Sidak Subuh di SPPG Boalemo, Wagub Gorontalo Temukan Sejumlah Pelanggaran Higienitas MBG
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month Rabu, 17 Des 2025
- visibility 153
- print Cetak

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie. Rabu pagi (17/12/2025), sejak subuh, ia melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. (FOTO: Humas)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com -Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Gorontalo kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu pagi (17/12/2025).
Kali ini, sidak dilakukan di SPPG Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Tepat pukul 04.30 Wita, Wagub Idah bersama Tim Satgas MBG tiba di lokasi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Dalam sidak tersebut, Wagub meninjau seluruh tahapan operasional, mulai dari dapur pengolahan, proses memasak, pemorsian makanan, hingga gudang penyimpanan bahan makanan basah dan kering.
“Ada beberapa temuan yang harus segera diperbaiki. Ini penting agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar sehat untuk anak-anak kita dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ujar Idah.
Salah satu perhatian utama Wagub adalah proses pemorsian makanan yang telah dilakukan sejak pukul 05.00 Wita. Meski makanan tersebut diperuntukkan bagi anak PAUD, TK, dan SD yang memiliki jadwal makan lebih awal, Idah menegaskan aspek higienitas saat pendistribusian tetap harus menjadi prioritas.
“Memang ini untuk PAUD, TK, dan SD yang makannya lebih awal, tetapi saya berharap saat pendistribusian tetap dijaga higienitasnya,” tegasnya.
Tim Satgas MBG mencatat sejumlah temuan penting, di antaranya belum tersedianya wastafel yang memadai di area pemorsian dan pengolahan makanan. Wastafel yang ada tidak dilengkapi air mengalir, sabun, hand dryer, maupun tisu. Selain itu, masih ditemukan petugas mencuci tangan di area pengelolaan bahan baku, yang tidak diperbolehkan sesuai standar sanitasi.
Kondisi ruang pengolahan yang mencapai suhu 44 derajat juga dinilai terlalu panas. Temuan lain meliputi posisi toilet yang berada tepat di depan area pencucian piring, penyimpanan sampah yang masih bercampur dengan area bahan makanan mentah, serta pengambilan sampel makanan yang belum sesuai standar.
“Pengambilan sampel ini sangat penting. Jangan hanya satu sendok. Kalau terjadi sesuatu seperti keracunan, tim kesehatan akan kesulitan melakukan pemeriksaan. Sampel harus diambil lebih banyak dan sesuai porsi,” tegas Wagub.
Seluruh hasil temuan sidak tersebut akan dituangkan dalam berita acara. Tim Satgas MBG memberikan waktu perbaikan selama 14 hari kerja kepada pengelola SPPG.
Sebagai informasi, SPPG Hungayonaa setiap harinya mengelola sekitar 2.859 porsi makanan. Jumlah tersebut terdiri dari 1.912 porsi besar untuk siswa SMP/MTs dan SMA/MAN, 783 porsi kecil untuk SD, TK, dan PAUD, serta 164 porsi untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (BBB).
- Penulis: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar