Akuntan Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./ Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di bulan Ramadhan, banyak orang tiba-tiba rajin menghitung. Ada yang menghitung jumlah rakaat tarawih, ada yang menghitung hari menuju Lebaran, dan ada pula yang sibuk menghitung diskon di pusat perbelanjaan. Namun, di balik semua hitung-hitungan itu, ada satu sistem akuntansi yang jauh lebih canggih daripada software keuangan mana pun: akuntansi langit.
Jika akuntan di dunia bekerja dengan spreadsheet, neraca saldo, dan laporan keuangan, maka akuntan langit bekerja dengan sesuatu yang jauh lebih presisi: amal manusia. Tidak perlu server cloud, tidak perlu audit eksternal, dan yang paling menegangkan—tidak ada ruang untuk manipulasi laporan.
Dalam bahasa sederhana, Ramadhan adalah musim tutup buku spiritual. Dalam dunia akuntansi, setiap akhir periode kita membuat laporan laba rugi dan neraca. Sementara dalam kehidupan, Ramadhan seakan menjadi momentum evaluasi: berapa banyak “aset amal” yang bertambah dan berapa besar “liabilitas dosa” yang masih menumpuk.
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar