Pemda Buol Setop MBG, Usai 141 Siswa Keracunan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
- visibility 137
- print Cetak

Para korban dilaporkan mengalami gejala yang hampir seragam setelah mengonsumsi makanan MBG, mulai dari nyeri perut, mual, muntah, pusing, sesak napas, hingga kejang-kejang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Buol menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bunobogu menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami 141 siswa dari sejumlah sekolah, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan data terakhir, puluhan siswa masih menjalani perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Sebanyak 21 siswa dirawat di RSUD Mokoyurli Buol, tiga siswa di RS Pratama Gadung, dan delapan siswa di Puskesmas Bunobogu.
Sementara itu, siswa lainnya mendapatkan penanganan lanjutan dan observasi di lingkungan sekolah maupun di rumah dengan pengawasan tenaga kesehatan.
Para korban dilaporkan mengalami gejala yang hampir seragam setelah mengonsumsi makanan MBG, mulai dari nyeri perut, mual, muntah, pusing, sesak napas, hingga kejang-kejang. Kasus ini melibatkan siswa dari lima sekolah dasar dan dua sekolah menengah pertama di Kecamatan Bunobogu.
Sebagai langkah antisipasi untuk mencegah munculnya korban baru, Pemerintah Kabupaten Buol memutuskan menutup sementara dapur MBG atau Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Selain itu, pemerintah daerah berencana memanggil seluruh pimpinan SPPG MBG se-Kabupaten Buol untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program.
Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Moh Yamin Rahim, menyatakan bahwa hingga kini penyebab pasti dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.
“Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar penentuan langkah selanjutnya,” ujar Moh Yamin Rahim.
Sejak laporan awal diterima, unsur lintas organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, serta aparat kepolisian telah diterjunkan untuk menangani para korban, melakukan pendataan, serta menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam pengelolaan makanan MBG.
Aparat kepolisian juga memastikan proses penyelidikan berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Meski sebagian besar siswa dilaporkan mulai menunjukkan kondisi yang membaik, tim medis tetap melakukan pemantauan ketat hingga seluruh korban dinyatakan pulih sepenuhnya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar