Pemerkosaan terhadap Teks: Gus Aniq Kritik Pembelaan Kurban Presiden dengan Dana APBN
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 712
- print Cetak

KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq/ Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Polemik mengenai pembagian hewan kurban Presiden Prabowo Subianto menggunakan dana APBN terus memantik perdebatan publik.
Di tengah silang pendapat antara pihak yang mengkritik dan membela kebijakan tersebut, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdullah Aniq Nawawi atau yang akrab disapa Gus Aniq, turut menyampaikan pandangannya secara kritis.
Menurut Gus Aniq, sejumlah pihak mencoba membenarkan penggunaan dana negara untuk kurban presiden dengan merujuk pada teks dalam kitab Al-Fiqhul Manhaji yang berbunyi:
يسنّ لحاكم المسلمين أو إمامهم أن يضحي من بيت المال عن المسلمين
“Disunnahkan bagi pemimpin muslim untuk berkurban dari baitul mal atas nama kaum muslimin.”
Namun, menurutnya, penggunaan teks tersebut justru perlu dibaca secara lebih hati-hati dan proporsional.
“Ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan sebelum teks itu dijadikan legitimasi,” ujar Gus Aniq.
Ia mempertanyakan terlebih dahulu apakah APBN dalam konteks negara modern dapat langsung disamakan dengan konsep baitul mal dalam khazanah fikih klasik.
Menurutnya, hal itu membutuhkan pembahasan serius dan mendalam dengan pendekatan tahqiq al-manath serta dukungan referensi yang mu’tabar.
Selain itu, ia menyoroti bagian paling penting dalam teks tersebut, yakni frasa “atas nama kaum muslimin”.
“Dalam teks itu jelas disebutkan bahwa kurban dari baitul mal dilakukan atas nama kaum muslimin. Sementara yang disampaikan ke publik adalah kurban atas nama pribadi Presiden Prabowo, bukan atas nama rakyat Indonesia,” katanya.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar