Hizbut Tahrir Bangkit, Satkornas Banser NU: Saatnya Pemerintah Mengambil Langkah Tegas
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
- visibility 36
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo – Organisasi terlarang yang telah dibubarkan pemerintah pada 19 Juli 2017 bernama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali bangkit di beberapa titik di Indonesia.
Komandan Satuan Koordinasi Nasional Banser PP GP Ansor, H. Syafiq Syauqi menyampaikan bahwa HTI telah dibubarkan Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM karena bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan mengancam keutuhan NKRI.
“GP Ansor dan Banser teguh pada pendirian hukum yang menegaskan pembubaran HTI,” kata Gus Syafiq sapaan akrab, secara tertulis, dikutip bakukabar.id, Ahad (2/2/2025).
Gus Syafiq menyebut munculnya HTI di berbagai daerah merupakan pengingat, bahwa tata kebangsaan masih bakal dihantui kehadiran mereka.
GP Ansor-Banser, sebagai organisasi yang patuh terhadap hukum, norma, dan ajaran-ajaran para ulama.
“Saatnya pemerintah mengambil langkah tegas. Jangan terlambat. Kalau dibiarkan ini berbahaya bagi NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 45,” tegas eks Ketua PW Ansor Jatim ini.
Gus Syafiq menegaskan, Pemerintah kedepan mempunyai mimpi mulia, menuju Indonesia Emas 2045. Ini akan mengganggu ikhtiar kita untuk memajukan Indonesia.
“GP Ansor dan jutaan kader Banser se-Indonesia siap bersama pemerintah memberantas kelompok-kelompok yang merongrong kedaulatan bangsa,” tutup cucu pendiri NU KH Wahab Hasbullah ini.
Akhir-akhir ini, aktivitas pengibaran bendera HTI terlihat di Yogyakarta, Surabaya, dan Palembang.
Mereka menyebarkan buletin-buletin yang berisi ajakan menegakkan negara Islam dengan sistem khilafah.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar