MTQ Imam Masjid II Provinsi Banten Sukses Digelar, Perkuat Peran Imam sebagai Diplomat Perdamaian Menuju IGIC 2026
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 30
- print Cetak

Suasana pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Imam Masjid II Tingkat Provinsi Banten 2026 di Masjid Raya Baitul Mukhtar, BSD City, Kabupaten Tangerang, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang diikuti 180 imam masjid dari berbagai daerah di Banten ini merupakan bagian dari rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 untuk memperkuat kapasitas imam sebagai pemimpin umat, penggerak transformasi sosial, dan diplomat perdamaian.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Imam harus menjadi agen diplomasi, mampu meredam hoaks, menyejukkan umat, serta membangun koeksistensi yang damai. Melalui Bridging to IGIC ini kita ingin meningkatkan kapasitas para imam agar berwawasan global tanpa meninggalkan tradisi keilmuan Islam yang sahih,” ujarnya.
Senada dengan itu, Gubernur Banten H. Andra Soni, S.M., M.A.P. menyampaikan bahwa forum tersebut memperlihatkan kontribusi nyata Islam dalam membangun peradaban yang damai.
“Forum ini menunjukkan bahwa Islam hadir sebagai kekuatan moral yang mampu membangun perdamaian, memperkuat solidaritas kemanusiaan, dan menghadirkan harapan bagi masa depan dunia.
Peran imam juga telah mengalami transformasi, bukan hanya memimpin salat, tetapi menjadi pendidik umat, penjaga moral masyarakat, penggerak sosial, sekaligus juru damai,” katanya.
Ketua Panitia IGIC 2026, Faried F. Saenong, Ph.D., mengatakan bahwa penyelenggaraan MTQ menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas imam menghadapi tantangan global.
“IGIC 2026 ingin menghadirkan imam masjid sebagai pemimpin umat yang mampu menjembatani nilai-nilai keislaman dengan tantangan kemanusiaan kontemporer.
Imam harus menjadi penjaga moderasi, penggerak transformasi sosial, sekaligus diplomat peradaban yang membawa pesan Islam rahmatan lil ‘alamin kepada dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ Imam Masjid se-Provinsi Banten, Mas’ud Halimin, M.Ag., menegaskan bahwa ajang ini tidak semata-mata menjadi perlombaan membaca Al-Qur’an.
“Penyelenggaraan MTQ Imam Masjid bukan sekadar kompetisi, tetapi ikhtiar membangun kualitas kepemimpinan imam yang unggul, profesional, dan mampu menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat sekaligus menyukseskan International Grand Imams Conference 2026,” jelasnya.
Ketua Majelis Hakim juga memastikan seluruh proses penilaian berlangsung objektif dan transparan sesuai ketentuan musabaqah.
“Seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif, independen, transparan, dan berpedoman pada ketentuan musabaqah. Kami berharap setiap peserta menjadikan kompetisi ini sebagai media pembinaan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, hafalan, pemahaman keislaman, kemampuan dakwah, serta penguatan syiar Islam melalui khutbah dan azan,” tuturnya.
Keberhasilan penyelenggaraan MTQ Imam Masjid II Tingkat Provinsi Banten menjadi langkah strategis dalam menyongsong International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.
Melalui ajang ini, IPIM berharap lahir imam-imam masjid yang tidak hanya unggul dalam memimpin ibadah, tetapi juga mampu menjadi penggerak transformasi sosial, penjaga moderasi beragama, dan diplomat perdamaian yang berkontribusi bagi kemajuan peradaban Islam di tingkat nasional maupun global.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar