Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
  • visibility 356
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Nasib petani di kawasan penyangga Tahura BJ Habibie dan SM Nantu di Gorontalo tampaknya masih jauh dari sejahtera. Di tengah perjuangan mereka menanam dan merawat tanaman hingga masa panen, harga jual hasil pertanian kerap tidak berpihak pada mereka.

Permasalahan ini kembali disoroti dalam Workshop bertema “Membangun Kolaborasi dan Memperkuat Jaringan Kemitraan Usaha untuk Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang Terintegratif dan Berkelanjutan”, yang digelar pada Sabtu (8/11/2025) di Gorontalo, bertempat di Aula Kantor PWNU Gorontalo.

Kegiatan ini menghadirkan Ikraeni Safitri, S.Hut., M.Hut. dari Agraria Institute yang juga pendamping Perhutanan Sosial, serta Prof. Dr. Muhdar HM, ST., SE., MM, Ketua Lembaga Perekonomian PWNU Gorontalo sekaligus akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo. Diskusi dipandu oleh Abdul Kadir Lawero, S.Pd.

Harga Hasil Panen Tak Seimbang dengan Biaya Produksi

Dalam pengantar diskusi, Rosyid Azhar dari Agraria Institute menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang mendiami desa-desa penyangga kawasan konservasi SM Nantu dan Tahura BJ Habibie yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian. Namun, rendahnya harga jual hasil panen dan terbatasnya akses pasar masih menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan.

“Harga jeruk hanya sekitar Rp3.000 per kilogram, pisang gapi terbaik hanya Rp3.000 per sisir, bahkan hasil panen kopi mengalami nasib serupa,” ujar Rosyid.

Ia menambahkan, tanpa dukungan infrastruktur jalan yang memadai, akses pasar yang terbuka, serta sistem distribusi hasil pertanian yang adil, petani akan terus berada dalam kondisi ekonomi yang rentan.

“Biaya produksi sering kali tak sebanding dengan hasil yang diterima. Banyak hasil panen bahkan tidak dipetik karena tidak ada pembeli,” tambahnya.

Perhutanan Sosial Dorong Kemandirian dan Kelestarian

Dalam pemaparannya, Ikraeni Safitri yang juga ketua program studi Konservasi Hutan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo menjelaskan bahwa Perhutanan Sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Tujuannya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menjaga kelestarian lingkungan.
Ia menyebutkan terdapat lima skema utama perhutanan sosial, yakni: Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan

Ikraeni mengangkat kehidupan kelompok tani hutan (KTH) Botu Kapali Desa Bihe dan KTH Sumber Rejeki Desa Bontula Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo yang mengelola HKm melalui penanaman tanaman tahunan seperti durian, alpokat, kakao, hingga kopi saerta usaha lebah madu trigona.

“Bentang alam dua desa di Kecamatan Asparaga ini, juga Desa Saritani Kecamatan Wonosari berbukit-bukit. Dalam kondisi ini jagung menjadi tanaman utama, ini sangat berbahaya dalam jangka panjang,” ujar Ikraeni.

Ikra, sapaan akrab Ikraeni, menjelaskan tanaman musiman seperti jagung tidak cocok ditanam di lahan yang memiliki kemiringan tinggi. Tanah akan tergerus air setiap hujan turun, lambat laun ladang kehilangan lapisan tanah yang paling subur dan menyisakan batu. Di bagian lain gerusan tanah ini akan terbawa air, sungai akan mengalami pendangkalan, juga acap banjir yang disertai lumpur di permukiman warga.
“Petani di hulu akan rugi, warga juga terkena bencana. Jika dibiarkan berlarut-larut daerah ini dan masyarakatnya akan mengalami masalah besar di kemudian hari,” ucap Ikra.

Kepada petani hutan Ikra menawarkan pola Agroforestry, menanami ladang yang berlereng dengan tanaman tahunan. Akar tanaman ini akan menguatkan tanah, menjaga agar agar tetap stabil sepanjang masa.

Tanaman tahunan memiliki sifat yang baik untuk kepentingan ekologi, melindungi tanah dari erosi dan meningkatkan bahan organik, menyerap karbon dioksida, memperkuat ketahanan ekosistem, meningkatkan keanekaragaman hayati, dan mengurangi kebutuhan input pertanian yang intensif.

Di sisi lain, tanaman tahunan ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi, yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani namun tidak dalam waktu semusim seperti jagung, ini menjadi tantangan tersendiri.

Ikra mengaku tidak mudah mengubah pola pertanian petani, perlu perjuangan keras, hingga hari ini ia terus melakukan edukasi ke petani. Untungnya usaha Ikra melalui lembaga Agraria Institute Gorontalo mendapat dukungan dari program GEF SGP Indonesia.

Sambil menanti tanaman tahunan menghasilkan buah, petani tetap menggarap ladang seperti biasanya. Ritme hidup tetap berdenyut di balik bukit-bukit yang terbuka.

Hingga saat ini para petani hutan ini hidup dalam kebersahajaan, menerima takdirnya dengan terus berjuang dan berdoa untuk mengharapkan panen yang berlimpah.

Tantangan lain yang dihadapi petani hutan ini adalah pemasaran produk yang masih terbatas. Berada jauh di tepi hutan membuat mereka jauh dari layanan infrastruktur, bahkan jalan setapak pun sulit dilalui saat kondisi basah.

Kisah para petani hutan ini disampaikan Ikra penuh semangat di hadapan puluhan peserta workshop. Ia berharap ada ide dan masukan dari peserta untuk membangun kolaborasi mengatasi masalah petani ini.

Kolaborasi dan Penguatan Kelembagaan Jadi Kunci

Sementara itu, Prof. Dr. Muhdar HM menekankan pentingnya kolaborasi lintas aktor dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan. “Pemerintah berperan sebagai pemberi izin, masyarakat sebagai pelaku utama, sektor swasta sebagai mitra dalam modal, teknologi, dan pasar, sedangkan LSM dan akademisi menjadi fasilitator,” jelasnya.

Ia memaparkan strategi pengembangan jaringan kemitraan HKm yang meliputi pemetaan aktor, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, penguatan branding dan akses pasar, serta integrasi dengan SDGs dan kebijakan daerah.

Dalam diskusi, sejumlah tantangan dalam implementasi HKm juga diidentifikasi, antara lain:Kelembagaan petani yang masih lemah, Minimnya modal usaha, Akses pasar terbatas, Konflik tenurial lahan

Akademisi di IAIN Sultan Amai Gorontalo itu menawarkan bahwa penguatan KTH dan koperasi
Akses terhadap pembiayaan KUR Hijau dan program CSR, termasuk Digitalisasi produk hasil HKm
Mediasi berbasis kearifan lokal dan adat.

Ia menekankan bahwa peran pemerintah daerah sangat vital, tidak hanya sebagai fasilitator dan regulator, tetapi juga dalam mendukung pembiayaan serta mengintegrasikan program HKm ke dalam rencana pembangunan daerah.

Melalui workshop ini, para peserta berharap muncul sinergi antara pemerintah, lembaga ekonomi, dan masyarakat dalam memperkuat pengelolaan Hutan Kemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada kelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi petani melalui kemitraan usaha dan inovasi rantai nilai produk pertanian.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Pegadaian Kanwil 9 Jakarta 2 Berangkatkan 500 Orang, Mudik 2025 Aman Sampai Tujuan 

    PT Pegadaian Kanwil 9 Jakarta 2 Berangkatkan 500 Orang, Mudik 2025 Aman Sampai Tujuan 

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, PT Pegadaian Kanwil 9 Jakarta 2 kembali menggelar program Mudik Gratis bagi masyarakat. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman dengan aman sampai tujuan. Jakarta, 27 Maret 2025. Acara pelepasan peserta mudik gratis ini dilaksanakan […]

  • Ketika Lampu-Lampu Dinyalakan: Tumbilo Tohe dan Spirit Menjemput Lailatul Qadar

    Ketika Lampu-Lampu Dinyalakan: Tumbilo Tohe dan Spirit Menjemput Lailatul Qadar

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Dr. Hj. Misnawaty S. Nuna
    • visibility 644
    • 0Komentar

    Ramadhan adalah bulan cahaya. Cahaya wahyu, cahaya ampunan, dan cahaya petunjuk bagi umat manusia yang beriman. Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia meningkatkan ibadahnya untuk mencari malam yang lebih mulia daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini adalah puncak spiritual Ramadhan yang dijanjikan Allah sebagai malam penuh kemuliaan, rahmat, dan […]

  • Polri Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator Kontras di Jakarta Pusat

    Polri Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator Kontras di Jakarta Pusat

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana penganiayaan berat berupa penyiraman air keras terhadap AY yang diketahui sebagai Wakil Koordinator Kontras. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di wilayah Jakarta Pusat. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa […]

  • KWIP Instruksikan Wartawan Tahan Diri Sikapi Dugaan Penghinaan Makmun Serbaguna

    KWIP Instruksikan Wartawan Tahan Diri Sikapi Dugaan Penghinaan Makmun Serbaguna

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG, NULONDALO.COM – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Wartawan Indonesia Perjuangan (KWIP), Deferi Zan, menginstruksikan seluruh pengurus dan anggota KWIP menahan diri dalam menyikapi kasus dugaan penghinaan yang diduga dilakukan oknum TikToker Makmun Serbaguna asal Tulang Bawang. Imbauan tersebut disampaikan Deferi Zan pada Selasa, 9 Desember 2026, menyusul ramainya pro dan kontra di kalangan […]

  • Bahaya Gambar Telanjang Palsu Buatan AI: Netizen Perlu Waspada

    Bahaya Gambar Telanjang Palsu Buatan AI: Netizen Perlu Waspada

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 379
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka banyak peluang positif dalam dunia digital. Namun, di sisi lain, teknologi ini juga menghadirkan ancaman serius terhadap privasi dan martabat manusia. Salah satu bentuk penyalahgunaan yang kini menjadi sorotan global adalah pembuatan gambar telanjang palsu atau berpakaian minim menggunakan AI, tanpa persetujuan subjeknya. Isu ini kembali […]

  • BBPOM di Makassar Jalani Reakreditasi ISO/IEC 17025:2017, Perkuat Keandalan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan

    BBPOM di Makassar Jalani Reakreditasi ISO/IEC 17025:2017, Perkuat Keandalan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Nulondalo.com Makassar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar melaksanakan kegiatan reakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Tim Asesor dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), yaitu Tri Pratiwi selaku Asesor Kepala bersama Ani Suwitaningsih, Effi Setiawati, Anissa Tiana Sheilayanti, dan Herawati, yang melakukan asesmen dan witness […]

expand_less