Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Direktur PKUMI Temui Dubes RI di Kairo, Perkuat Diplomasi Pendidikan Islam Indonesia–Mesir

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 9
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.COM, KAIRO — Direktur Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., melakukan kunjungan silaturahmi dan audiensi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Mesir, pada 27 Oktober 2026 waktu setempat.

Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat diplomasi pendidikan Islam, kaderisasi ulama bertaraf internasional, serta hubungan intelektual antara Indonesia dan Mesir.

Dalam pertemuan itu, Ahmad Thib Raya menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, beserta jajaran KBRI Kairo. Hadir pula Atase Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Abdul Muta’ali, Dr. Muhammad Aras Prabowo selaku Koordinator Divisi Keuangan PKUMI, serta Koordinator Fungsi Penerangan dan Kebudayaan Muhammad Nursalim.

Kunjungan ini berkaitan dengan pendampingan terhadap 54 peserta PKUMI yang sedang mengikuti program short course di Universitas Al-Azhar, Kairo. Para peserta terdiri atas 30 mahasiswa program magister PKU, enam peserta program magister PKUP, dan 18 peserta program doktoral PKU.

Ahmad Thib Raya menegaskan bahwa pendidikan kader ulama tidak sekadar berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga merupakan investasi peradaban untuk mempersiapkan kepemimpinan keagamaan Indonesia pada masa mendatang.

“Kami datang ke Mesir membawa 54 calon ulama untuk menimba ilmu di bumi Al-Azhar,” tegasnya.

Ia secara khusus menitipkan para peserta kepada Duta Besar RI dan jajaran KBRI Kairo agar mendapatkan pendampingan, arahan, serta akses terhadap pelayanan dan perlindungan negara selama menjalani pendidikan di Mesir.

“Kami memandang bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo bukan hanya kantor perwakilan diplomatik negara, melainkan juga rumah besar bagi seluruh warga negara Indonesia yang berada di Mesir,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Thib Raya, calon ulama masa depan perlu mengintegrasikan kedalaman ilmu agama, kematangan spiritual, moderasi beragama, wawasan global, dan nasionalisme.

Tradisi intelektual Al-Azhar, lanjutnya, memiliki kontribusi historis dalam membentuk karakter ulama Indonesia yang moderat dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Sejalan dengan hal tersebut, Dubes RI untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso menekankan pentingnya mahasiswa Indonesia menjaga nama baik bangsa melalui kapasitas akademik, perilaku, dan semangat kebangsaan selama menempuh pendidikan di luar negeri.

“Mahasiswa harus menjadi representasi terbaik Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa tradisi keilmuan di tanah air memiliki kedalaman, keluasan, dan semangat kebangsaan yang kuat,” ujar Kuncoro.

Perkuat Jejaring Akademik Indonesia–Mesir

Selain mendampingi peserta program pendidikan, kunjungan Direktur PKUMI tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang penguatan jejaring akademik, kerja sama pendidikan, pertukaran intelektual, dan diplomasi keagamaan antara Indonesia dan Mesir.

Sinergi PKUMI, KBRI Kairo, dan lingkungan akademik Al-Azhar diharapkan dapat mendukung proses kaderisasi ulama Indonesia yang memiliki penguasaan mendalam terhadap khazanah keislaman sekaligus mampu merespons tantangan peradaban global.

Para calon ulama tersebut diharapkan tidak hanya berperan dalam pengembangan keilmuan dan kehidupan keagamaan di dalam negeri, tetapi juga menjadi jembatan dialog, pertukaran pengetahuan, perdamaian, dan diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

Melalui pendidikan dan pengalaman akademik di Mesir, kader ulama masa depan diharapkan mampu memperkuat kontribusi Indonesia dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konflik Tanpa Ujung di Rumah Besar NU: Setelah Napak Tilas, Lalu Apa?

    Konflik Tanpa Ujung di Rumah Besar NU: Setelah Napak Tilas, Lalu Apa?

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Nur Shollah
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Sekian tahun terakhir, ruang publik—terutama media sosial—nyaris tak pernah sepi dari pemberitaan konflik internal PBNU. Isu demi isu datang silih berganti, seolah membentuk mata rantai yang tak kunjung terputus. Dimulai dari polemik nasab Ba‘alawi, perdebatan tambang, wacana pencopotan Ketua Umum PBNU, rapat pleno penunjukan Penjabat Ketum, rapat musytasyar di Ploso dan Tebuireng, dinamika Haul Gus […]

  • Praka Mohammad Basri, Babinsa Desa Buti yang Selalu Siap Berdiri di Garda Terdepan untuk Warga

    Praka Mohammad Basri, Babinsa Desa Buti yang Selalu Siap Berdiri di Garda Terdepan untuk Warga

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM-BOALEMO- Di balik seragam loreng yang dikenakannya, Praka Mohammad Basri bukan sekadar menjalankan tugas sebagai Bintang Pembina Desa (Babinsa) di Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Kamis (20/8/26). Seperti yang diutarakan Husain Thalib, salah seorang warga, menilai kepedulian Basri terhadap masyarakat bukan sesuatu yang dibuat-buat. Menurut Husain, kepedulian tersebut terlihat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Ekonomi

    Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah SMP karena Faktor Ekonomi Keluarga di Provinsi Gorontalo”. Kegiatan ini berlangsung di kantor Bappeda Provinsi Gorontalo dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, senin (27 Oktober 2025). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris […]

  • Festival Jagat 2026 Dorong Agama Jadi Kekuatan Gerakan Pelestarian Alam

    Festival Jagat 2026 Dorong Agama Jadi Kekuatan Gerakan Pelestarian Alam

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, JOMBANG — Jaringan GUSDURian bersama Pesantren Khoiriyah Hasyim akan menggelar Festival Jagat 2026 (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) di Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada 29–30 Agustus 2026. Festival tersebut mengangkat tema “Agama untuk Alam Semesta: Merusak Alam Sama dengan Merusak Kemanusiaan.” Agenda ini menjadi ruang konsolidasi lintas agama, akademisi, aktivis lingkungan, dan […]

  • Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pelestarian Mangrove di Desa Pajukukang

    Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pelestarian Mangrove di Desa Pajukukang

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 122
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM–MAROS–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Edukasi Pelestarian Mangrove di Aula Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya tanaman mangrove dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Program ini terlaksana melalui sinergi dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air […]

  • IGIC 2026: Faried F. Saenong Sebut Imam Masjid Harus Menjadi Diplomat Peradaban

    IGIC 2026: Faried F. Saenong Sebut Imam Masjid Harus Menjadi Diplomat Peradaban

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    TANGERANG, NULONDALO.COM – Ketua Panitia International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, Faried F. Saenong, Ph.D., menegaskan bahwa imam masjid di era global tidak lagi cukup menjalankan fungsi sebagai pemimpin ritual keagamaan. Menurutnya, imam juga harus tampil sebagai diplomat peradaban yang mampu menjembatani nilai-nilai Islam dengan berbagai tantangan kemanusiaan kontemporer. Pernyataan tersebut disampaikan Faried saat membuka […]

expand_less