Baju Baru Lebaran: Antara Sunnah, Syukur, dan Makna yang Sering Terlupa
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 114
- print Cetak

Keluarga Muslim membawa belanjaan pakaian baru di suasana menjelang Idul Fitri, mencerminkan kebahagiaan, rasa syukur, dan semangat menyambut hari kemenangan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Antara Sunnah dan Gaya Hidup
Sayangnya, dalam praktiknya, makna ini kerap bergeser. Baju baru tidak lagi dipahami sebagai simbol syukur, melainkan menjadi ajang unjuk diri.
Media sosial dipenuhi foto “outfit Lebaran”, perbandingan harga, hingga tren mode terbaru. Di titik ini, niat yang semestinya menjadi inti ibadah justru terpinggirkan.
Padahal, para ulama telah mengingatkan bahwa tujuan utama mengenakan pakaian terbaik bukanlah untuk dipuji manusia, melainkan sebagai bentuk pengagungan terhadap waktu yang mulia dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Artinya, seseorang tetap dapat meraih keutamaan sunnah ini meskipun tidak membeli baju baru, selama ia mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya,bersih, rapi, dan pantas.
- Penulis: Djemi Radji
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar