Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kampung Adalah Awal Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

  • account_circle Moloneo Az
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 643
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gorontalo, NULONDALO.com – Hingga saat ini di Provinsi Gorontalo telah ada 18 desa yang masuk dalam program kampung iklim (Proklim), belum banyak namun pemerintah daerah bertekad untuk menambahnya secara bertahap.

Untuk dapat menjadi kampung Proklim ada sejumlah syarat dan yang utama adalah desa tersebut sudah melakukan aksi dan mitigasi bencana selama 2 tahun.

Pekerjaan untuk mempersiapkan sebuah desa agar bisa disebut desa proklim memang tidak mudah dan desa Proklim tidak akan lahir begitu saja, melainkan perlu upaya-upaya pendampingan untuk mempersiapkannya.

“Melihat kondisi perubahan iklim di Indonesia sudah sangat nyata serta membawa dampak yang merugikan serta menelan korban jiwa,” kata Marahalim Siagian Koordinator Burung Indonesia Program Gorontalo, Rabu (7/1/2026).

Marahalim memberi contoh terbaru yaitu bencana hidrometeorologi yang melanda 3 provinsi di Pulau Sumatera ditaksir memerlukan biaya pemulihan sebesar Rp59,25 triliun. Jumlah korban meninggal dunia 1.777 jiwa, korban belum ditemukan (hilang) 148 jiwa serta yang mengalami luka-luka sebanyak 7.000 orang.

“Di akhir tahun 2025 banjir bandang dan tanah longsor juga melanda satu desa daerah pertambangan di Kabupaten Powato yakni Desa Hulawa Kecamatan Buntulia,” ucap Marahalim.

Dalam bencana di Hulawa ini ratusan rumah terendam, 2 rumah roboh, sebanyak 144 rumah tangga terdampak. Kerugian material belum bisa dihitung.

Semua ini menegaskan bahwa dampak perubahan iklim sudah sangat nyata dan semakin sering dialami masyarakat.

Sebagai respon atas fenemena ini, mitigasi dan adaptasi atas perubahan iklim sudah sangat mendesak untuk dilakukan, bisa dimulai dari kampung. Kampung adalah tempat separuh dari populasi Indonesia dan di sanalah pangan diproduksi.

Marahalim menjelaskan, dari aspek adaptasi, kampung pro iklim perlu memiliki sejumlah perangkat sistem.

Sistem pengendalian banjir seperti tanggul, saluran drainase, kolam penampungan, embung, sumur resapan, biopori. Sistem antisipasi kondisi kekeringan seperti panen air hujan (PAH), embung, sumur resapan, sistem irigasi tetes mikro. Sistem antisipasi longsor seperti terasering, tanggul sungai atau bronjong, revegetasi area sempadan sungai. Sistem peningkatan ketahanan pangan, yaitu diversifikasi tanaman pangan, lahan basah dan lahan kering, pemanfaatan sumber pangan lockal, lumbung pangan, sistem pengawetan bahan pangan dan penyimpanan.

“Untuk pemukiman penduduk di wilayah pesisir, kampung Proklim harus memiliki sistem adaptasi terhadap abrasi dan kenaikan air laut,” ucap Marahalim.

Selain itu kampung pesisir juga harus ada penataan ruang kelola wilayah pesisir, penanaman mangrove, budidaya rumput laut (sistem pangan), serta pemasangan breakwater atau pemecah ombak.

Dari aspek mitigasi, program untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di kampung adalah melakukan kegiatan untuk mereduksi karbon diosida yang dihasilkan oleh pembakaran limbah pertanian dan pembakatan limbah rumah tangga secara terbuka.

Penanganan gas metana yang berasal dari kegiatan peternakan serta pembusukan bahan organik juga menghasilkan gas metana. Pengurangan pupuk kimia yang menghasilkan nitrogen dioksida.

Ia menawarkan sejumlah program mitigasi perubahan iklim di kampung yang sesuai lain, seperti pengomposan limbah pertanian dan peternakan baik secara aerobik dan an-aerobik, rehabilitasi lahan kritis dan peningkatan luas area bervegetasi, meningkatkan pemakaian energi bersih melalui pemanfaatan solar panel dan biogas, budidaya pertanian rendah emisi, pertanian agroforestry dan tumpang sari, serta pencegahan kebakaran lahan dan hutan.

Di tengah ancaman nyata dampak perubahan iklim, program kampung iklim (Proklim) merupakan salah satu upaya yang relevan saat ini di Gorontalo serta di wilayah Indonesia lainnya.  Sebuah pendekatan untuk membumikan isu perlunya adaptasi dan mitigasi bencana akibat perubahan iklim, dimulai dari kampung.

  • Penulis: Moloneo Az

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Pengurus Baru Asosiasi Produsen Benih Indonesia Gorontalo

    Inilah Pengurus Baru Asosiasi Produsen Benih Indonesia Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Para pelaku usaha perbenihan di Provinsi Gorontalo resmi membentuk dan memilih pengurus baru Asosiasi Produsen Benih Indonesia (Asbenindo). Kegiatan ini dihadiri oleh penangkar, produsen benih, serta pengawas benih tanaman dari berbagai kabupaten/kota. Melalui proses pemilihan yang berlangsung secara aklamasi, terpilih sebagai pengurus baru Ketua: Ervan Baga, Wakil Ketua: Umar Etango, Sekretaris: Hitler Datau, dan Bendahara: […]

  • Pegadaian Kanwil IX Dorong UMKM Tumbuh Lewat KUPEDES: Pinjaman Cepat, Bunga Ringan, Hingga Rp 500 Juta

    Pegadaian Kanwil IX Dorong UMKM Tumbuh Lewat KUPEDES: Pinjaman Cepat, Bunga Ringan, Hingga Rp 500 Juta

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta terus memperkuat dukungannya terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) salah satunya lewat layanan KUPEDES. Produk pinjaman produktif ini dirancang untuk memberikan akses permodalan dengan proses cepat, bunga ringan, serta skema angsuran fleksibel. Selasa, 2 September 2025. Melalui KUPEDES, pelaku UMKM dapat memperoleh pinjaman mulai Rp20 juta hingga […]

  • Saham PIPA dan MINA Anjlok Usai Bareskrim Ungkap Dugaan Pidana Pasar Modal

    Saham PIPA dan MINA Anjlok Usai Bareskrim Ungkap Dugaan Pidana Pasar Modal

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 344
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Perdagangan saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dibuka melemah tajam pada Rabu (4/2/2026), menyusul mencuatnya sentimen negatif terkait pengungkapan dugaan tindak pidana pasar modal oleh Bareskrim Polri. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.15 WIB, saham PIPA tercatat merosot 31 poin atau sekitar 14,62 […]

  • Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Keanggotaan Indonesia di Board of Peace, Soroti Komitmen Dana Rp16,7 Triliun

    Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Keanggotaan Indonesia di Board of Peace, Soroti Komitmen Dana Rp16,7 Triliun

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengecam keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menandatangani Piagam Board of Peace (BOP) pada 22 Januari 2026 usai menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Koalisi menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia dan berpotensi membebani anggaran negara. Dalam siaran pers yang dirilis […]

  • Mengenang Kwik Kian Gie

    Mengenang Kwik Kian Gie

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 166
    • 0Komentar

    (Penulis Akademisi Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo) Kemarin Kwik Kian Gie berpulang. Ekonom dan mantan Menteri era Gusdur dan Megawati itu  meninggalkan banyak sekali pemikiran tentang dinamika ekonomi politik di Indonesia. Saya ingat dalam buku Kwik yang berjudul ” Gonjang ganjing ekonomi Indonesia ” Ia mengkritik doktrin Marxisme Ortodoks berupa penguasaan ekonomi oleh negara secara […]

  • Penulis yang Hidup dan Mati di Era AI

    Penulis yang Hidup dan Mati di Era AI

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Dunia penulisan sedang mengalami turbulensi seiring dengan munculnya Artificial Intelligence (AI). Penulis-penulis baru berbasis AI bermunculan. Para penulis konvensional mulai merasakan ruang yang dulu mereka kuasai tak lagi eksklusif. Dunia yang sebelumnya otentik dan terbentuk melalui proses panjang kini  ditantang dengan hadirnya tulisan-tulisan yang lahir dari mesin. Lebih cepat secara proses, lebih rapi secara struktur, dan lebih massif […]

expand_less