Breaking News
light_mode
Trending Tags

Lebaran Dua Versi

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
  • visibility 683
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Tapi ada tong saya liat di medsos bilang, ini pemerintah pakai sidang isbat, melihat hilal karena ada proyeknya, ada uangnya.”

Kyai Saleh tersenyum, “Dunia sekarang manusia tidak bisa dihalangi berpendapat. Hal-hal tidak terkait bisa dikaitkan, apalagi kalau terlihat ada kaitannya. Masih ingat pendapat ateis yang bilang, kalau tujuan menyembah Tuhan hanya untuk menjadi baik, saya tidak salat juga bisa jadi orang baik. Logikanya terlihat benar, tapi jelas tidak memahami arti beribadah kepada Allah. Dia hanya melihat satu sudut saja.”

Para santri kembali terdiam.

“Tetapi… memang perbedaan seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ada banyak cara yang bisa dilakukan.”

“Apa itu, Kyai?”

“Kalau boleh saya usulkan, ada dua cara. Pertama, untuk menghindari kesan ada versi pemerintah dan versi organisasi, setiap sidang isbat pemerintah menambahkan keputusannya. Misal, melalui pendekatan hisab ramadahan berakhir tanggal 19. Melalui pendekatan rukyat, karena hilal belum ditemukan sesuai ketentuan, istikmal menjadi 30, dan berakhir tanggal 20.”

“Yang kedua, Kyai?”

“Bagi yang duluan mengakhiri puasanya, ada baiknya menunda sehari lebaran. Sembari menunggu masyarakat lain menyelesaikan puasanya. Jadi, perbedaannya dapat, persatuannya juga dapat. Apalagi salat Ied posisi hukumnya sunnah.”

“Kalau 1 Ramadhan, Kyai? Bisa juga begitu?” Sampara ikut bertanya.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

    Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Fanridhal Engo
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Kini, Anda berpikir; egoisme masa lalu Anda memang ada, tapi orientasinya telah berubah. Dulu Anda menuntut hak untuk diakui, sekarang Anda merasa berhak untuk bertobat. Anda yakin tak seorang pun berhak menghakimi perjalanan spiritual Anda, selain Tuhan sendiri. Hak Asasi Manusia, yang dulu menjadi tameng argumentasi sekuler Anda, kini justru Anda gunakan untuk membela hak […]

  • Lestari Moerdijat Dorong Kesehatan Mental Masuk Kurikulum Nasional

    Lestari Moerdijat Dorong Kesehatan Mental Masuk Kurikulum Nasional

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 215
    • 0Komentar

    “Untuk menjadi bangsa yang kuat, kita membutuhkan generasi penerus yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental,” ujarnya. Rerie pun menegaskan perlunya komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan mekanisme yang tepat dalam sistem pendidikan. Langkah ini dinilai penting guna melahirkan generasi muda yang sehat secara mental, berkarakter kuat, serta memiliki […]

  • DPW GENINUSA Jawa Tengah Resmi Dilantik dan Rekerwil Bahas Pengembangan Santriprenuer

    DPW GENINUSA Jawa Tengah Resmi Dilantik dan Rekerwil Bahas Pengembangan Santriprenuer

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Dewan pimpinan Daerah Gerakan Santriprenuer Nusantara Jawa Tengah (DPW-GENINUSA Jateng) masa khidmat 2025-2030 melaksanakan pelantikan dan rapat kerja wilayah/rakerwil yang berlokasi di aula kantor DPD RI Jawa Tengah, jalan imam bonjol kota Semarang, 23 Juni 2025. Sejumlah 38 pengurus sesuai SK DPP GENINUSA pengurus jawa tengah dilantik mengambil sumpah janji jabatan. dalam kesempatan ini ketua […]

  • Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat Play Button

    Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 256
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pergantian tahun Masehi kerap identik dengan hiruk-pikuk perayaan, kembang api, dan berbagai euforia yang melibatkan keramaian. Namun, dalam sebuah pengajian penuh makna, almaghfurlah KH. Abdul Ghofur Nawawi justru mengajak jamaah untuk menyambut pergantian tahun dengan cara yang berbeda: dzikir sederhana, sunyi, dan penuh kesadaran spiritual. Kiai Ghofur mengisahkan bahwa amalan ini merupakan ijazah […]

  • Zeigarnik Effect dan Seni Menjaga “Kemungkinan”

    Zeigarnik Effect dan Seni Menjaga “Kemungkinan”

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Organisasi tampaknya bekerja dengan cara yang serupa. Ketika segala sesuatu sudah dipastikan, dijelaskan, dan ditentukan hingga ke detail terkecil, ruang partisipasi sering kali menyempit. Tidak banyak yang perlu dipikirkan, tidak banyak yang perlu ditawarkan. Sebaliknya, ketika ada tujuan bersama yang cukup jelas tetapi belum sepenuhnya terwujud, orang terdorong untuk mengisi ruang tersebut dengan ide, tenaga, […]

  • Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Ia tetap sederhana. Tetap sosial. Ia hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai ulama, tetapi sebagai sahabat. Jika ada warga yang sakit, ia datang menjenguk. Jika ada yang berduka, ia hadir melayat. Dakwahnya bukan hanya di mimbar, tetapi di kehidupan sehari-hari. Pada Selasa, 5 Februari 2008, pukul 18.00, waktu seakan berhenti. Baharuddin mengembuskan napas terakhirnya. […]

expand_less