Breaking News
light_mode
Trending Tags

Peneliti Internasional Teliti Sampah Plastik di Gorontalo

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 102
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tim riset Internasional Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi khususnya grup peneliti Net Zero 2.5 sukses menggelar diskusi kelompok terpumpun bertajuk “Pengelolaan Sampah Plastik Sekali Pakai di Fasilitas Pelayanan Kesehatan”  di aula Prof. Abdul Sammadkadir, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Kegiatan ini merupakan bagian dari riset kolaboratif Indonesia–Australia yang difasilitasi oleh Australia–Indonesia Centre (AIC). Melalui forum ini, para peneliti dan pemangku kepentingan daerah berupaya mengonsolidasikan data serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung transisi fasilitas kesehatan menuju net zero emission dan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Penelitian kolaborasi internasional ini melibatkan universitas di Indonesia dan Australian yaitu Dr. Eng. Irwan Ridwan Rahim (Unhas), Dr. Raghel Yunginger dan Rezkiawan Tantawi MM (UNG), Dr. Musyarofah (Institut Teknologi Kalimantan), Prof. Markus T. Lasut, dan Andrew M. Sadue (Unsrat), Prof. Bronwyn Laycock dan Dr. Clement Chan (University of Queensland), dan Catherine O’Shea (University of Melbourne).

Konsorsium ini berfokus pada isu transisi energi menuju net zero dan ekonomi sirkular, dengan sektor kesehatan sebagai salah satu area kajian prioritas di Sulawesi.

Riset ini memiliki urgensi yang tinggi karena sektor kesehatan merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar secara global. Layanan kesehatan menghasilkan antara 4,4 hingga 5,2 persen emisi gas rumah kaca dunia, terutama dari penggunaan energi dan limbah plastik sekali pakai.

Di Indonesia sebagian besar fasilitas kesehatan masih bergantung pada plastik medis dan domestik yang sulit terurai, serta belum memiliki sistem daur ulang yang memadai. Melalui studi ini, tim PAIR Sulawesi Net Zero 2.5 berupaya menilai penggunaan plastik sekali pakai di fasilitas kesehatan, meneliti alternatif bahan yang dapat digunakan kembali atau terurai secara hayati, serta merancang pendekatan ekonomi sirkular yang dapat diterapkan di sektor kesehatan.

Diskusi ini dihadiri berbagai pihak, antara lain perwakilan dari Bappeda Provinsi Gorontalo, Bapelitbangda Kabupaten Gorontalo, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Gorontalo, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Kelautan, BKPSDM, Kepala Puskesmas Biluhu, Camat Biluhu, LPPM UNG, SDGs Center dan akademisi UNG, serta organisasi masyarakat sipil.

Dalam sambutannya Dr. Irwan sebagai ketua peneliti menegaskan bahwa diskusi ini bukan hanya sekedar forum akademik, tetapi wadah untuk membangun jembatan antara riset dan kebijakan publik agar hasil penelitian benar-benar memberi dampak nyata bagi daerah.

“Diskusi yang kami gelar pada hari Sabtu kemarin menjadi langkah penting untuk memahami kondisi lapangan dan merancang strategi pengelolaan sampah yang realistis, kontekstual, dan berkelanjutan,” kata Irwan dalam siaran persnya, Selasa (28/10/2025).

Setelah diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan tim peneliti ke Puskesmas Biluhu sebagai lokus penelitian yang ada di Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi kondisi lapangan serta mengumpulkan data primer terkait sistem pengelolaan limbah medis dan domestik di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut.

Dalam kunjungan ini tim peneliti meninjau langsung area penyimpanan limbah padat dan cair, fasilitas cool storage, serta sistem pengangkutan limbah medis. Selain itu, tim juga berdialog dengan tenaga kesehatan untuk memahami praktik pemilahan limbah, jenis limbah plastik berdasarkan jenis layanan kesehatan dan tantangan teknis lainnya.

Diskusi dan kunjungan lapangan ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah plastik di fasilitas kesehatan tidak hanya merupakan persoalan teknis, tetapi juga mencakup aspek sosial, perilaku, dan tata kelola kelembagaan. Oleh karena itu, pendekatan berbasis bukti dan sinergi lintas aktor menjadi kunci untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mendukung target nasional net zero emission.

Hasil studi ini diharapkan memperkuat peran riset dalam mengembangkan solusi dan rekayasa pengelolaan sampah plastik medis berbasis ekonomi sirkular menuju net zero emission, serta mendukung pembangunan berkelanjutan yang resilien terhadap perubahan iklim dan menjaga kelestarian laut.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis AMPB Sujud Syukur Usai Divonis Bebas oleh PN Pati

    Aktivis AMPB Sujud Syukur Usai Divonis Bebas oleh PN Pati

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 209
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dua aktivis dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Pak Teguh dan Mas Botok, melakukan sujud syukur di Alun-Alun Pati setelah dinyatakan bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pati pada Kamis, 5 Maret 2026. Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman itu, keduanya terlihat bersujud syukur di […]

  • Wali Kota Adhan Dambea Ubah Jam Kerja Guru, Mulai Berlaku 1 April 2026

    Wali Kota Adhan Dambea Ubah Jam Kerja Guru, Mulai Berlaku 1 April 2026

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 475
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam menghargai dedikasi para pahlawan tanpa tanda jasa. Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian guru, Wali Kota Adhan Dambea resmi menetapkan kebijakan perubahan jam kerja khusus bagi guru dan tenaga kependidikan. Kebijakan strategis ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 April 2026 dan menyasar seluruh tenaga pendidik berstatus […]

  • Karya “Benang Pluralisme” Perupa Gorontalo Bikin Sinta Nuriyah Terpukau di Temu Nasional GUSDURian

    Karya “Benang Pluralisme” Perupa Gorontalo Bikin Sinta Nuriyah Terpukau di Temu Nasional GUSDURian

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 101
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Senyuman bahagia tak terbendung dari wajah Sinta Nuriyah Wahid saat berada di atas panggung megah Temu Nasional GUSDURian 2022 di Surabaya. Momen tersebut terjadi ketika ia menerima sebuah karya seni dari perupa Gorontalo, Akbar Hidayat. Karya berjudul “Benang Pluralisme” itu dibuat dari susunan benang dan paku yang membentuk wajah Abdurrahman Wahid atau Gus […]

  • Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang, Habib Bahar Bin Smith Ditetapkan Tersangka

    Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang, Habib Bahar Bin Smith Ditetapkan Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Tangerang Kota resmi menetapkan Assayid Bahar Bin Smith alias Habib Bahar Bin Ali Bin Smith sebagai tersangka dalam kasus dugaan persekusi terhadap kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kota Tangerang. Penetapan tersangka tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor B/43/I/RES.1.24/2026/Reskrim yang beredar pada Sabtu, […]

  • Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

    Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Tulisan ini muncul dari proses perenungan panjang di Kediri. Kedatangan saya di Kediri bukan hanya sekadar lompatan geografis, melainkan sebuah proses penguatan ideologis. Di tanah ini, Munawar Musso terlahir ke dunia, Jenderal Soedirman memimpin pasukan gerilya dan Tan Malaka berpulang kepada Tuhannya. Dari mereka bertiga, saya  belajar bagaimana cara manusia melawan marabahaya. Marabahaya memang selalu […]

  • Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    (catatan reflektif untuk gagasan penulisan ulang sejarah Indonesia) Sejarah, pada hakikatnya, tidak pernah beku. Ia adalah aliran waktu yang terus bergerak, terus diinterpretasi ulang. Gagasan untuk menulis ulang sejarah, dalam kondisi tertentu, bukanlah hal yang tabu—bahkan sebaliknya, bisa menjadi langkah penting untuk menyembuhkan luka kolektif, membetulkan narasi yang timpang, dan membuka ruang bagi suara-suara yang […]

expand_less