nulondalo.com – Upaya penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput Kabupaten Gorontalo memasuki babak baru. LP3H Robbani secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama empat pemerintah kecamatan untuk fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) bagi pelaku UMKM, Kamis (15/1).
Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh perwakilan yayasan, Sandy Syafrudin Nina, bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gorontalo, serta para Camat dari wilayah Limboto Barat, Bongomeme, Telaga Biru, dan Batudaa.
Limboto Barat Jadi Pelopor di Tahun 2026 Dalam momentum tersebut, Camat Limboto Barat, Bony Moonti, mencatatkan diri sebagai pelopor pertama di tingkat kecamatan yang melakukan MoU bersama LP3H Robbani pada tahun 2026.
Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program strategis Bupati Gorontalo, yakni Restorasi UMKM.
“Kami sangat mengapresiasi progresivitas Pak Bony Moonti yang menjadi pionir dalam kerja sama ini. MoU bersama LP3H Robbani ini dirancang untuk memberikan pendampingan langsung bagi pelaku usaha agar mereka benar-benar merasakan manfaat dari program unggulan daerah,” ujar Sandy Syafrudin Nina.
Target 1.000 UMKM per Kecamatan Melalui kerja sama ini, LP3H Robbani berkomitmen memfasilitasi sertifikasi halal dengan target ambisius 1.000 UMKM di setiap kecamatan.
Program ini terintegrasi langsung dengan visi Restorasi UMKM untuk meningkatkan legalitas dan daya saing produk lokal secara merata di tiap wilayah.
Camat Bony Moonti menegaskan bahwa kehadiran LP3H Robbani akan sangat membantu percepatan pendataan dan verifikasi produk di lapangan.
“Sebagai pelopor di 2026, Limboto Barat ingin menunjukkan bahwa integrasi program Restorasi UMKM melalui sertifikasi halal adalah kunci agar produk desa bisa bersaing di pasar modern. Bersama LP3H Robbani, kami optimis target 1.000 UMKM di wilayah kami dapat tercapai,” tegasnya.
Akselerasi Ekonomi Lokal Dengan adanya pendampingan teknis dari tim LP3H Robbani, para pelaku UMKM di kecamatan Limboto Barat, Bongomeme, Telaga Biru, dan Batudaa kini memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan sertifikat halal tanpa kendala biaya.
Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi wilayah lainnya di Kabupaten Gorontalo dalam mewujudkan ekosistem usaha yang mandiri dan bersertifikat resmi.
Saat ini belum ada komentar