Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Wagub Gorontalo Temukan Tingginya Sisa Makanan Saat Sidak Dapur MBG di Bone Bolango

  • account_circle Valdi Pontoh
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 248
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Temuan terbesar kami adalah masih banyak makanan yang terbuang. Sayur bahkan bisa mencapai 23 kilogram dalam sehari. Ada juga nasi yang tersisa sangat banyak. Ini harus menjadi bahan evaluasi agar menu yang disajikan benar-benar sesuai dengan selera dan kebutuhan anak-anak tanpa mengurangi nilai gizinya,” kata Idah.

Selain persoalan sisa makanan, tim juga menemukan sejumlah catatan terkait pengelolaan gudang basah dan gudang kering, kebersihan lingkungan dapur, kedisiplinan petugas, hingga perencanaan menu harian.

Menurut Idah, setiap SPPG perlu memiliki perencanaan menu yang lebih variatif setidaknya untuk satu bulan ke depan agar peserta didik tidak merasa bosan dan konsumsi makanan dapat lebih optimal.

“Kalau ada menu yang ternyata banyak tersisa, harus segera dievaluasi. Jangan terus diulang tanpa perbaikan. Bisa jadi rasanya kurang sesuai, penyajiannya kurang menarik, atau ada faktor lain yang perlu dibenahi,” ujarnya.

Dalam sidak tersebut, tim juga menemukan penggunaan bahan pangan yang telah dikupas dari pasar, seperti bawang merah dan bawang putih. Padahal, proses persiapan bahan seharusnya dilakukan oleh petugas dapur guna menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Pada menu telur yang disajikan, ditemukan pula beberapa prosedur penanganan yang belum sesuai standar, mulai dari telur yang tidak dicuci hingga proses pencucian yang belum dilakukan secara benar.

Selain itu, terdapat temuan terkait penempatan galon air di gudang basah yang tidak sesuai peruntukannya serta pengelolaan sampel makanan yang belum memenuhi ketentuan. Beberapa SPPG diketahui belum menyimpan sampel makanan selama 2×24 jam sebagaimana prosedur pengawasan keamanan pangan yang berlaku.

Wakil Gubernur berharap seluruh pengelola SPPG segera menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut agar pelaksanaan Program MBG semakin efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas makanan, keamanan pangan, serta efektivitas pengelolaan yang mampu mendukung peningkatan gizi anak secara optimal.

  • Penulis: Valdi Pontoh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idul Fitri 1447 Hijriah & Pensucian Hati: Jalan Spiritual Kemanusiaan

    Idul Fitri 1447 Hijriah & Pensucian Hati: Jalan Spiritual Kemanusiaan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Amsar A. Dulmanan
    • visibility 611
    • 0Komentar

    Disinilah konsep fitrah dalam Islam memiliki makna yang sangat mendalam. Fitrah adalah kondisi asal manusia yang suci, bersih, dan cenderung kepada kebenaran. Dalam perjalanan hidup, fitrah ini sering kali tertutup oleh berbagai kepentingan duniawi, ambisi, dan konflik batin yang membuat manusia menjauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang sejati. Ramadhan hadir sebagai ruang asketik untuk membersihkan lapisan […]

  • Di Tengah Kasus OTT Kuansing, Menhut Buka Suara soal Amplop yang Ditinggalkan Bupati

    Di Tengah Kasus OTT Kuansing, Menhut Buka Suara soal Amplop yang Ditinggalkan Bupati

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    “Dalam audiensi itu, ternyata Bapak Bupati Kuansing meninggalkan amplop yang ditutup dengan map. Ketika beliau pergi, saya baru sadar, dan saya langsung meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut saat itu juga. Saya tidak tahu apa isinya, tetapi saya merasa tidak memiliki hak terhadap amplop itu,” kata Raja Juli Antoni. Menurut Menhut, keputusan untuk segera […]

  • Kelompok “Terorisme” di Pohuwato; Kesalahan Kita Bersama

    Kelompok “Terorisme” di Pohuwato; Kesalahan Kita Bersama

    • calendar_month Minggu, 29 Nov 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Hari Jumat tanggal 27 November 2020, Gorontalo untuk kesekian kalinya dikagetkan dengan berita penangkapan oleh Densus 88 terhadaap 7 orang terduga teroris di Kabupaten Pohuwato (Kecamatan Buntulia dan Randangan). Betapa tidak, Gorontalo yang dikenal dengan daerah “Serambi Madinah” yang memiliki falsafah hidup “Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah” harus menelan pil pahit atas kejadian ini. […]

  • Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

    Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menguat di kalangan elite politik nasional. Usulan ini memantik perdebatan luas karena dinilai berpotensi menyempitkan hak politik rakyat dan menandai kemunduran demokrasi pasca-Reformasi. Lebih dari dua dekade setelah Reformasi 1998 dan hampir 20 tahun sejak pilkada langsung pertama kali digelar […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah 2025: Perkuat Ekonomi Umat Menuju Kemandirian

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah 2025: Perkuat Ekonomi Umat Menuju Kemandirian

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 pada 28–30 Oktober 2025. Agenda besar ini mengusung tema “Memperkuat Peran Ekonomi Syariah untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Umat.” PES 2025 menjadi wadah kolaborasi antara PWNU Gorontalo dengan berbagai lembaga keuangan, regulator, serta pelaku ekonomi syariah nasional. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat literasi […]

  • Hari Tani 2025: Defisit Jalan Perkebunan

    Hari Tani 2025: Defisit Jalan Perkebunan

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Apriyanto Rajak
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Hari tani nasional selalu diperingati 24 September setiap tahun. Sebuah momentum tepat untuk merefleksikan sejauh mana petani memperoleh kesejahteraan. Selama ini bertani dianggap sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan, sehingga jangan heran mengapa anak muda kurang tertarik dengan profesi ini dan umumnya lebih didominasi oleh orang tua. Menurut data sensus pertanian 2023 menyebutkan generasi X memiliki […]

expand_less