Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Post-Tarbiyah : Akhir Politik Kebencian

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • visibility 235
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam The Great Disruption: Human Nature and the Reconstitution of Social Order (1999), Fukuyama mengatakan jika kejahatan sosial di Amerika dan Eropa sering terjadi karena hilangnya struktur keluarga yang sehat, tingginya angka perceraian dan meningkatnya anak yang dibesarkan orang tua tunggal. Dalam State-Building: Governance and World Order in the 21st Century (2004), lagi-lagi Fukuyama mengatakan jika birokrasi profesional adalah syarat mutlak bagi terciptanya pembangunan, keamanan, dan demokrasi. Dalam Trust: The Social Virtues and the Creation of Prosperity (1995), akhirnya Fukuyama mengunci dengan pernyataan bahwa industri bisnis berwatak fleksibel merupakan modal dasar memenangkan perekonomian global dan hanya pada  masyarakat yang memiliki tingkat kepercayaan sosial tinggilah modal ini akan terwujud.

Evolusi Tarbiyah Dalam Kehidupan Modern

 Mengikuti pikiran Hegel (1956), gagasan post-tarbiyah ini terus bergerak maju melalui proses sejarah yang rasional-universal, teratur serta berdialektika agar bisa menciptakan struktur dan fungsi kehidupan yang lebih baik. Dalam Identity: The Demand for Dignity and the Politics of Resentment (2018) Fukuyama menegaskan kembali apabila akhir sejarah umat manusia ialah kebutuhan akan pengejaran materi (homo economicus) dan kebutuhan akan pengakuan martabat (homo honorificus). Tarbiyah pun berevolusi menuju kedua hukum sejarah ini melalui lensa ekonomi klasik Smith (1776) yaitu  kepentingan diri (self-interest), pembagian kerja (division of labour), pertukaran modal (capital exchange), kebebasan berpikir & bertindak (laissez-faire), permintaan & penawaran (supply and demand) serta keseimbangan sosial (invisible hand).  Pembangunan berkelanjutan hanya ilusi jika hanya mengandalkan satu aliran. Jika hanya ada  modernis, pembangunan akan kering spiritual. Jika hanya ada tradisionalis, pembangunan akan dibunuh oleh status quo, dan jika hanya ada revivalis, pembangunan akan dikubur oleh kekerasan identitas. Melalui mekanisme ‘pasar agama’, interaksi ketiganya menciptakan checks and balances. Jika prinsip fundamental ini diterapkan, maka politik kebencian akan berkesudahan.

Penutup

Post-tarbiyah ditandai oleh dua proses utama yaitu unifikasi dan evolusi. Post-tarbiyah hadir untuk mengikis habis sentimen populis dan  menjawab tantangan pembangunan di tengah krisis. Ketika manusia hanya dididik untuk mengultuskan dan mengimitasi ajaran Islam yang sudah diwariskan tradisi, maka Islam tidak akan efektif untuk menjawab masalah disrupsi informasi. Ketika manusia hanya dididik untuk alergi dengan peradaban Barat, maka Islam akan terisolasi dari kemajuan teknologi. Ketika manusia hanya dididik untuk membela makna literal kitab suci, maka Islam hanya akan menjadi rantai besi yang membelenggu mulut dan kaki perempuan agar tidak terlibat dengan gaya hidup kosmopolitan. Mari kita beri kesempatan bagi intelektual-intelektual muda progresif untuk terus bersuara dan bernafas !

Penulis : Dosen IAIN Manado/Anggota KPPP MUI Sulawesi Utara

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Gorontalo Gandeng OJK, BEI, dan Phintraco Sekuritas Gelar Literasi Pasar Modal Syariah: “Benteng Keuangan Umat”

    PWNU Gorontalo Gandeng OJK, BEI, dan Phintraco Sekuritas Gelar Literasi Pasar Modal Syariah: “Benteng Keuangan Umat”

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Phintraco Sekuritas Gorontalo menggelar kegiatan Literasi & Inklusi Keuangan Pasar Modal Syariah dengan tema “Benteng Keuangan Umat” pada Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus […]

  • Hirarki Pengabdian Gus Dur

    Hirarki Pengabdian Gus Dur

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Peringatan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi momentum reflektif untuk membaca sosok Gus Dur secara lebih utuh dan jernih. Membaca Gus Dur secara parsial kerap melahirkan kesalahpahaman: ia dianggap liberal, kontroversial, bahkan menyimpang dari arus utama. Padahal, jika ditelusuri secara menyeluruh, pemikiran dan laku hidup Gus Dur justru memperlihatkan konsistensi yang kuat dan […]

  • “Surat Cinta” Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026)

    “Surat Cinta” Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026)

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Lusiana Putri Ahmadi, M.Ak
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Apakah adil jika seorang penjual nasi kuning yang baru buka tenda kecil depan gang rumah langsung dianggap sebagai “Gajah Bisnis” yang wajib langsung menggunakan tarif pajak umum (pembukuan)? Pertanyaan ini tiba-tiba relevan ketika Pemerintah mengeluarkan “Surat Cinta” yang problematik. PP Nomor 20 Tahun 2026 yang telah disahkan memuat dengan jelas terkait aturan penggunaan PPh Final […]

  • Koalisi Desak Presiden Hentikan Proyek Jalan 135 Km di Merauke, Diduga Langgar AMDAL dan HAM

    Koalisi Desak Presiden Hentikan Proyek Jalan 135 Km di Merauke, Diduga Langgar AMDAL dan HAM

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Selain itu, proyek tersebut juga dinilai belum mengantongi perizinan berusaha sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Koalisi menilai kondisi ini berpotensi masuk dalam kategori tindak pidana lingkungan hidup. Di sisi lain, pembangunan jalan tersebut telah memicu penolakan dari masyarakat adat. Pada 5 Maret 2026, lima perwakilan marga dari masyarakat adat […]

  • Kelurahan Baju Bodoa, Salurkan beras dan minyak goreng sebanyak 452 Paket Bantuan ke Tiga Lingkungan

    Kelurahan Baju Bodoa, Salurkan beras dan minyak goreng sebanyak 452 Paket Bantuan ke Tiga Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 252
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros— Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan warganya. Pada tanggal 2 sampai 4 Desember 2025, pemerintah kelurahan menyalurkan bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter kepada masyarakat yang benar–benar membutuhkan. Bantuan ini berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, yang kemudian disalurkan secara […]

  • Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Datang Tanpa Didampingi Mensos

    Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Datang Tanpa Didampingi Mensos

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Sementara itu, Cono, seorang pemulung, mengungkapkan kondisi tempat tinggal warga yang masih jauh dari layak. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Kunjungan ini berlangsung sederhana namun penuh makna. Tanpa kehadiran Menteri Sosial, interaksi Presiden dengan warga terasa lebih langsung dan personal, mencerminkan pendekatan yang dekat dengan rakyat. Di […]

expand_less