Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 75
- print Cetak

Ilustrasi suasana rukyatul hilal menjelang Idul Fitri, menampilkan masyarakat mengamati bulan sabit di ufuk barat dengan latar masjid dan langit senja Ramadan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Potensi Perbedaan Lebaran
Dengan adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah, potensi perbedaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih terbuka.
Muhammadiyah telah menetapkan Lebaran jatuh pada 20 Maret 2026 berdasarkan metode hisab, sementara pemerintah dan sebagian besar organisasi Islam lainnya masih menunggu hasil rukyatul hilal.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia bersama ormas seperti Nahdlatul Ulama berpotensi menetapkan Idul Fitri pada 21 Maret 2026, jika hilal pada 19 Maret tidak memenuhi kriteria visibilitas.
Perbedaan ini merupakan hal yang kerap terjadi dalam penentuan awal Syawal di Indonesia.
Menyikapi hal tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap menunggu hasil resmi Sidang Isbat serta menjaga sikap saling menghormati.
Perbedaan penetapan hari raya hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan dipandang sebagai bagian dari dinamika keberagaman dalam praktik keagamaan di Indonesia.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar