Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kampung Adalah Awal Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

  • account_circle Moloneo Az
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 640
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gorontalo, NULONDALO.com – Hingga saat ini di Provinsi Gorontalo telah ada 18 desa yang masuk dalam program kampung iklim (Proklim), belum banyak namun pemerintah daerah bertekad untuk menambahnya secara bertahap.

Untuk dapat menjadi kampung Proklim ada sejumlah syarat dan yang utama adalah desa tersebut sudah melakukan aksi dan mitigasi bencana selama 2 tahun.

Pekerjaan untuk mempersiapkan sebuah desa agar bisa disebut desa proklim memang tidak mudah dan desa Proklim tidak akan lahir begitu saja, melainkan perlu upaya-upaya pendampingan untuk mempersiapkannya.

“Melihat kondisi perubahan iklim di Indonesia sudah sangat nyata serta membawa dampak yang merugikan serta menelan korban jiwa,” kata Marahalim Siagian Koordinator Burung Indonesia Program Gorontalo, Rabu (7/1/2026).

Marahalim memberi contoh terbaru yaitu bencana hidrometeorologi yang melanda 3 provinsi di Pulau Sumatera ditaksir memerlukan biaya pemulihan sebesar Rp59,25 triliun. Jumlah korban meninggal dunia 1.777 jiwa, korban belum ditemukan (hilang) 148 jiwa serta yang mengalami luka-luka sebanyak 7.000 orang.

“Di akhir tahun 2025 banjir bandang dan tanah longsor juga melanda satu desa daerah pertambangan di Kabupaten Powato yakni Desa Hulawa Kecamatan Buntulia,” ucap Marahalim.

Dalam bencana di Hulawa ini ratusan rumah terendam, 2 rumah roboh, sebanyak 144 rumah tangga terdampak. Kerugian material belum bisa dihitung.

Semua ini menegaskan bahwa dampak perubahan iklim sudah sangat nyata dan semakin sering dialami masyarakat.

Sebagai respon atas fenemena ini, mitigasi dan adaptasi atas perubahan iklim sudah sangat mendesak untuk dilakukan, bisa dimulai dari kampung. Kampung adalah tempat separuh dari populasi Indonesia dan di sanalah pangan diproduksi.

Marahalim menjelaskan, dari aspek adaptasi, kampung pro iklim perlu memiliki sejumlah perangkat sistem.

Sistem pengendalian banjir seperti tanggul, saluran drainase, kolam penampungan, embung, sumur resapan, biopori. Sistem antisipasi kondisi kekeringan seperti panen air hujan (PAH), embung, sumur resapan, sistem irigasi tetes mikro. Sistem antisipasi longsor seperti terasering, tanggul sungai atau bronjong, revegetasi area sempadan sungai. Sistem peningkatan ketahanan pangan, yaitu diversifikasi tanaman pangan, lahan basah dan lahan kering, pemanfaatan sumber pangan lockal, lumbung pangan, sistem pengawetan bahan pangan dan penyimpanan.

“Untuk pemukiman penduduk di wilayah pesisir, kampung Proklim harus memiliki sistem adaptasi terhadap abrasi dan kenaikan air laut,” ucap Marahalim.

Selain itu kampung pesisir juga harus ada penataan ruang kelola wilayah pesisir, penanaman mangrove, budidaya rumput laut (sistem pangan), serta pemasangan breakwater atau pemecah ombak.

Dari aspek mitigasi, program untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di kampung adalah melakukan kegiatan untuk mereduksi karbon diosida yang dihasilkan oleh pembakaran limbah pertanian dan pembakatan limbah rumah tangga secara terbuka.

Penanganan gas metana yang berasal dari kegiatan peternakan serta pembusukan bahan organik juga menghasilkan gas metana. Pengurangan pupuk kimia yang menghasilkan nitrogen dioksida.

Ia menawarkan sejumlah program mitigasi perubahan iklim di kampung yang sesuai lain, seperti pengomposan limbah pertanian dan peternakan baik secara aerobik dan an-aerobik, rehabilitasi lahan kritis dan peningkatan luas area bervegetasi, meningkatkan pemakaian energi bersih melalui pemanfaatan solar panel dan biogas, budidaya pertanian rendah emisi, pertanian agroforestry dan tumpang sari, serta pencegahan kebakaran lahan dan hutan.

Di tengah ancaman nyata dampak perubahan iklim, program kampung iklim (Proklim) merupakan salah satu upaya yang relevan saat ini di Gorontalo serta di wilayah Indonesia lainnya.  Sebuah pendekatan untuk membumikan isu perlunya adaptasi dan mitigasi bencana akibat perubahan iklim, dimulai dari kampung.

  • Penulis: Moloneo Az

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banom NU Barru Gelar Kajian Aswaja, Hadirkan Syekh Asal Lebanon

    Banom NU Barru Gelar Kajian Aswaja, Hadirkan Syekh Asal Lebanon

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 409
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Barru – Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) Kabupaten Barru menggelar kajian Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di Zam-Zam Center Barru, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Acara tersebut dihadiri Rais Syuriah PC NU Kabupaten Barru, AG. Dr. H. Husain Abdullah, serta seluruh Banom NU, di antaranya Muslimat […]

  • Dana Peliputan Media MTQ Maros Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pembayaran dan Nama ASN dalam Daftar Penerima

    Dana Peliputan Media MTQ Maros Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pembayaran dan Nama ASN dalam Daftar Penerima

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Maros telah berlalu. Namun, penggunaan anggaran untuk peliputan media dalam kegiatan tersebut kini menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan terkait transparansi realisasi anggaran serta laporan pertanggungjawaban (LPJ). Informasi yang dihimpun menyebutkan, anggaran peliputan media dalam kegiatan MTQ diduga mencapai sekitar Rp30 juta, dengan keterlibatan kurang lebih 30 […]

  • UU Pemilu Digugat Lagi, Ambang Batas Parlemen Dinilai Inkonsitusional

    UU Pemilu Digugat Lagi, Ambang Batas Parlemen Dinilai Inkonsitusional

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 332
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini, gugatan diarahkan pada ketentuan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang dinilai berpotensi inkonstitusional dan mencederai prinsip kedaulatan rakyat. Permohonan pengujian materiil diajukan oleh Koalisi Kawal Pemilu dan Demokrasi Indonesia yang diwakili Miftahol Arifin selaku Ketua […]

  • Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)

    Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sejarah Islam mengenal banyak kisah tentang keberanian dan kesetiaan. Namun kisah Wahsyi bin Harb agak unik dan rumit. Ia bukan tokoh yang sejak awal berdiri di barisan kaum Muslimin. Ia datang dari Habasyah menjadi budak Jubair ibn Mut‘im. Keahliannya adalah melempar tombak—sebuah keterampilan yang kelak mengubah arah hidupnya dan tercatat dalam sejarah. Dalam Perang Uhud, […]

  • Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Tradisi Tenggeyamo diketahui ada sejak zaman kesultanan Gorontalo dan hingga kini masih digelar setiap tahun. Sebelum penetapan, biasanya agenda diawali dengan ceramah tentang asal-muasal bulan Ramadan sambil menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah dalam menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal. Gelaran Tanggeyamo biasanya dilakukan di rumah adat atau di rumah dinas kepala daerah di Gorontalo. […]

  • KH. Asrul Lasapa Ajak Personel Polda Gorontalo Jaga Amanah Lewat Binrohtal

    KH. Asrul Lasapa Ajak Personel Polda Gorontalo Jaga Amanah Lewat Binrohtal

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Wakil Katib PWNU Gorontalo KH. Asrul Lasapa hadir memberikan ceramah dalam kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang rutin digelar oleh Polda Gorontalo, Rabu pagi (6/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polda Gorontalo dalam menumbuhkan karakter personel yang berintegritas, profesional, dan berakhlak mulia. Binrohtal dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan melibatkan seluruh personel […]

expand_less