IPO Lesu di Kuartal I 2026, Bursa Efek Indonesia Catat 12 Perusahaan dalam Pipeline
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 57
- print Cetak

Ilustrasi suasana pasar modal Indonesia yang menggambarkan aktivitas IPO dengan antrean perusahaan dalam pipeline, latar layar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (IDX), serta simbol optimisme pertumbuhan melalui grafik dan ikon finansial.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Tidak ada perusahaan dengan aset skala kecil (di bawah Rp50 miliar), hanya satu perusahaan skala menengah (Rp50 miliar–Rp250 miliar), dan sebanyak 11 perusahaan tergolong skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar,” ujarnya.
Dari sisi sektoral, pipeline IPO menunjukkan variasi yang cukup beragam. Sektor consumer non-cyclicals mendominasi dengan tiga perusahaan.
Disusul sektor healthcare, infrastructure, dan technology masing-masing dua perusahaan. Sementara itu, sektor energy, financials, serta transportation & logistics masing-masing diisi oleh satu perusahaan.
Menariknya, sejumlah sektor seperti basic materials, consumer cyclicals, industrials, hingga properti dan real estate belum menyumbang kandidat IPO dalam pipeline saat ini.
Sebelumnya, calon emiten sektor logistik, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), bersiap melantai di BEI dengan menargetkan perolehan dana hingga Rp306 miliar melalui IPO.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar