Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 326
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Akibatnya, masyarakat dibentuk menjadi manusia yang terampil bekerja, tetapi lemah dalam membaca ketimpangan. Orang didorong untuk terus produktif, kompetitif, dan adaptif, namun tidak diberi cukup ruang untuk mempertanyakan mengapa hidup semakin sulit meski pembangunan terus dipromosikan sebagai kemajuan.

Di titik inilah industri kebudayaan bertemu dengan kegagalan negara. Ketika negara tidak mampu menjadi fasilitator yang adil, ruang publik akhirnya dikuasai pasar. Algoritma lebih menentukan arah perhatian publik dibanding diskusi sosial yang sehat. Media lebih tunduk pada klik daripada kualitas informasi. Kebudayaan lebih dihargai sebagai potensi ekonomi daripada sebagai identitas sosial dan ruang refleksi kolektif.

Yang lahir kemudian adalah masyarakat yang sibuk mengonsumsi, tetapi perlahan kehilangan daya kritis.

Bahkan perlawanan pun mudah diserap menjadi komoditas. Kritik sosial, sebatas ruang sensional. Padahal kita sebenarnya terasing. Orang ramai di media sosial, tetapi semakin sulit menemukan ruang dialog yang benar-benar mendalam. Semua dipaksa bergerak cepat. Tidak ada waktu untuk merenung. Tidak ada ruang cukup untuk memahami persoalan sampai ke akarnya.

Padahal negara semestinya hadir untuk menjaga ruang itu: ruang berpikir, ruang kritik, ruang kebudayaan, dan ruang demokrasi yang sehat.

Tetapi ketika negara terlalu dekat dengan kepentingan modal dan terlalu sibuk mengelola citra politiknya sendiri, maka kebudayaan akhirnya diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar. Karena itu, persoalan industri kebudayaan bukan hanya soal media sosial atau hiburan digital. Ini juga soal absennya negara dalam memastikan keadilan ruang publik. Negara gagal menjadi penengah antara kepentingan masyarakat dan kekuatan pasar yang semakin besar.

Baagiku dominasi paling berbahaya hari ini bukan ketika masyarakat dibungkam, melainkan ketika masyarakat terus dihegemoni juga dibuat terhibur sampai lupa bagaimana cara mempertanyakan.

Penulis : Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penumpang Berangkat Melalui Angkutan Laut Gorontalo Capai 3714 Orang

    Penumpang Berangkat Melalui Angkutan Laut Gorontalo Capai 3714 Orang

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat pada Mei 2025 di Provinsi Gorontalo sebanyak 3.714 orang atau menurun 36,88 persen dibandingkan dengan keadaan pada April 2025 yang tercatat sebanyak 5.884 orang. Sementara jumlah penumpang angkutan laut yang datang pada Mei 2025 sebanyak 3.036 orang, menurun 60,47 persen dibanding April 2025 yang sejumlah 7.680 orang. Jumlah barang […]

  • Kesederhanaan dan Akhlak yang berumur panjang: Membaca Kharisma Imam Lapeo

    Kesederhanaan dan Akhlak yang berumur panjang: Membaca Kharisma Imam Lapeo

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Dan beberapa kisah yang diwariskan secara lisan juga menyambungkan ilmu dan keteladanan dari Imam Lapeo dalam menyelesaikan berbagai persoalan sehari-hari di tengah masyarakat. Banyak dari kisah tersebut mencerminkan kecakapan serta kedalaman pembacaannya terhadap realitas sosial yang dihadapi umat. Kisah ini menarik dalam diskursus pengetahuan Sosiologi Agama. Dalam kerangka Weber, kharisma sering dipahami sebagai sesuatu yang […]

  • Kronologi Dugaan Korupsi Perumda Aneka Usaha Majene, Sekda dan Bupati Diperiksa Kejati Sulbar

    Kronologi Dugaan Korupsi Perumda Aneka Usaha Majene, Sekda dan Bupati Diperiksa Kejati Sulbar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    nulondalo.com-Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat terus mengusut kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan di Perumda Aneka Usaha Majene. Dalam penyidikan tersebut, penyidik telah memeriksa Sekretaris Daerah dan Bupati Majene sebagai saksi bersama puluhan pihak lainnya. Kasus ini menjerat mantan Penjabat Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Majene berinisial AA yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Berikut kronologi pengungkapan kasus […]

  • Dari Laporan ke Tindakan: A. Abbas dan A. Rudi Buktikan Pelayanan Tanpa Basa-Basi

    Dari Laporan ke Tindakan: A. Abbas dan A. Rudi Buktikan Pelayanan Tanpa Basa-Basi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keluhan warga Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, terkait padamnya lampu penerangan jalan akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Perhubungan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, H.A. Maskur Abbas, SE,.M.Si., bersama Camat Maros Baru, A. Rudi, S.IP, M.M, menunjukkan respons sigap dengan langsung melakukan penggantian lima […]

  • UII Keluarkan Pernyataan Sikap, Soroti Politik Luar Negeri hingga Kebijakan Dalam Negeri

    UII Keluarkan Pernyataan Sikap, Soroti Politik Luar Negeri hingga Kebijakan Dalam Negeri

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan pernyataan sikap resmi merespons perkembangan mutakhir praktik berbangsa dananiro, Selasa (3/3/2026). Pernyataan tersebut ditandatangani Rektor UII, Fathul Wahid, atas nama warga kampus. Dalam dokumen yang dirilis di Yogyakarta bertepatan dengan 一级ramadan 1447 H, UII menyesalkan sikap Pemerintah Republik Indonesia yang dinilai belum menunjukkan ketegasan memadai dalam menyikapi serangan […]

  • Banggar DPR Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga oleh Agrinas Dibatalkan

    Banggar DPR Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga oleh Agrinas Dibatalkan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Said Abdullah, meminta rencana impor 105.000 unit mobil niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dibatalkan. Ia menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan upaya memperkuat industri dalam negeri dan ekonomi pedesaan. Menurut Said, penggunaan dana APBN untuk pengadaan kendaraan dari luar negeri tidak sejalan dengan arah […]

expand_less