Wagub Gorontalo Temukan Tingginya Sisa Makanan Saat Sidak Dapur MBG di Bone Bolango
- account_circle Valdi Pontoh
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- visibility 53
- print Cetak

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie melakukan inspeksi mendadak di salah satu dapur SPPG di Kabupaten Bone Bolango untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (11/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Temuan terbesar kami adalah masih banyak makanan yang terbuang. Sayur bahkan bisa mencapai 23 kilogram dalam sehari. Ada juga nasi yang tersisa sangat banyak. Ini harus menjadi bahan evaluasi agar menu yang disajikan benar-benar sesuai dengan selera dan kebutuhan anak-anak tanpa mengurangi nilai gizinya,” kata Idah.
Selain persoalan sisa makanan, tim juga menemukan sejumlah catatan terkait pengelolaan gudang basah dan gudang kering, kebersihan lingkungan dapur, kedisiplinan petugas, hingga perencanaan menu harian.
Menurut Idah, setiap SPPG perlu memiliki perencanaan menu yang lebih variatif setidaknya untuk satu bulan ke depan agar peserta didik tidak merasa bosan dan konsumsi makanan dapat lebih optimal.
“Kalau ada menu yang ternyata banyak tersisa, harus segera dievaluasi. Jangan terus diulang tanpa perbaikan. Bisa jadi rasanya kurang sesuai, penyajiannya kurang menarik, atau ada faktor lain yang perlu dibenahi,” ujarnya.
Dalam sidak tersebut, tim juga menemukan penggunaan bahan pangan yang telah dikupas dari pasar, seperti bawang merah dan bawang putih. Padahal, proses persiapan bahan seharusnya dilakukan oleh petugas dapur guna menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Pada menu telur yang disajikan, ditemukan pula beberapa prosedur penanganan yang belum sesuai standar, mulai dari telur yang tidak dicuci hingga proses pencucian yang belum dilakukan secara benar.
Selain itu, terdapat temuan terkait penempatan galon air di gudang basah yang tidak sesuai peruntukannya serta pengelolaan sampel makanan yang belum memenuhi ketentuan. Beberapa SPPG diketahui belum menyimpan sampel makanan selama 2×24 jam sebagaimana prosedur pengawasan keamanan pangan yang berlaku.
Wakil Gubernur berharap seluruh pengelola SPPG segera menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut agar pelaksanaan Program MBG semakin efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas makanan, keamanan pangan, serta efektivitas pengelolaan yang mampu mendukung peningkatan gizi anak secara optimal.
- Penulis: Valdi Pontoh

Saat ini belum ada komentar