Breaking News
light_mode
Trending Tags

Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 223
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun persoalannya tidak berhenti pada industri media atau kapitalisme digital semata. Ada masalah yang lebih besar yaitu negara gagal hadir sebagai fasilitator ruang publik yang sehat dan adil.

Negara seharusnya menjadi penyeimbang di tengah dominasi pasar. Ia mestinya melindungi ruang kebudayaan dari logika komersialisasi yang berlebihan, memastikan pendidikan tetap menjadi ruang pembentukan kesadaran kritis, serta menjamin media bekerja untuk kepentingan publik, bukan semata kepentingan trafik dan modal. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya: negara sering ikut larut dalam logika industri kebudayaan itu sendiri.

Alih-alih memperkuat literasi kritis masyarakat, negara lebih sibuk membangun citra dan mengelola persepsi publik. Politik berubah menjadi panggung visual. Kebijakan dikemas seperti konten. Kritik publik sering direspons dengan pencitraan digital, bukan penyelesaian struktural. Dalam situasi seperti ini, negara tidak lagi berdiri sebagai fasilitator keadilan sosial, melainkan ikut menjadi pemain dalam industri perhatian.

Kita bisa melihatnya dari bagaimana kebudayaan hari ini lebih sering diperlakukan sebagai komoditas ekonomi ketimbang ruang hidup masyarakat. Tradisi lokal dipromosikan melalui festival dan pariwisata, tetapi masyarakat yang menjaga tradisi itu sering tetap hidup dalam keterbatasan ekonomi. Desa adat dijadikan ikon budaya, sementara ruang hidupnya terdesak investasi dan pembangunan yang eksploitatif.

Negara tampak lebih tertarik menjual citra kebudayaan daripada melindungi kondisi sosial yang membuat kebudayaan itu tetap hidup.

Hal yang sama terjadi dalam pendidikan. Kampus perlahan diarahkan mengikuti kebutuhan industri dan pasar kerja. Jurusan-jurusan yang dianggap tidak “produktif” secara ekonomi mulai dipertanyakan keberadaannya. Padahal pendidikan seharusnya tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga membentuk warga yang mampu berpikir kritis terhadap realitas sosialnya.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Al-Khat Seni Rupa Peradaban Islam

    Al-Khat Seni Rupa Peradaban Islam

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Muh. Ersyad Mamonto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Kaligrafi atau dalam Islam biasa dikenal dengan istilah al-khat mempunyai makna yang serupa di antara kedua istilah tersebut yaitu “tulisan indah”. Kaligrafi sangat erat dengan peradaban dunia Islam, selain memang sebagai produk budaya yang digunakan dalam pembakuan mushaf Qur’an, juga adanya pandangan ikonoklasme dalam Islam sehingga menempatkan kaligrafi sebagai sentrum seninya seni rupa Islam. Ikonoklasme […]

  • Veteran Marinir Protes di Sidang Senat AS, Insiden Pengamanan Picu Perdebatan

    Veteran Marinir Protes di Sidang Senat AS, Insiden Pengamanan Picu Perdebatan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah insiden terjadi dalam sidang Senate Armed Services Committee di Washington D.C. pada 4 Maret 2026, ketika seorang veteran Marinir Amerika Serikat, Brian McGinnis, melakukan aksi protes terkait kemungkinan keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran. Dalam sidang tersebut, McGinnis berdiri dan meneriakkan penolakan terhadap potensi perang yang menurutnya dipicu oleh dukungan […]

  • Akademisi dan Ulama Soroti Pengadaan MacBook Rp25 Juta untuk Anggota DPRD Gorontalo

    Akademisi dan Ulama Soroti Pengadaan MacBook Rp25 Juta untuk Anggota DPRD Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam kritik publik. Sejumlah kalangan menilai bahwa pengadaan perangkat dengan nilai anggaran yang relatif besar perlu dipertimbangkan secara lebih matang, terutama jika dikaitkan dengan kondisi ekonomi masyarakat dan semangat efisiensi belanja pemerintah yang saat ini tengah digaungkan secara nasional. Salah satu kritik datang dari akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo, […]

  • Cerita Gus Dur yang Berpulang Bersama Jenderal Salim

    Cerita Gus Dur yang Berpulang Bersama Jenderal Salim

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 719
    • 0Komentar

    Ada sebuah kisah yang sejatinya akan terdengar pada peringatan Haul ke-16 Gus Dur, yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa, Pambusuang, Polewali Mandar, 12 Februari 2026. Kisah itu semula hendak disampaikan oleh Mayjen TNI (Purn.) Salim S. Mengga. Namun, cerita sejarah tersebut tampaknya tidak akan pernah terucap, sebab Puang Salim, sapaan akrab beliau telah berpulang ke hadirat […]

  • Alumni Lemhannas Berperan Starategis Kuatkan Wawasan Kebangsaan

    Alumni Lemhannas Berperan Starategis Kuatkan Wawasan Kebangsaan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan harapannya agar Ikatan Alumni (IKAL) Lemhannas Republik Indonesia Provinsi Gorontalo dapat menjadi contoh organisasi strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKAL Lemhannas Provinsi Gorontalo periode 2025–2030, Rabu (2/7/2025), Idah menekankan bahwa IKAL memiliki posisi penting […]

  • Kevin Lapendos Soroti Dugaan Wacana Dialog Seluruh Unsur Pimpinan Forkopimda Gorontalo, Menjelang Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.”

    Kevin Lapendos Soroti Dugaan Wacana Dialog Seluruh Unsur Pimpinan Forkopimda Gorontalo, Menjelang Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Pemuda Gorontalo Kevin Lapendos kembali mengeluarkan pernyataan kritisnya terhadap dugaan wacana kegiatan dialog publik Forkopimda Provinsi Gorontalo yang disebut-sebut akan digelar pada 20 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Isu yang beredar menyebutkan, kegiatan tersebut akan dihadiri seluruh unsur pimpinan Forkopimda dan diarahkan untuk menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program […]

expand_less