Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Jejak Yusril dalam Harmoni Islam dan Pancasila

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 358
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sepanjang pembacaan saya atas karya-karya Prof. Yusril, beberapa di antaranya: Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam (1999), Membangun Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan (2000), ditambah delapan buku barunya dirilis pada 2026 yang merangkum 50 tahun pemikirannya, serta melihat dari perjalanan panjang beliau dalam panggung politik nasional, saya menangkap satu kesan bahwa beliau bukan sekadar seorang intelektual atau politisi, tetapi seorang guru bangsa yang berjalan dengan prinsip dan keteguhan.

Keteguhannya tidak lahir dari sikap keras kepala, melainkan dari kedalaman berpikir dan keluasan pandang. Ia memahami bahwa dalam kehidupan berbangsa, tidak semua kebenaran harus ditegakkan dengan cara yang tergesa. Ada saat di mana seseorang perlu mengalah—bukan karena kalah, tetapi karena melihat kemaslahatan yang lebih luas. Dan di titik itulah Yusril tampak matang: ia memilih jalan panjang, jalan konstitusional, jalan yang tidak selalu populer, tetapi kokoh.

Ia memiliki ketajaman yang jarang dimiliki banyak tokoh: mampu membaca Islam bukan hanya sebagai ajaran normatif, tetapi sebagai nilai yang hidup dan bisa diintegrasikan dalam sistem bernegara. Dalam pandangannya, Islam dan demokrasi Pancasila bukan dua kutub yang saling menegasikan, melainkan dua arus yang bisa berjalan searah.

Yusril tidak terjebak pada keinginan menjadikan Islam sekadar simbol formal negara, tetapi juga tidak rela jika Islam dijauhkan dari ruang publik. Ia menempuh jalan tengah—menghadirkan nilai-nilai Islam melalui mekanisme konstitusi, melalui dialog, melalui proses demokrasi yang sah. Itulah yang membuat pemikirannya terasa khas: tidak meniru demokrasi Barat secara mentah, tetapi juga tidak menolaknya; melainkan mengolahnya dengan ruh keislaman dan keindonesiaan.

  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 351
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) XII, Ahad (11/1/2025). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid. Dalam sambutannya, Sekda Ismail Madjid menyampaikan sejumlah pesan penting kepada Wahdah Islamiyah, khususnya terkait pembinaan generasi […]

  • Layanan Imigrasi Menunjang Terbentuknya Embarkasi Haji Gorontalo

    Layanan Imigrasi Menunjang Terbentuknya Embarkasi Haji Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo, – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan layanan imigrasi dan pemasyarakatan di daerah. Hal ini disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di Kantor Imigrasi Kelas I Gorontalo, Senin (30/6/2025). Kehadirannya menjadi momentum penting dalam mempercepat reformasi kelembagaan dan pelayanan publik, khususnya di sektor keimigrasian […]

  • Kemenag Buka Bantuan Penyelesaian Studi S2 dan S3, Mahasiswa Bisa Dapat Hingga Rp25 Juta

    Kemenag Buka Bantuan Penyelesaian Studi S2 dan S3, Mahasiswa Bisa Dapat Hingga Rp25 Juta

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle -
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Jakarta – Kabar baik bagi mahasiswa program magister (S2) dan doktor (S3) yang sedang berada pada tahap akhir penyelesaian studi. Kementerian Agama Republik Indonesia kembali membuka pendaftaran Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP) bagi mahasiswa pascasarjana dalam negeri dengan nilai bantuan mencapai Rp20 juta untuk jenjang S2 dan Rp25 juta untuk jenjang S3. Program yang dikelola […]

  • Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Abu Dzar al-Ghifari adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kehidupan zuhudnya. Ia berasal dari kabilah Ghifar, sebuah kabilah Arab yang tinggal di jalur perdagangan antara Makkah dan Syam. Sebelum masuk Islam, kabilah ini dikenal keras dan hidup dari merampok kafilah dagang. Namun Abu Dzar memiliki sifat yang berbeda dari kebanyakan orang […]

  • Tak Hanya Zakat, Ekonom NU Dorong Optimalisasi Wakaf dan Sedekah untuk Pengentasan Kemiskinan

    Tak Hanya Zakat, Ekonom NU Dorong Optimalisasi Wakaf dan Sedekah untuk Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 301
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pernyataan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, terkait potensi dan pengelolaan dana umat kembali memantik diskursus publik mengenai peran keuangan sosial Islam dalam pembangunan nasional. Menanggapi hal tersebut, Ekonom Nahdlatul Ulama, Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., menegaskan bahwa pengelolaan dana umat tidak boleh berhenti pada zakat semata. “Zakat adalah fondasi. Namun, ekosistem dana […]

  • Memaknai Tema Natal 2020 “Mereka akan Menamakan Dia Imanuel”

    Memaknai Tema Natal 2020 “Mereka akan Menamakan Dia Imanuel”

    • calendar_month Jumat, 25 Des 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Natal bukan hanya sekedar momen ritual umat kristiani dalam rangka memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Tapi Natal juga menjadi arena refleksi dan introspeksi bagi umat Kristiani dalam kehidupan sosial. Bagaimana kecintaan mereka terhadap Yesus dan juga bagaimana mereka menterjemahkan nilai-nilai kasih dalam diri Yesus Kristus. Natal tahun 2020 mengusung tema “Mereka Akan Menamakan Dia Imanuel”. Tema […]

expand_less