Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Reformasi Polri Jalan di Tempat? Mahfud MD Akui Pesimis Implementasi

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 135
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia menjelaskan bahwa laporan reformasi itu memuat ribuan halaman hasil diskusi dengan berbagai pihak, mulai dari masyarakat sipil, akademisi, hingga internal kepolisian sendiri. Semua persoalan dibedah secara terbuka, termasuk problem struktural, instrumental, dan kultural yang selama ini dianggap menjadi akar persoalan institusi kepolisian.

Menurut Mahfud, persoalan paling berat justru berada pada aspek budaya kekuasaan atau kultur yang telah mengakar.

Ia menyebut kerusakan di tubuh kepolisian bukan lagi sekadar tindakan oknum, melainkan telah menjadi persoalan sistemik yang memerlukan keputusan politik dari tingkat tertinggi negara.

“Kalau struktural dan instrumental itu sebenarnya bisa diperbaiki. Tapi yang kultural ini yang berat. Karena menyangkut budaya kekuasaan, budaya saling melindungi, budaya yang membuat hukum bisa dibelokkan,” katanya.

Mahfud bahkan menyinggung fenomena yang ia sebut sebagai “silent code”, yakni praktik diam-diam saling melindungi antar aparat ketika muncul laporan pelanggaran yang melibatkan institusi tertentu.

Menurutnya, kondisi semacam itu membuat rakyat sering kali kalah ketika berhadapan dengan kekuasaan.

Ia mengaku masih sering menerima laporan masyarakat terkait mafia tanah, manipulasi dokumen hukum, hingga kriminalisasi terhadap warga yang justru menjadi korban.

Dalam banyak kasus, kata dia, pelapor malah berakhir menjadi tersangka.

“Saya pernah menangani kasus orang yang punya perusahaan sah, tiba-tiba aset dan aktenya berpindah ke orang lain lewat mafia. Ketika dia melapor, malah dia yang ditahan. Yang punya asli malah jadi tersangka,” ungkapnya.

Mahfud mengatakan praktik semacam itu tidak mungkin berjalan tanpa adanya perlindungan dari kekuatan tertentu.

Karena itu, ia menilai pidato Presiden Prabowo yang secara terbuka menyinggung keterlibatan “baju loreng” dan “baju coklat” dalam melindungi mafia merupakan sesuatu yang tidak biasa.

Dalam pidatonya di DPR RI, Prabowo menyebut rakyat Indonesia selama ini dimiskinkan oleh mafia dan kepentingan asing yang dilindungi oleh aparat.

Pernyataan tersebut memicu perhatian luas publik karena dianggap sebagai kritik langsung terhadap praktik penyalahgunaan kekuasaan di dalam negara.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan Yang Robek

    Ramadhan Yang Robek

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Oleh : Asrul G.H. Lasapa – (Pegiat Dakwah Gorontalo) Puasa merupakan kawah candradimuka yang menjadi tempat melatih dan menggembleng seseorang agar memiliki mental spiritual yang agung dan mulia. Ritual puasa tidak hanya sekedar penampakan simbolitas permukaan yang nyata berupa tidak makan, minum dan hubungan seksual semata, tetapi puasa adalah kemampuan pengendalian jiwa dari keterpurukan emosional. […]

  • Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo Play Button photo_camera 4

    Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah kedai kopi baru bernama Tempat Kemarin perlahan menjelma menjadi ruang favorit anak muda lintas generasi di Kota Gorontalo. Mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga warga umum, kedai ini ramai dikunjungi terutama pada sore hingga malam hari. Terletak di Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U-1, Kecamatan Kota Selatan, posisi kedai ini terbilang sangat strategis. Di […]

  • Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Oleh : Riskiyawan Hasan Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Maluku Utara disuguhi berbagai “klarifikasi” yang disampaikan Gubernur Maluku Utara melalui podcast, media nasional da berbagai saluran digital lainnya. Sekilas, langkah itu terlihat seperti usaha untuk memperbaiki pandangan publik. Namun jika dilihat dalam perspektif komunikasi politik, situasi ini lebih tepat dipahami munculnya apa yang kemudian disebut […]

  • Jelang Nataru 2025, PJ Kades Majannang Imbau Warga Patuhi Edaran Bupati Maros

    Jelang Nataru 2025, PJ Kades Majannang Imbau Warga Patuhi Edaran Bupati Maros

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kesiapsiagaan dan pengamanan oleh berbagai instansi serta institusi terus ditingkatkan guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Bupati Maros terkait pengamanan dan ketertiban selama momentum Nataru. Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Penjabat (PJ) Kepala Desa Majannang, Syamsir, secara tegas mengimbau […]

  • Polres Maros Musnahkan 359 Gram Narkoba, Selamatkan 7.000 Warga dari Ancaman Penyalahgunaan

    Polres Maros Musnahkan 359 Gram Narkoba, Selamatkan 7.000 Warga dari Ancaman Penyalahgunaan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Polres Maros memusnahkan barang bukti (BB) narkoba hasil pengungkapan Satres Narkoba selama tiga bulan terakhir. Pemusnahan dipimpin langsung Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, di halaman Mapolres Maros, Jumat (5/12/2025). Total BB yang dimusnahkan mencapai 359 gram dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp500 juta. Polisi menyebut jumlah tersebut setara dengan penyelamatan sedikitnya 7.000 […]

  • Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Gelar Aksi Desak Penindakan PETI di Botudulang

    Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Gelar Aksi Desak Penindakan PETI di Botudulang

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Mako Polda Gorontalo pada Kamis, 11 September 2025. Aksi tersebut mengangkat isu maraknya praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Botudulanga, Kabupaten Pohuwato. Dalam aksinya, AMPL menyampaikan sejumlah tuntutan utama, salah satunya mendesak Kapolda Gorontalo untuk segera menangkap Daeng Baba dan Daeng Arif […]

expand_less