Breaking News
light_mode
Trending Tags

Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 224
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Akibatnya, masyarakat dibentuk menjadi manusia yang terampil bekerja, tetapi lemah dalam membaca ketimpangan. Orang didorong untuk terus produktif, kompetitif, dan adaptif, namun tidak diberi cukup ruang untuk mempertanyakan mengapa hidup semakin sulit meski pembangunan terus dipromosikan sebagai kemajuan.

Di titik inilah industri kebudayaan bertemu dengan kegagalan negara. Ketika negara tidak mampu menjadi fasilitator yang adil, ruang publik akhirnya dikuasai pasar. Algoritma lebih menentukan arah perhatian publik dibanding diskusi sosial yang sehat. Media lebih tunduk pada klik daripada kualitas informasi. Kebudayaan lebih dihargai sebagai potensi ekonomi daripada sebagai identitas sosial dan ruang refleksi kolektif.

Yang lahir kemudian adalah masyarakat yang sibuk mengonsumsi, tetapi perlahan kehilangan daya kritis.

Bahkan perlawanan pun mudah diserap menjadi komoditas. Kritik sosial, sebatas ruang sensional. Padahal kita sebenarnya terasing. Orang ramai di media sosial, tetapi semakin sulit menemukan ruang dialog yang benar-benar mendalam. Semua dipaksa bergerak cepat. Tidak ada waktu untuk merenung. Tidak ada ruang cukup untuk memahami persoalan sampai ke akarnya.

Padahal negara semestinya hadir untuk menjaga ruang itu: ruang berpikir, ruang kritik, ruang kebudayaan, dan ruang demokrasi yang sehat.

Tetapi ketika negara terlalu dekat dengan kepentingan modal dan terlalu sibuk mengelola citra politiknya sendiri, maka kebudayaan akhirnya diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar. Karena itu, persoalan industri kebudayaan bukan hanya soal media sosial atau hiburan digital. Ini juga soal absennya negara dalam memastikan keadilan ruang publik. Negara gagal menjadi penengah antara kepentingan masyarakat dan kekuatan pasar yang semakin besar.

Baagiku dominasi paling berbahaya hari ini bukan ketika masyarakat dibungkam, melainkan ketika masyarakat terus dihegemoni juga dibuat terhibur sampai lupa bagaimana cara mempertanyakan.

Penulis : Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langit Mahal Gorontalo; Harga Tiket Mencekik, Membisu Pemerintah & Sebuah Pertanyaan untuk Presiden Prabowo

    Langit Mahal Gorontalo; Harga Tiket Mencekik, Membisu Pemerintah & Sebuah Pertanyaan untuk Presiden Prabowo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 128
    • 0Komentar

    oleh : Suci Priyanti Kartika Chanda Sari., S.H.,M.H. Bagi sebuah provinsi kepulauan seperti Gorontalo, transportasi udara bukanlah kemewahan, melainkan urat nadi esensial yang menyambungkan denyut ekonomi, sosial, dan bahkan spiritual warganya dengan seluruh nusantara. Jalur udara adalah jembatan bagi para perantau untuk kembali ke pelukan keluarga, koridor bagi pelajar untuk menimba ilmu, kanal bagi pelaku […]

  • Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 193
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang malam pergantian Tahun Masehi, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko, mulai dari gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, hingga cuaca ekstrem. Pengamat dan aparat keamanan menilai euforia perayaan tahun baru kerap dibarengi peningkatan kerawanan di ruang publik. Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati, menilai keramaian pada malam tahun baru […]

  • Upaya Membungkam Suara Kritis? Wakil KontraS Disiram Air Keras di Jakarta

    Upaya Membungkam Suara Kritis? Wakil KontraS Disiram Air Keras di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Selain itu, Andrie Yunus, sebagai pembela HAM, berhak atas perlindungan hukum baik secara nasional maupun internasional. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa setiap individu, kelompok, atau lembaga berhak berpartisipasi dalam perlindungan dan pemajuan HAM. Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 juga menjamin bahwa pembela hak atas lingkungan hidup tidak […]

  • PBNU Percepat Penyelesaian SK, Prioritaskan Cegah Kevakuman Pengurus Cabang

    PBNU Percepat Penyelesaian SK, Prioritaskan Cegah Kevakuman Pengurus Cabang

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Persoalan ratusan Surat Keputusan (SK) pengurus cabang yang sempat mandek akhirnya mulai menemukan titik terang. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan percepatan penyelesaian SK melalui Rapat Harian Tanfidziyah yang digelar pada Rabu, 22 April 2026. Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni, mengatakan bahwa percepatan ini menjadi agenda utama dengan tetap berpegang pada […]

  • BBPOM di Makassar Jalani Reakreditasi ISO/IEC 17025:2017, Perkuat Keandalan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan

    BBPOM di Makassar Jalani Reakreditasi ISO/IEC 17025:2017, Perkuat Keandalan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Nulondalo.com Makassar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar melaksanakan kegiatan reakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Tim Asesor dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), yaitu Tri Pratiwi selaku Asesor Kepala bersama Ani Suwitaningsih, Effi Setiawati, Anissa Tiana Sheilayanti, dan Herawati, yang melakukan asesmen dan witness […]

  • Akuntabilitas Langit

    Akuntabilitas Langit

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Dalam perspektif Gus Dur, agama yang terlalu kaku sering kehilangan ruh kemanusiaannya. Karena itu, beliau sering menyampaikan pesan moral dengan cerita jenaka. Bayangkan kalau Gus Dur menjelaskan konsep akuntabilitas langit kepada para akuntan. Mungkin beliau akan berkata: “Akuntan itu profesi yang sangat religius. Bedanya cuma satu. Akuntan dunia takut salah hitung karena takut pada klien. […]

expand_less