Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
- visibility 85
- print Cetak

Ilustrasi suasana rumah Al-Arqam di kaki Bukit Shafa, Mekah, yang menjadi tempat pertemuan rahasia Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat pada masa awal dakwah, ketika wahyu dipelajari dan komunitas Muslim pertama dibina dalam suasana sederhana namun penuh keteguhan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yang membuat nama Arqam bin Arqam abadi dalam sejarah adalah keberaniannya membuka rumahnya bagi kaum Muslimin. Pada masa dakwah yang masih sangat awal, ketika Islam disampaikan secara rahasia dan penuh risiko, Nabi SAW dan para sahabat tidak bisa berkumpul secara terbuka. Pertemuan semacam itu bisa berujung penganiayaan. Dalam kondisi genting itulah, Arqam menawarkan rumahnya sebagai tempat berkumpul yang aman.
Rumah itu berdiri di kaki Bukit Safa, tidak jauh dari pusat kota Mekah, namun cukup tersembunyi dari pandangan orang-orang yang menentang Islam. Bangunannya sederhana, rumah biasa di kawasan permukiman. Di rumah itu, Nabi SAW dan para sahabat membentuk majelis pembelajaran, menelaah wahyu yang turun, dan yang terpenting menjadi penopang awal komunitas muslim.
Peran rumah Arqam begitu penting hingga sebagian sejarawan menyebutnya sebagai “madrasah pertama dalam sejarah Islam.” Dari tempat sederhana itu, lahir tokoh-tokoh besar yang kelak menyebarkan Islam ke berbagai wilayah setelah dakwah semakin terbuka dan komunitas Muslim berkembang pesat.
Rumah Arqam selalu tercatat dalam sejarah Islam. Namanya tetap dikenal sebagai bagian dari perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW. Berabad-abad kemudian, rumah kecil di kaki Bukit Safa itu masih menjadi inspirasi bagi pengkaderan dan pembinaan generasi Muslim.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar