Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Post-Tarbiyah : Akhir Politik Kebencian

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • visibility 293
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejak pertama kali Asef Bayat menggempur ruang publik melalui pemikiran Post-Islamism: The Changing Faces of Political Islam (2013), negara yang berpenduduk mayoritas Muslim-termasuk Indonesia- tiba-tiba tersentak karena ternyata tubuh Islam  tidak pernah mengalami stagnasi tapi terus memperlihatkan sinyal transformasi. Para kaum Islamis terdidik pun segera banting setir lalu  melayangkan protes tanpa ampun apabila Islam bukanlah sebuah ajaran monolitik di bawah ancaman sistem teokratis. Islam mesti diizinkan tumbuh, berkembang lalu ‘berdansa’  dengan nilai-nilai demokrasi, sekularisme, dan modernitas.

Sampai hari ini, post-Islamisme masih menjadi kritik berbobot guna merumuskan kembali posisi serta fungsi agama dalam area kewargaan global yang disebut Kymlicka (1995) cenderung memunculkan berbagai konflik horizontal seperti menuntut pengakuan serta dukungan terhadap identitas kultural. Jika analisis Bayat berfokus pada bagaimana interpretasi atas Islam mendekonstruksi sistem keyakinan demi tata pemerintahan yang baik, maka tulisan ini menitikberatkan pada bagaimana interpretasi atas Islam merekonstruksi sistem pendidikan agar kompatibel dengan semangat pembangunan. Pertanyaannya, apa argumentasi inti dari gagasan post-tarbiyah ? Lantas, bagaimana peran post-tarbiyah dalam mengakhiri politik kebencian?

Dari Polarisasi ke Unifikasi Islam

Institusi tarbiyah merupakan ‘pabrik ideologi’ dimana dasar-dasar pengetahuan tentang syariat Islam disosialisasikan, ditanamkan dan dibiasakan sejak usia dini hingga mendorong terjadinya pembentukan makna melalui jalur yang disebut Hall (1997) sebagai sirkuit budaya (circuit of culture).  Dari perspektif ini, makna syariat Islam diproduksi lewat kurikulum, direpresentasikan lewat figur kiai, ustadz atau murabbi, dibentuk melalui identitas kesalehan, dikonsumsi melalui busana, bahasa dan mualamah serta dijaga oleh regulasi masing-masing jamaah. Adapun post-tarbiyah saya definisikan sebagai proses peralihan legitimasi (transfer of legitimacy) untuk memindahkan pengakuan, wewenang atau kekuasaan dari pihak ulama konservatif ke pihak intelektual progresif yang beraliran organisasi keislaman tradisionalis, modernis maupun revivalis.

Post-tarbiyah muncul dari refleksi sosiologis saya atas kekecewaan generasi kelas menengah Muslim terhadap perseteruan ideologi klasik seperti isu taklid, westernisasi, hingga purifikasi yang sebetulnya tidak memberi keuntungan praktis apapun bagi kualitas pembangunan lokal di Indonesia.  Polarisasi semacam ini selalu bernada deterministik, kontroversial hingga provokatif. Mereka tak pernah rela melepaskan kacamata kuda. Mengaku paham pluralitas tapi tak berani melintas batas. Gejolak polarisasi Islam memang sering dipicu oleh perpecahan otoritas keilmuan (Azra, Dijk & Kaptein,2010), perebutan tafsir keagamaan (Kersten, 2015), serta kepentingan kuasa golongan (Hadiz, 2016). Polarisasi yang tak terkendalikan memicu peningkatan suhu politik kebencian  hingga menendang umat dari esensi ajaran Islam yang komunitarian.

Pada titik krusial ini, saya mengamati jika para generasi intelektual progresif mulai mengobati penyakit fanatisme golongan melalui proyek unifikasi Islam. Mereka meyakini bahwa  nilai revivalisme Islam membentuk ketahanan keluarga, nilai modernisme Islam membentuk ketahanan industri sedangkan nilai tradisionalisme Islam membentuk ketahanan masyarakat. Idealnya, manusia yang memiliki karakter Salaf (revivalis) akan bekerja secara profesional, rasional, dan kompetitif (modernis) tanpa kehilangan identitas kebudayaan dan kedekatan spiritualnya dengan Tuhan (tradisionalis). Revivalisme adalah akar, modernisme adalah batang dan tradisionalisme adalah tanah. Ketiganya saling bergantung pada ekosistem yang sama.

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Turmuji Jafar
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Oleh: Turmuji Jafar (Mahasiswa Pascasarjana UAC Mojokerto)   Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Terhitung sejak tanggal 25-30 November 2025, terus mendapatkan bantuan dari berbagai pihak untuk kemanusiaan dan juga pemulihan. Banjir yang terjadi di Aceh dan Sumatera bukan semata-mata karena faktor musim hujan dengan […]

  • DPR RI Beberkan 4 Masalah Krusial Pascabencana di Sumatra, Ini yang Paling Mendesak

    DPR RI Beberkan 4 Masalah Krusial Pascabencana di Sumatra, Ini yang Paling Mendesak

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mengungkap empat permasalahan krusial yang masih menghambat penanganan dan pemulihan bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Temuan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif Satgas Galapana DPR RI selama 1–5 Januari 2025 di daerah terdampak. Hal itu disampaikan perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, dalam Rapat Koordinasi Satgas […]

  • Ringankan Beban Lansia, BUMDes Dulohupa Berbagi di Bulan Puasa photo_camera 2

    Ringankan Beban Lansia, BUMDes Dulohupa Berbagi di Bulan Puasa

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 358
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dulohupa Desa Buti, Kecamatan Mananggu, menyalurkan paket sembako kepada sejumlah warga lanjut usia (lansia) di Desa Buti. Program sosial ini menyasar para lansia yang dinilai membutuhkan perhatian lebih, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok selama menjalankan ibadah puasa. Direktur BUMDes Dulohupa, Akram Talibana, menjelaskan bahwa paket yang dibagikan berisi […]

  • Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Suaib PR
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Direktur Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Alissa Wahid, menegaskan bahwa Generasi Z perlu diakomodasi secara serius karena mereka kini menjadi aktor utama dalam berbagai gelombang perubahan sosial. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Kelas Penggerak GUSDURian (KPG) yang digelar oleh Komunitas Gusdurian Makassar di Kantor PCNU Kabupaten Gowa, 25 Juni 2026. Putri sulung KH. […]

  • Mahasiswa KKN-T Unhas Sosialisasikan Pencegahan PMK dan Bagikan Obat Cacing di Desa Bontomanurung

    Mahasiswa KKN-T Unhas Sosialisasikan Pencegahan PMK dan Bagikan Obat Cacing di Desa Bontomanurung

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan sosialisasi pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara door to door di Desa Bontomanurung, Kabupaten Maros. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pembagian obat cacing bagi masyarakat yang memiliki ternak. Program kerja individu tersebut dilaksanakan oleh Rifqah Nabila Rasyid, mahasiswa Program Studi […]

  • Ketua IKPM-HT Yogyakarta Resmi Laporkan Kader PDI-P, Shanty Alda Nathalia ke Bidang Kehormatan DPP

    Ketua IKPM-HT Yogyakarta Resmi Laporkan Kader PDI-P, Shanty Alda Nathalia ke Bidang Kehormatan DPP

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Yogyakarta – Ketua Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta resmi melayangkan surat pengaduan terhadap Shanty Alda Nathalia, Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, ke Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan pada Selasa (3/3/2026). Laporan ini terkait dugaan pelanggaran disiplin partai dan benturan kepentingan (conflict of interest) yang dinilai mencederai marwah institusi. […]

expand_less