Breaking News
light_mode
Trending Tags

Nuzulul Qur’an di Istiqlal Hadirkan Dai Tionghoa Koko Liem, Cerita Perjalanan Masuk Islam

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 159
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Istiqlal berlangsung meriah dan penuh inspirasi. Salah satu momen yang paling menarik perhatian jamaah adalah kehadiran dai kondangan Tionghoa, Koko Liem, yang membagikan kisah perjalanan spiritualnya memeluk Islam dalam dialog inspiratif yang menggugah hati.

Dalam paparannya, Koko Liem menjelaskan bahwa kekagumannya terhadap umat Islam berawal dari tradisi membaca Al-Qur’an. Ia mengatakan, “Salah satu alasan saya masuk Islam adalah karena kagum melihat orang-orang Islam yang bisa membaca Al-Qur’an.” Kekaguman sederhana itu kemudian menjadi pintu hidayah yang mengantarkannya memeluk Islam dan menekuni dakwah.

Di hadapan jamaah, ia juga menjelaskan prinsip pendidikan Al-Qur’an yang menjadi dasar pesantren yang sedang ia bangun. Menurutnya, umat terbaik adalah mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. “Menjadi umat terbaik itu dengan membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya melalui 5M: membaca, memahami, menghafal, mengamalkan, dan mengajarkannya,” ujar Koko Liem. 10/03/2016.

Ia juga menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga keberkahan hidup. “Al-Qur’an diturunkan untuk mengajarkan keberkahan. Berkah itu bukan hanya bahagia di dunia, tetapi juga bahagia di alam kubur dan alam akhirat,” tuturnya. Koko Liem juga menyelipkan filosofi hidup masyarakat Tionghoa yang ia pegang teguh, “Orang Tionghoa sukses punya prinsip kerja keras dulu, baru bisa makan yang kenyang.”

Ketua Panitia Nuzulul Qur’an, Mas’ud Halimin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, “Kami bersyukur dapat berkumpul dalam momentum istimewa peringatan Nuzulul Qur’an di bulan suci Ramadan.” Ia menambahkan bahwa tema kegiatan tahun ini adalah “Jembatan Harmoni Peradaban.” Menurutnya, “Indonesia adalah negeri yang kaya peradaban dan kebudayaan, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan menjadi ruh yang mempersatukan keberagaman tersebut.”

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Serian Wijatno, menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak sekadar mengenang sejarah. “Momentum ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali peran Al-Qur’an dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Al-Qur’an memiliki kekuatan yang melintasi batas etnis, budaya, dan bangsa.”

Sementara itu, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya menjadikan Nuzulul Qur’an sebagai refleksi spiritual. Ia menyampaikan, “Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum refleksi tentang peran Al-Qur’an dalam kehidupan umat.”

Acara tersebut juga ditandai dengan peluncuran program Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa yang diharapkan dapat menyebarkan cahaya Al-Qur’an ke seluruh Nusantara sebagai simbol harmoni peradaban dan keberagaman Indonesia.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyebab Menteri KKP Jatuh Pingsan Terungkap, Diduga Akibat Kelelahan

    Penyebab Menteri KKP Jatuh Pingsan Terungkap, Diduga Akibat Kelelahan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Penyebab Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono jatuh pingsan saat memimpin upacara pelepasan jenazah di Jakarta akhirnya terungkap. Berdasarkan keterangan pihak KKP, Trenggono diduga mengalami kelelahan akibat aktivitas dan agenda kerja yang padat dalam beberapa hari terakhir. Insiden tersebut terjadi saat Menteri Trenggono memimpin upacara penghormatan dan pelepasan jenazah pegawai KKP […]

  • Rentenir Tak Dilarang, Asal Tak Memukul: Wajah Baru Hukum Pidana Setelah KUHP 2026

    Rentenir Tak Dilarang, Asal Tak Memukul: Wajah Baru Hukum Pidana Setelah KUHP 2026

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Di gang sempit permukiman padat penduduk, praktik pinjam-meminjam uang masih berlangsung seperti biasa. Bunga mencekik, tempo singkat, dan penagihan yang membuat jantung berdebar. Bedanya, kini semua itu terjadi di bawah payung hukum pidana yang baru. Sejak 2 Januari 2026, Indonesia resmi meninggalkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana warisan kolonial. KUHP dan KUHAP versi terbaru mulai berlaku, […]

  • Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang paling aman bagi lahirnya gagasan, perdebatan, dan keberanian berpikir. Sayangnya, realitas di lapangan sering kali berbicara lain. Ruang belajar kita masih dibayangi oleh warisan feodal yang mengekang kebebasan berpikir. Murid dituntut manut, mahasiswa diminta tunduk, sementara guru atau dosen ditempatkan di atas altar otoritas yang tidak boleh dipertanyakan. Ujung-ujungnya, pendidikan gagal […]

  • Wali Kota Adhan Dambea Ubah Jam Kerja Guru, Mulai Berlaku 1 April 2026

    Wali Kota Adhan Dambea Ubah Jam Kerja Guru, Mulai Berlaku 1 April 2026

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 478
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam menghargai dedikasi para pahlawan tanpa tanda jasa. Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian guru, Wali Kota Adhan Dambea resmi menetapkan kebijakan perubahan jam kerja khusus bagi guru dan tenaga kependidikan. Kebijakan strategis ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 April 2026 dan menyasar seluruh tenaga pendidik berstatus […]

  • Akbar Ramadhan Tegaskan Siap Kawal Pengisian Jabatan Kosong di Desa Majannang

    Akbar Ramadhan Tegaskan Siap Kawal Pengisian Jabatan Kosong di Desa Majannang

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Anggota Karang Taruna Desa Majannang, Akbar Ramadhan, menyampaikan komitmennya untuk mengawal proses pengisian sejumlah jabatan yang saat ini masih kosong di Desa Majannang. Menurutnya, kekosongan beberapa posisi penting di desa harus segera mendapat perhatian serius demi menjaga stabilitas pelayanan dan jalannya pemerintahan desa. Adapun posisi yang menjadi sorotan di antaranya jabatan Kepala […]

  • Sabar dan Syukur dalam Politik; Mendengar Tausiah Singkat KH. Zulfa Mustafa

    Sabar dan Syukur dalam Politik; Mendengar Tausiah Singkat KH. Zulfa Mustafa

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Nulondalo.com-Dalam acara buka puasa bersama Partai Nasdem dan anak yatim piatu, KH. Zulfa Mustafa menyampaikan tausiah yang menyoroti makna sabar dan syukur dalam kehidupan orang-orang beriman, termasuk dalam ranah politik. Mengutip kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, ia menegaskan bahwa iman terdiri dari dua bagian: separuh sabar dan separuh syukur. Menurutnya, kualitas keimanan terimplementasikan melalui […]

expand_less