Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Praka Mohammad Basri, Babinsa Desa Buti yang Selalu Siap Berdiri di Garda Terdepan untuk Warga

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 13
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.COM-BOALEMO- Di balik seragam loreng yang dikenakannya, Praka Mohammad Basri bukan sekadar menjalankan tugas sebagai Bintang Pembina Desa (Babinsa) di Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Kamis (20/8/26).

Seperti yang diutarakan Husain Thalib, salah seorang warga, menilai kepedulian Basri terhadap masyarakat bukan sesuatu yang dibuat-buat.

Menurut Husain, kepedulian tersebut terlihat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, mulai dari olahraga, kegiatan keagamaan, bahkan saat masyarakat mengalami musibah.

“Kepedulian beliau memang asli dari dalam hati. Baik itu dari segi olahraga, keagamaan, maupun saat masyarakat diterpa musibah, beliau terdepan dan itu bukan sekadar dibuat-buat,” ujar Husain.

Sementara itu, bagi Basri sendiri semangat untuk terus hadir membantu warga bersumber dari cara pandangnya terhadap masyarakat.

Ia tidak melihat warga sebagai orang lain, melainkan bagian dari kehidupannya.

“Karena masyarakat adalah bagian dari keluarga saya. Dari masyarakat saya berasal dan kelak saya akan kembali,” ucap Basri.

Kalimat tersebut menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana Basri memaknai tugasnya sebagai Babinsa.

Bukan hanya soal seragam, pangkat, atau kewajiban kedinasan, tetapi tentang bagaimana seorang aparat hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, membantu ketika dibutuhkan, dan membangun rasa kekeluargaan.

Baginya, menjadi Babinsa bukan hanya tentang menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga bagaimana hadir dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Ketika warga menghadapi persoalan maupun musibah, ia berupaya menjadi salah satu orang yang berada di barisan terdepan untuk memberikan bantuan.

Ia menuturkan, selama bertugas di Desa Buti, salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah kuatnya kerja sama dan semangat gotong royong masyarakat.

Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Yang paling berkesan bagi saya di Desa Buti adalah kerja sama dan gotong royong,” ujar Basri.

Kedekatan Basri dengan masyarakat juga terlihat ketika warga mengalami musibah.

Saat mendengar kabar adanya warga yang membutuhkan pertolongan, ia mengaku tidak ingin menunggu terlalu lama.

“Kalau mendapat informasi ada warga yang membutuhkan bantuan, saya bergegas ke TKP dan menindaklanjutinya,” katanya.

Musibah yang dialami warga, seperti kebakaran, juga menjadi sesuatu yang menyentuh perasaannya.

Basri mengaku merasakan kesedihan dan duka yang mendalam ketika melihat masyarakat harus kehilangan harta benda maupun tempat tinggal akibat musibah.

“Saya merasakan sedih dan berduka yang mendalam ketika melihat musibah seperti ini,” ungkapnya.

Namun, tugas sebagai Babinsa tidak selalu mudah.

Salah satu tantangan yang dihadapi Basri adalah ikut memberantas peredaran minuman keras sekaligus membangun hubungan kekeluargaan dengan masyarakat.

Baginya, menjaga keamanan dan ketertiban tidak cukup hanya dengan pendekatan formal.

Hubungan yang dekat dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana masyarakat yang aman dan harmonis.

“Memberantas miras dan membangun kekeluargaan,” tuturnya ketika ditanya mengenai tantangan selama menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Basri menilai komunikasi dan kepercayaan merupakan modal utama dalam menjalankan tugas sebagai Babinsa.

Tanpa komunikasi yang baik, menurutnya, akan sulit memahami persoalan yang dihadapi warga.

“Menjalin komukasi adalah hal yang sangat penting, karena itu modal utama dalam bermasyarakat,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catatan Dari Konferensi Indigenous Religions Di Yogyakarta

    Catatan Dari Konferensi Indigenous Religions Di Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2019
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Untuk pertama kalinya, International Conference on Indigenous Religions resmi dihelat. Sejak pukul 08.00WIB pagi, terlihat pemandangan manusia berkerumun memenuhi barisan antre di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk melakukan registrasi. Uniknya, para partisipan tidak hanya berlatar belakang peneliti atau speakers dalam konferensi, melainkan juga “sang Liyan”—mereka yang seringkali kita sebut sebagai “yang […]

  • Senyum Manis Wahid Yasin, Pendonor Darah Peringati Hari Kemerdekaan

    Senyum Manis Wahid Yasin, Pendonor Darah Peringati Hari Kemerdekaan

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Faisal husuna
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Senyum manis Wahid Yasin, salah satu peserta donor darah, mewarnai kegiatan bakti sosial memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang digelar PKC PMII Gorontalo bekerja sama dengan PWNU Gorontalo dan PMI Provinsi Gorontalo, Sabtu (16/8/2025). Wahid mengaku, ini adalah pengalaman pertamanya mendonorkan darah. Perasaan campur aduk sempat menghantui, antara deg-degan, ragu-ragu, namun juga ingin […]

  • Kapitalisme Modern Menghendaki Kita Egois dan Rapuh

    Kapitalisme Modern Menghendaki Kita Egois dan Rapuh

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Benteng penangkalnya adalah kebersamaan yang organik, melalui praktik-praktik hidup yang tidak transaksional, tapi didalamnya ada redistribusi kasih sayang, melalui relasi dan ritual yang belum disentuh oleh logika akumulasi. Sungai tidak meminum airnya sendiri. Pohon tidak memakan buah yang tumbuh di dahannya. Matahari tidak menikmati cahaya yang dipancarkannya. Bunga pun tidak mencium harum yang disebarkannya. Alam […]

  • Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran Play Button

    Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Ingatan manusia sering kali tertuju pada hal-hal yang dianggap penting. Jika pernyataan ini benar, maka muncul pertanyaan: apakah kecenderungan ini termasuk dalam ranah emosi atau hal yang bersifat rasional? Banyak yang berpendapat bahwa ini lebih berkaitan dengan emosi. Sebab, ketika seseorang lebih mudah mengingat hal-hal yang bermakna secara pribadi, emosional, atau bernilai subjektif, itu menunjukkan […]

  • Audit Langit

    Audit Langit

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan satu momentum yang jarang disadari para akuntan: musim “audit langit”. Jika di dunia kita mengenal audit laporan keuangan, audit kinerja, bahkan audit investigatif, maka di bulan suci ini umat Islam sedang menjalani audit paling canggih—tanpa surat tugas, tanpa fee, tanpa negosiasi opini. Auditor-Nya Maha Mengetahui, sistem-Nya real time, dan standar-Nya melampaui IFRS. […]

  • Bank Sampah hingga Ketahanan Pangan: Langkah Nyata Ecopesantren di Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah photo_camera 2

    Bank Sampah hingga Ketahanan Pangan: Langkah Nyata Ecopesantren di Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 1.862
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana Pondok Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah tampak berbeda pada Senin (8/12/2025) sore itu. Bukan hanya lantunan kajian kitab yang terdengar, tetapi juga dialog hangat tentang sampah, ketahanan pangan, dan masa depan bumi. Para santri, mahasiswa, hingga perwakilan komunitas duduk bersama menyimak penjelasan tentang bagaimana pesantren dapat menjadi kekuatan besar dalam gerakan pelestarian lingkungan. […]

expand_less