Pemkab Maros Mulai Bersihkan Material Jembatan Haji Bohari 2 Desember
- account_circle Sakti
- calendar_month Senin, 1 Des 2025
- visibility 87
- print Cetak

Meski sangat berbahatya, sejumlah siswa melintas di jembatan Pakere yang rubuh. (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com, Maros– Pemerintah Kabupaten Maros memastikan proses pembersihan material Jembatan Haji Bohari di Dusun Pakere, Desa Bontotallasa, Kecamatan Simbang, akan dimulai pada 2 Desember 2025. Langkah ini ditempuh setelah struktur jembatan tersebut ambruk dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga yang masih beraktivitas di sekitar lokasi.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan bahwa pembersihan menjadi tahapan paling krusial sebelum masuk ke proses rekonstruksi menyeluruh.
“Kalau tidak dibersihkan, banyak hal bisa terjadi. Siapa yang mau tanggung jawab kalau masih ada warga menggunakan jembatan yang rawan?” ujarnya, Senin (01/12/2025).
Menurut Chaidir, material jembatan yang dibiarkan menumpuk berisiko menghambat aliran sungai, terutama ketika hujan deras membawa batang pohon besar. Kondisi tersebut dapat memicu banjir dan kerusakan tambahan di wilayah sekitar.
Ia meminta warga bersabar dan memahami alur kerja penanganan.
“Setelah pembersihan, barulah fondasi dibangun,” tambahnya.
Usulan Jembatan Darurat Ditolak Demi Keselamatan
Chaidir mengungkapkan adanya usulan pembangunan jembatan darurat dari sejumlah pihak. Namun, usulan itu ditolak Pemkab karena pertimbangan keamanan.
“Masih ada akses lain lewat Allatengae dan Tanralili. Siapa yang menjamin keamanan jembatan darurat? Kami utamakan keselamatan warga,” tegasnya.
Ia juga menyebut penggunaan jembatan darurat pada malam hari sangat berisiko, sehingga opsi tersebut tidak akan diambil.
Akses Pendidikan Dijamin, Siswa Akan Dipindahkan Sementara
Untuk memastikan aktivitas pendidikan tidak terganggu, Pemkab Maros kini memetakan sekolah-sekolah terdekat. Siswa yang terdampak runtuhnya jembatan akan dipindahkan sementara ke sekolah lain agar tidak melintasi area yang dinilai berbahaya.
Rekonstruksi Butuh Rp25 Miliar, Multiyears Dimulai 2026
Rekonstruksi Jembatan Haji Bohari diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp25 miliar. Pembangunan akan dimulai 2026 dengan fokus pada pekerjaan fondasi melalui skema multiyears dan diprediksi rampung dalam 3–4 tahun.
Pemkab Maros juga telah mengusulkan dukungan anggaran ke pemerintah pusat.
“Semoga bisa diintervensi karena jembatan ini vital untuk akses anak sekolah,” jelas Chaidir.
Dinas PUTRPP: Risiko Kecelakaan Besar Jika Warga Nekat Melintas
Kabid Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif Husnaeni, menegaskan pentingnya pembongkaran material yang tersisa demi mencegah penyumbatan aliran sungai dan potensi kecelakaan.
“Risiko kecelakaan sangat besar jika masyarakat masih nekat melewati jembatan yang sudah ambruk,” katanya.
Ia menambahkan bahwa anggaran penanganan awal sebesar Rp3 miliar sudah disiapkan untuk tahun 2026. Sisanya akan dibangun bertahap sembari menunggu hasil usulan bantuan ke pemerintah pusat.
“Proposal permohonan bantuan sudah diajukan. Mudah-mudahan ada hasil baik dari Kementerian PUPR dan kementerian terkait lainnya,” tutupnya.
- Penulis: Sakti

Saat ini belum ada komentar