Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Nuzulul Qur’an di Istiqlal Hadirkan Dai Tionghoa Koko Liem, Cerita Perjalanan Masuk Islam

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 280
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Istiqlal berlangsung meriah dan penuh inspirasi. Salah satu momen yang paling menarik perhatian jamaah adalah kehadiran dai kondangan Tionghoa, Koko Liem, yang membagikan kisah perjalanan spiritualnya memeluk Islam dalam dialog inspiratif yang menggugah hati.

Dalam paparannya, Koko Liem menjelaskan bahwa kekagumannya terhadap umat Islam berawal dari tradisi membaca Al-Qur’an. Ia mengatakan, “Salah satu alasan saya masuk Islam adalah karena kagum melihat orang-orang Islam yang bisa membaca Al-Qur’an.” Kekaguman sederhana itu kemudian menjadi pintu hidayah yang mengantarkannya memeluk Islam dan menekuni dakwah.

Di hadapan jamaah, ia juga menjelaskan prinsip pendidikan Al-Qur’an yang menjadi dasar pesantren yang sedang ia bangun. Menurutnya, umat terbaik adalah mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. “Menjadi umat terbaik itu dengan membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya melalui 5M: membaca, memahami, menghafal, mengamalkan, dan mengajarkannya,” ujar Koko Liem. 10/03/2016.

Ia juga menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga keberkahan hidup. “Al-Qur’an diturunkan untuk mengajarkan keberkahan. Berkah itu bukan hanya bahagia di dunia, tetapi juga bahagia di alam kubur dan alam akhirat,” tuturnya. Koko Liem juga menyelipkan filosofi hidup masyarakat Tionghoa yang ia pegang teguh, “Orang Tionghoa sukses punya prinsip kerja keras dulu, baru bisa makan yang kenyang.”

Ketua Panitia Nuzulul Qur’an, Mas’ud Halimin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, “Kami bersyukur dapat berkumpul dalam momentum istimewa peringatan Nuzulul Qur’an di bulan suci Ramadan.” Ia menambahkan bahwa tema kegiatan tahun ini adalah “Jembatan Harmoni Peradaban.” Menurutnya, “Indonesia adalah negeri yang kaya peradaban dan kebudayaan, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan menjadi ruh yang mempersatukan keberagaman tersebut.”

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Serian Wijatno, menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak sekadar mengenang sejarah. “Momentum ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali peran Al-Qur’an dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Al-Qur’an memiliki kekuatan yang melintasi batas etnis, budaya, dan bangsa.”

Sementara itu, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya menjadikan Nuzulul Qur’an sebagai refleksi spiritual. Ia menyampaikan, “Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum refleksi tentang peran Al-Qur’an dalam kehidupan umat.”

Acara tersebut juga ditandai dengan peluncuran program Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa yang diharapkan dapat menyebarkan cahaya Al-Qur’an ke seluruh Nusantara sebagai simbol harmoni peradaban dan keberagaman Indonesia.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Jadi Nahdliyyin Imma’ah

    Jangan Jadi Nahdliyyin Imma’ah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Ada hadits yang patut direnungkan oleh kita semua, khususnya oleh warga Nahdliyyin yang akhir-akhir ini menyaksikan banyak kejanggalan pada tubuh organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Mulai dari konflik internal hingga kasus-kasus yang menyeret para pengurus dan tokohnya. Nabi bilang begini: لا تَكُونُوا إمعة تَقولُونَ إِن أحسن النَّاس أحسنا وَإِن ظلمُوا ظلمنَا “Janganlah kalian menjadi “imma’ah”. Yaitu […]

  • Membagun Peradaban Islam yang tak Islami

    Membagun Peradaban Islam yang tak Islami

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2019
    • account_circle Aljunaid Bakari
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo sebagai ibu kota provinsi merupakan kota yang terus berkembang. Perkembangannya terbilang cukup masif, terutama sejak resmi memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2002. Sebagaimana kota-kota berkembang pada umumnya, arah pengembangan Kota Gorontalo sangat dipengaruhi oleh sense of place—sebuah imaji kolektif yang menjadi inspirasi pembangunan wilayah. Di banyak kota di Indonesia, sense […]

  • Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Saya cenderung skeptis terhadap doa dan pembacaan kitab suci dalam acara seremonial. Bukan karena keduanya kehilangan legitimasi religius, melainkan karena terlalu sering diposisikan sebagai ritual pembuka yang netral, steril dari relasi kuasa, dan seolah berada di luar politik representasi. Padahal, justru di awal acara itulah etika sebuah panggung bekerja. Acara ini dibuka dengan tilawah Al-Qur’an, […]

  • Skema Ponzi Berkedok Syariah Terkuak, DPR Desak Pemulihan Kerugian Korban DSI

    Skema Ponzi Berkedok Syariah Terkuak, DPR Desak Pemulihan Kerugian Korban DSI

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 257
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dugaan skema ponzi berkedok syariah dalam pengelolaan investasi peer to peer lending PT Dana Syariah Indonesia (DSI) kian menguat. Komisi III DPR RI menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut tidak boleh berhenti pada penetapan tersangka dan proses pemidanaan semata, tetapi harus berorientasi pada pemulihan kerugian para korban. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat […]

  • Demokrasi dan Distribusi Keadilan

    Demokrasi dan Distribusi Keadilan

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Siti Sara Malase
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Penulis : Siti Sara Malase Demokrasi merupakan salah satu sistem pemerintahan yang paling banyak diadopsi di dunia modern. Sejak akhir Perang Dingin, demokrasi menjadi standar legitimasi politik bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Secara konseptual, demokrasi didefinisikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Namun, dalam praktiknya, demokrasi kerap mengalami penyempitan makna dengan direduksi […]

  • Hari Ketiga Operasi Roaring Lion, Israel-AS Klaim Kuasai Udara Iran

    Hari Ketiga Operasi Roaring Lion, Israel-AS Klaim Kuasai Udara Iran

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat yang diberi nama Operasi Roaring Lion memasuki hari ketiga pada Senin (3/3/2026). Pemerintah Israel menyatakan operasi tersebut bertujuan menangkal ancaman nuklir dan balistik Iran, sekaligus melumpuhkan struktur kepemimpinan militer Teheran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampil dalam sebuah video pidato yang direkam di lokasi yang disebut […]

expand_less