Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato
- account_circle Tri Gunawan Sidiki
- calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
- visibility 569
- print Cetak

Tri Gunawan Sidiki, Sekretaris Koperasi Karya Inovasi Bersama (KIB). Doc. istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sebagai representasi dari sekitar 3.000 petani plasma yang tersebar di 15 desa binaan, Koperasi Karya Inovasi Bersama memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa informasi yang diterima masyarakat adalah jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami tidak ingin masyarakat terus berada dalam ketidakpastian yang berkepanjangan.
Lebih jauh, jika skema lahan plasma tidak dapat direalisasikan, maka bukan berarti kewajiban perusahaan gugur begitu saja. Regulasi telah menyediakan alternatif solusi. Surat Edaran Dirjen Perkebunan Nomor B.347 Tahun 2023 tentang Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat memberikan ruang bagi perusahaan untuk memenuhi kewajiban melalui skema lain, seperti pemberian bantuan modal kepada petani dengan perhitungan nilai optimum.
Alternatif ini harus dilihat sebagai bentuk tanggung jawab yang tetap harus dipenuhi, bukan sebagai pilihan opsional. Dengan pendekatan yang tepat, skema ini bahkan dapat memberikan manfaat yang lebih fleksibel bagi petani, selama dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Dalam waktu dekat, Koperasi Karya Inovasi Bersama akan mengambil langkah konkret dengan melakukan pertemuan langsung dengan pihak perusahaan serta dinas terkait sesuai kewenangannya. Pertemuan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi momentum penting untuk membuka ruang dialog yang jujur dan konstruktif. Kami akan membawa seluruh aspirasi masyarakat, sekaligus meminta kejelasan atas berbagai persoalan yang selama ini belum terjawab.
Kami percaya bahwa setiap persoalan memiliki jalan keluar, selama ada kemauan untuk menyelesaikannya. Namun, penyelesaian tersebut harus didasarkan pada prinsip keadilan, keterbukaan, dan tanggung jawab bersama. Perusahaan tidak bisa berjalan sendiri tanpa memperhatikan masyarakat di sekitarnya. Sebaliknya, masyarakat juga membutuhkan kepastian agar dapat merencanakan masa depan mereka dengan lebih baik.
- Penulis: Tri Gunawan Sidiki

Saat ini belum ada komentar