Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Lebaran Dua Versi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
  • visibility 792
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Tapi ada tong saya liat di medsos bilang, ini pemerintah pakai sidang isbat, melihat hilal karena ada proyeknya, ada uangnya.”

Kyai Saleh tersenyum, “Dunia sekarang manusia tidak bisa dihalangi berpendapat. Hal-hal tidak terkait bisa dikaitkan, apalagi kalau terlihat ada kaitannya. Masih ingat pendapat ateis yang bilang, kalau tujuan menyembah Tuhan hanya untuk menjadi baik, saya tidak salat juga bisa jadi orang baik. Logikanya terlihat benar, tapi jelas tidak memahami arti beribadah kepada Allah. Dia hanya melihat satu sudut saja.”

Para santri kembali terdiam.

“Tetapi… memang perbedaan seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ada banyak cara yang bisa dilakukan.”

“Apa itu, Kyai?”

“Kalau boleh saya usulkan, ada dua cara. Pertama, untuk menghindari kesan ada versi pemerintah dan versi organisasi, setiap sidang isbat pemerintah menambahkan keputusannya. Misal, melalui pendekatan hisab ramadahan berakhir tanggal 19. Melalui pendekatan rukyat, karena hilal belum ditemukan sesuai ketentuan, istikmal menjadi 30, dan berakhir tanggal 20.”

“Yang kedua, Kyai?”

“Bagi yang duluan mengakhiri puasanya, ada baiknya menunda sehari lebaran. Sembari menunggu masyarakat lain menyelesaikan puasanya. Jadi, perbedaannya dapat, persatuannya juga dapat. Apalagi salat Ied posisi hukumnya sunnah.”

“Kalau 1 Ramadhan, Kyai? Bisa juga begitu?” Sampara ikut bertanya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Piutang Langit

    Piutang Langit

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Humor Gus Dur mengajarkan satu hal penting: agama harus membumi. Jika piutang langit hanya menjadi retorika ceramah tanpa menyentuh kemiskinan struktural, maka itu seperti laporan keuangan tanpa arus kas. Indah dibaca, kosong dampak. Ramadhan juga momentum rekonsiliasi neraca diri. Kita tutup buku sebelas bulan sebelumnya. Apakah aset kesabaran meningkat? Apakah liabilitas amarah berkurang? Apakah ekuitas […]

  • Hari Ibu Nasional: Momentum Memperkuat Solidaritas Perempuan, Bukan Seremonial Belaka

    Hari Ibu Nasional: Momentum Memperkuat Solidaritas Perempuan, Bukan Seremonial Belaka

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Kabar Perempuan – Setiap tanggal 22 Desember adalah hari bersejarah buat kaum Ibu atau perempuan di Indonesia. Momentum tersebut diperingati setiap tahunnya. Namun sejauh mana pemaknaan orang-orang terhadap peringatan Hari Ibu Nasional 2024? Akankah perempuan sudah berdaya dan seperti apa problem perempuan hari ini? Redaksi mengulas khusus peringatan Hari Ibu Nasional 2024. Peringatan Hari Ibu Nasional […]

  • Idiosinkrasi

    Idiosinkrasi

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Penghargaan terhadap idiosinkrasi dapat membantu organisasi menemukan potensi tersembunyi pegawainya. Ada pekerja yang unggul dalam tekanan, ada yang justru optimal dalam suasana tenang. Ada yang kuat dalam kerja teknis, ada yang lebih hidup dalam kerja relasional. Ketika organisasi memberi ruang terhadap kekhasan semacam ini, produktivitas tidak lagi lahir dari keterpaksaan, melainkan dari kesesuaian antara manusia […]

  • Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Refleksi Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Oleh : Pepy Al-Bayqunie (Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Di Indonesia, demokrasi kerap tampil meriah hanya saat pemilu. Angka, statistik, dan pesta politik menjadi hal yang paling mencolok. Namun, setelah hiruk pikuk itu usai, demokrasi sering kembali sepi. Ia menyusut menjadi prosedur […]

  • Upaya Membungkam Suara Kritis? Wakil KontraS Disiram Air Keras di Jakarta

    Upaya Membungkam Suara Kritis? Wakil KontraS Disiram Air Keras di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Serangan terhadap Andrie Yunus menjadi peringatan serius terhadap risiko yang dihadapi pembela HAM di Indonesia. Selain melukai individu, tindakan kekerasan seperti ini berpotensi menekan ruang demokrasi dan membungkam kritik terhadap kebijakan publik. Badan Pekerja KontraS mengajak masyarakat sipil, media, dan lembaga penegak hukum untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus ini, serta memastikan korban mendapatkan perlindungan […]

  • Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

    Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Di sinilah kita melihat bagaimana imperialisme epistemik terus bermutasi mengikuti perkembangan zaman. Jika pada abad ke-20 dominasi itu bekerja melalui teori pembangunan dan modernisasi, pada abad ke-21 ia bergerak melalui bahasa inovasi, teknologi, dan ekonomi digital. Hal yang perlu disadari adalah bahwa pengetahuan tidak pernah benar-benar berdiri di ruang hampa. Ia selalu terkait dengan institusi, […]

expand_less