinggi yang berakibat fatal.

“Jenis bahan peledak itu tidak tergantung jenisnya apa, tapi ketika jumlahnya besar, daya ledaknya tinggi. Impact-nya bisa membahayakan atau merenggut nyawa seseorang karena tekanan yang sangat tinggi,” tegasnya.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, dugaan awal ledakan terjadi akibat percikan api saat proses pengolahan bahan. Namun kepastian penyebabnya masih menunggu hasil uji laboratorium forensik (Labfor) oleh penyidik Polres Ponorogo.

“Dugaan sementara mungkin ada percikan api. Tapi hasil investigasi dari penyidik Polres nanti dibawa ke labfor,” jelasnya.

Daya Ledak 2–5 Kilogram

Daya ledak diperkirakan bersumber dari bahan baku seberat antara 2 hingga 5 kilogram yang diracik di luar bangunan. Akibatnya, tekanan menyebar ke segala arah dan membentuk kawah sedalam kurang lebih 5 sentimeter di tanah.

“Mungkin 2–5 kilogram karena dibuat di luar rumah, tekanan ke luar menyebar dan kedalaman kawah ledakan sampai 5 sentimeter, itu sangat besar,” ujarnya.

Kepolisian juga menyoroti kemudahan masyarakat memperoleh bahan seperti belerang dan potas secara bebas di pasaran. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan, terutama menjelang perayaan hari besar.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mencoba membuat atau merakit bahan peledak serupa demi menghindari jatuhnya korban. Berdasarkan catatan tahun sebelumnya, terdapat 23 kasus ledakan petasan di Jawa Timur yang menimbulkan kerugian material dan korban jiwa.

Peristiwa di Ponorogo tersebut menelan tiga korban yang seluruhnya merupakan warga setempat. Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar berat.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang paling aman bagi lahirnya gagasan, perdebatan, dan keberanian berpikir. Sayangnya, realitas di lapangan sering kali berbicara lain. Ruang belajar kita masih dibayangi oleh warisan feodal yang mengekang kebebasan berpikir. Murid dituntut manut, mahasiswa diminta tunduk, sementara guru atau dosen ditempatkan di atas altar otoritas yang tidak boleh dipertanyakan. Ujung-ujungnya, pendidikan gagal […]

  • Akuntan Bukan Penjaga Angka, tetapi Penjaga Risiko

    Akuntan Bukan Penjaga Angka, tetapi Penjaga Risiko

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Ketika mendengar kata akuntan, banyak orang masih membayangkan seseorang yang sibuk menghitung angka, menyusun laporan keuangan, atau memastikan setiap transaksi tercatat dengan benar. Pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak lagi cukup untuk menggambarkan peran akuntan di tengah dunia bisnis yang semakin kompleks. Hari ini, akuntan bukan sekadar penjaga angka. Akuntan adalah penjaga risiko. Angka […]

  • Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Pidana Kerja Sosial yang direncanakan mulai diberlakukan pada tahun 2026, meski ia menyadari masih banyak masyarakat yang belum memahami hukum baru ini. Dukungan tersebut disampaikan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah, Kejaksaan, dan Jamkrindo di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (22/12/2025). […]

  • Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Kabel Listrik Berserakan di Tanah, Pasar Malam Dusun Taipa Diduga Abaikan Keselamatan Pengunjung

    Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Kabel Listrik Berserakan di Tanah, Pasar Malam Dusun Taipa Diduga Abaikan Keselamatan Pengunjung

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS – Keselamatan pengunjung pasar malam di Dusun Taipa, Desa Majannang, Kabupaten Maros, patut dipertanyakan. Hasil investigasi wartawan di lapangan menemukan kabel listrik yang menjalar di atas permukaan tanah tanpa pengamanan yang memadai, sehingga dinilai berpotensi membahayakan masyarakat yang datang ke lokasi. Dari pantauan langsung, kabel-kabel listrik terlihat membentang di jalur yang dilalui pengunjung. […]

  • Polda Bali Deportasi Buronan Interpol Asal Inggris, Pimpinan Sindikat Narkotika Internasional

    Polda Bali Deportasi Buronan Interpol Asal Inggris, Pimpinan Sindikat Narkotika Internasional

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Bali – Kepolisian Daerah (Polda) Bali resmi mendeportasi buronan internasional berinisial SL, warga negara Inggris yang diduga sebagai pimpinan sindikat kriminal transnasional. Deportasi dilakukan setelah tersangka ditangkap dalam operasi gabungan bersama Divhubinter Polri dan Imigrasi, Selasa (31/3/2026). Keterangan tersebut disampaikan oleh Kasubid Penmas Polda Bali, Rina Isriana Dewi, mewakili Kabid Humas Polda Bali. Ia […]

  • Antrean Solar Subsidi Dan Atrian penggunaan jalan,Menjadi tanda tanya Besar Ada apa dengan BBM?

    Antrean Solar Subsidi Dan Atrian penggunaan jalan,Menjadi tanda tanya Besar Ada apa dengan BBM?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,Maros – Sudah berbulan bulan masyarakat menyaksikan antrean panjang truk di hampir setiap SPBU Pertamina,  contonhnya di SPBU Pettuadae Kabupaten maros  Pemandangan ini seolah menjadi hal yang biasa, padahal dampaknya sangat nyata. Truk-truk yang mengantri hingga memakan badan jalan menyebabkan kemacetan panjang, mengganggu aktivitas masyarakat, dan menghambat kelancaran transportasi. Pertanyaannya, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Apakah stok […]

expand_less