Breaking News
light_mode
Trending Tags

Reformasi Polri Jalan di Tempat? Mahfud MD Akui Pesimis Implementasi

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • visibility 53
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia menjelaskan bahwa laporan reformasi itu memuat ribuan halaman hasil diskusi dengan berbagai pihak, mulai dari masyarakat sipil, akademisi, hingga internal kepolisian sendiri. Semua persoalan dibedah secara terbuka, termasuk problem struktural, instrumental, dan kultural yang selama ini dianggap menjadi akar persoalan institusi kepolisian.

Menurut Mahfud, persoalan paling berat justru berada pada aspek budaya kekuasaan atau kultur yang telah mengakar.

Ia menyebut kerusakan di tubuh kepolisian bukan lagi sekadar tindakan oknum, melainkan telah menjadi persoalan sistemik yang memerlukan keputusan politik dari tingkat tertinggi negara.

“Kalau struktural dan instrumental itu sebenarnya bisa diperbaiki. Tapi yang kultural ini yang berat. Karena menyangkut budaya kekuasaan, budaya saling melindungi, budaya yang membuat hukum bisa dibelokkan,” katanya.

Mahfud bahkan menyinggung fenomena yang ia sebut sebagai “silent code”, yakni praktik diam-diam saling melindungi antar aparat ketika muncul laporan pelanggaran yang melibatkan institusi tertentu.

Menurutnya, kondisi semacam itu membuat rakyat sering kali kalah ketika berhadapan dengan kekuasaan.

Ia mengaku masih sering menerima laporan masyarakat terkait mafia tanah, manipulasi dokumen hukum, hingga kriminalisasi terhadap warga yang justru menjadi korban.

Dalam banyak kasus, kata dia, pelapor malah berakhir menjadi tersangka.

“Saya pernah menangani kasus orang yang punya perusahaan sah, tiba-tiba aset dan aktenya berpindah ke orang lain lewat mafia. Ketika dia melapor, malah dia yang ditahan. Yang punya asli malah jadi tersangka,” ungkapnya.

Mahfud mengatakan praktik semacam itu tidak mungkin berjalan tanpa adanya perlindungan dari kekuatan tertentu.

Karena itu, ia menilai pidato Presiden Prabowo yang secara terbuka menyinggung keterlibatan “baju loreng” dan “baju coklat” dalam melindungi mafia merupakan sesuatu yang tidak biasa.

Dalam pidatonya di DPR RI, Prabowo menyebut rakyat Indonesia selama ini dimiskinkan oleh mafia dan kepentingan asing yang dilindungi oleh aparat.

Pernyataan tersebut memicu perhatian luas publik karena dianggap sebagai kritik langsung terhadap praktik penyalahgunaan kekuasaan di dalam negara.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikbal Kau Soroti Ketidakprofesionalan Disparprov Gorontalo dalam Mendukung Duta Daerah

    Ikbal Kau Soroti Ketidakprofesionalan Disparprov Gorontalo dalam Mendukung Duta Daerah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Aktivis Gorontalo, Ikbal Kau, menyampaikan kritik keras kepada Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo (Disparprov) karena dinilai tidak profesional dan minim kreativitas dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa serta duta daerah yang berkompetisi di tingkat nasional, Jumat (14/11/2025). Dalam pernyataannya, Ikbal menjelaskan bahwa selama empat bulan terakhir dirinya membangun komunikasi intens dengan pihak Disparprov. Ia mengajukan proposal, melengkapi […]

  • Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua Dirilis untuk Publik

    Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua Dirilis untuk Publik

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 281
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Upaya baru dalam pelestarian alam di Indonesia bagian timur lahir dengan selesainya identifikasi Important Bird and Biodiversity Areas (IBAs) di wilayah Papua. Melalui kerja sama antara Burung Indonesia dan berbagai mitra strategis, data ini kini dapat diakses oleh publik sebagai alat bantu utama dalam menentukan daerah prioritas pelestarian keanekaragaman hayati di Papua dengan menggunakan […]

  • Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

    Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Thahira Azzahra
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Selain itu, tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) menambah kompleksitas permasalahan. Dana dalam jumlah besar justru mengendap tanpa pemanfaatan optimal, sementara kebutuhan masyarakat di lapangan masih sangat mendesak. Situasi ini menunjukkan adanya kelemahan dalam perencanaan serta pelaksanaan anggaran. Pemerintah daerah tampak lebih aktif dalam mengajukan tambahan dana dibandingkan memastikan implementasi program berjalan efektif. Di sisi […]

  • JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Siap Perkuat Gerakan Sosial dan Ekonomi Umat

    JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Siap Perkuat Gerakan Sosial dan Ekonomi Umat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Ia juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi melalui pengembangan amal usaha berbasis konsep OPOP (One Pesantren One Product). Menurutnya, kekuatan ekonomi akan menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan organisasi. Sementara itu, Gubernur Gorontalo melalui sambutan yang disampaikan oleh staf ahli, Gusnar Ismail, menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada pengurus yang baru dilantik. Pemerintah daerah, kata dia, mendukung […]

  • Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

    Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 217
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menilai demokrasi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius yang berpotensi melemahkan prinsip-prinsip dasar demokrasi, mulai dari kebebasan sipil, supremasi sipil, hingga kebebasan pers. Penilaian tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026, yang digelar di Grha Pemuda, Kompleks Gereja Katedral, Jalan Katedral No. 7B, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026), […]

  • Sekjen Kemenag Dorong Pesantren Ambil Peran di Ruang Publik

    Sekjen Kemenag Dorong Pesantren Ambil Peran di Ruang Publik

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 103
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Pesantren tidak boleh berjalan di ruang hampa. Tradisi keilmuan yang kaya dan mendalam harus terus berdialog dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Pesan inilah yang ditekankan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, saat membuka Evaluasi Program Direktorat Pesantren Tahun 2025 di Tangerang Selatan, dikutip dari laman kemenag.go.id (15/12/2025). Di hadapan para pengelola dan pemangku […]

expand_less