Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pemerkosaan terhadap Teks: Gus Aniq Kritik Pembelaan Kurban Presiden dengan Dana APBN

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 1.486
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com –  Polemik mengenai pembagian hewan kurban Presiden Prabowo Subianto menggunakan dana APBN terus memantik perdebatan publik.

Di tengah silang pendapat antara pihak yang mengkritik dan membela kebijakan tersebut, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdullah Aniq Nawawi atau yang akrab disapa Gus Aniq, turut menyampaikan pandangannya secara kritis.

Menurut Gus Aniq, sejumlah pihak mencoba membenarkan penggunaan dana negara untuk kurban presiden dengan merujuk pada teks dalam kitab Al-Fiqhul Manhaji yang berbunyi:

يسنّ لحاكم المسلمين أو إمامهم أن يضحي من بيت المال عن المسلمين

“Disunnahkan bagi pemimpin muslim untuk berkurban dari baitul mal atas nama kaum muslimin.”

Namun, menurutnya, penggunaan teks tersebut justru perlu dibaca secara lebih hati-hati dan proporsional.

“Ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan sebelum teks itu dijadikan legitimasi,” ujar Gus Aniq.

Ia mempertanyakan terlebih dahulu apakah APBN dalam konteks negara modern dapat langsung disamakan dengan konsep baitul mal dalam khazanah fikih klasik.

Menurutnya, hal itu membutuhkan pembahasan serius dan mendalam dengan pendekatan tahqiq al-manath serta dukungan referensi yang mu’tabar.

Selain itu, ia menyoroti bagian paling penting dalam teks tersebut, yakni frasa “atas nama kaum muslimin”.

“Dalam teks itu jelas disebutkan bahwa kurban dari baitul mal dilakukan atas nama kaum muslimin. Sementara yang disampaikan ke publik adalah kurban atas nama pribadi Presiden Prabowo, bukan atas nama rakyat Indonesia,” katanya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (1)

  • Tulisan Guru

    Gus Aniq sangat faham tentang fikih dan dan ilmu lainya, apalagi dalam konteks siyasah, bahkan saat kuliah di Maroko aktif dalam menulis, bahasa dan tulisan nya pun lugas dan jelas, saya juga salut saat bertemu selama di Kediri.

    Balas28 Mei 2026 20:05

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

    Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Kita sedang terbiasa menilai tanpa benar-benar memahami. Dunia dibaca dari permukaan, sementara fondasinya diabaikan. Kita bicara tentang kemajuan China tanpa menyentuh Marxism-nya, dan mengomentari Iran tanpa mengerti Syiah-nya. Di situlah letak masalahnya: pengetahuan tidak lagi dipakai untuk membongkar, tapi sekadar untuk ikut berbicara, itulah mengapa kebenaran sering kalah cepat dari hal yang sekadar menarik. Di […]

  • Jawab Kebutuhan Dunia Keuangan, Akuntansi Unusia Tawarkan Kurikulum Adaptif dan Praktis

    Jawab Kebutuhan Dunia Keuangan, Akuntansi Unusia Tawarkan Kurikulum Adaptif dan Praktis

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 367
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di bidang keuangan, pajak, dan audit, Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) hadir sebagai pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin memiliki karier jelas, beretika, dan relevan dengan perkembangan zaman. Prodi ini menggabungkan kompetensi akademik, keterampilan praktis, serta nilai-nilai keislaman khas Nahdlatul Ulama. Kepala Program […]

  • Banggar DPR Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga oleh Agrinas Dibatalkan

    Banggar DPR Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga oleh Agrinas Dibatalkan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Said Abdullah, meminta rencana impor 105.000 unit mobil niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dibatalkan. Ia menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan upaya memperkuat industri dalam negeri dan ekonomi pedesaan. Menurut Said, penggunaan dana APBN untuk pengadaan kendaraan dari luar negeri tidak sejalan dengan arah […]

  • Ikhlas Boleh, Lapar Jangan

    Ikhlas Boleh, Lapar Jangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Di republik ini, guru dan dosen punya gelar kehormatan yang sangat sakral: “pahlawan tanpa tanda jasa.” Setiap kali kalimat itu diucapkan, hadirin biasanya mengangguk khidmat. Tapi kalau direnungi ala santri pesantren, ada pertanyaan kecil yang suka muncul di sela-sela ngopi: “Tanpa tanda jasa itu maksudnya tanpa piagam atau tanpa angka di slip gaji?” Humor Nahdlatul […]

  • Eks Kapolres Bima Kota Dipecat Tidak Hormat, KKEP Nyatakan Terbukti Terlibat Narkoba dan Pelanggaran Berat

    Eks Kapolres Bima Kota Dipecat Tidak Hormat, KKEP Nyatakan Terbukti Terlibat Narkoba dan Pelanggaran Berat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap eks Kapolres Bima Kota AKBP DPK resmi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Putusan tersebut dibacakan dalam sidang etik yang digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Kamis (19/2/2026). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa sidang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga […]

  • Ramadhan Momentum Menakar Diri

    Ramadhan Momentum Menakar Diri

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Pelan namun pasti, Ramadhan terus merangkak. Ada hari yang telah terlewati. Setuju atau tidak, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menakar dan mengukur diri. Pasti ada yang bertanya-tanya, mengapa harus Ramadhan ? Bukankah ada bulan lainnya. Muharram misalnya ? Alasannya sederhana. Meski baru beberapa hari menjalani kawah candradimuka Ramadhan, kuantitas dan kualitas ibadah kita  telah terukur […]

expand_less