Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tumbilotohe, Tradisi Gorontalo Sarat Makna Menjelang Idulfitri

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
  • visibility 68
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap daerah tentu berbeda ketika menyambut lebaran idulfitri. Di Gorontalo ada tradisi yang berbalut kental adat dan islami saat menyambut Idulfitri setiap tahun. Ada tradisi tumbilotohe atau malam pasang lampu yang digelar warga ketika masuk pada malam ke 27 Ramadan.

Konon, tradisi tumbilotohe ada sejak abad ke-15 masehi. Dahulu, warga yang datang ke masjid untuk melaksanakan shalat tarawih dan membayar zakat, butuh penerangan atau lampu yang terbuat dari getah damar. Lampu tradisional ini mampu bertahan lama saat dinyalakan.

Namun, seiring perkembangan zaman, lampu berbahan getah damar ini diganti dengan lampu padamala yang berbahan minyak kelapa, air dan kapas. Dan biasanya, lampu tradisional itu diberi pewarna sehingga terlihat indah ketika ditempatkan dalam cangkir.

Tumbilotohe Tradisi Penghargaan

Tumbilotohe tidak hanya tradisi sarat nilai adat, tapi ia juga adalah tanda bagi warga muslim di Gorontalo yang hampir sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Saatnya, akan berpisah dengan bulan yang mulia dan penuh berkah.

Bagi kalangan Nahdliyin di Gorontalo, tumbilotohe merupakan tradisi penghargaan yang dalam atas dedikasi dan keteguhan para sahabat Nabi yakni 4 khulafaur rasyidin. Tepat di malam 27 Ramadan, saat menyalakan lampu, diiringi dengan penyebutan 4 sahabat nabi secara berurutan dan membaca surah al-Qadr.

Lampu tradisional tersebut dipasang di depan rumah atau di pinggir jalan, bahkan di tanah lapang. Untuk warga sendiri, jumlah lampu disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga yang ada. Tak hanya itu, biasanya warga Gorontalo memasang alikusu tepat di pintu gerbang masuk rumah.

Alikusu ini berbentuk kerangka mengikuti gerbang depan rumah lalu dihiasi patodu (pohon tebu), lambi (pohon pisang berbuah). Alikusi memiliki makna simbolik yang diartikan sebagai tempat hidup atau tempat tinggal karena lampu-lampu yang diletakkan dalam keadaan menyala itu bermanfaat memberi penerangan agar tidak tersesat.

Selain itu, secara filosofis, alikusu juga diartikan sebagai tempat berkumpulnya roh dan jasad para nenek moyang. Lampu diartikan sebagai jasad, sedangnya cahaya lampu diartikan sebagai rohnya.

Tumbilotohe Adalah Tradisi Keberkahan

Tumbilotohe diyakini warga Gorontalo sebagai tradisi yang syarat dengan harapan demi mendapat keberkahan pada malam Lailatul Qadr atau pada 10 malam hari terakhir di bulan Ramadan. Kian kemari, perayaan tradisi tumbilotohe dilaksanakan saat penghujung Ramadan.

Pada malam tumbilotohe, biasanya akan selalu ada orang-orang Gorontalo yang akan meminta zakati (uang) dari rumah ke rumah penduduk. Warga Gorontalo meyakini bahwa pada malam itu akan mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.

Selain lampu damar dan padamala, dalam tradisi tumbilotohe, warga biasanya menggunakan Moronggo (obor) yang terbuat dari bambu kuning berdiameter kecil, sedang atau besar yang diisi dengan minyak tanah dan sumbu yang terbuat dari kain atau sabut kelapa kering.

Ada juga tonggolo’opo atau lampion bambu yang terbuat dari bambu besar yang ujungnya dibelah sesuai dengan besarnya bambu dan di dalamnya di letakkan batok kelapa sehingga membentuk jari-jari yang nantinya akan diisi dengan kertas warna warni dan di dalamnya di pasang lampu botol.

Saat malam tumbilotohe, biasanya kemacetan terjadi. Orang-orang memadati setiap titik untuk melihat ribuan tohetutu (lampu botol berisi minyak tanah) dipasang di tepi jalan dan tanah lapang. Jalan terasa sesak. Setiap kendaraan berjalan lambat membuat kemacetan. Ini bisa terasa jika menyusuri jalan-jalan di Kota Gorontalo.

Tumbilotohe Tradisi Bermuhasabah

Tumbilotohe juga digelar bukan sekedar bersukacita setelah berjuang keras menahan lapar dan dahaga, akan tetapi, tradisi ini adalah momentum muhasabah di tiga malam terakhir di bulan Ramadan.

Di India, tradisi tumbilotohe seperti festival Diwali. Penduduk India akan merayakan tradisi ini dengan menyalakan lampu minyak di kediamannya. Tradisi ini layaknya juga di Dieng atau Jogjakarta ketika menjelang tahun baru. Tapi di Gorontalo, pelaksanaan ini ada ketika masuk di penghujung Ramadan.

Di Tahun 2007, tumbilotohe tercatat dalam rekor MURI. Warga berhasil menyalakan 5 juta lampu saat itu. Tradisi ini bagi warga Gorontalo di rantau, adalah magnet tersendiri untuk mudik dan tak ingin ketinggalan momen tumbilotohe.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Melanda Kelurahan Sasa RT 12, Warga Minta Perhatian Pemerintah Kota Ternate 

    Banjir Melanda Kelurahan Sasa RT 12, Warga Minta Perhatian Pemerintah Kota Ternate 

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Terjadi Banjir melanda kota Ternate, kelurahan Sasa RT 12 sekitar pukul 15:46 WIT, dengan kekuatan yang lebih besar dan dampak yang lebih luas. Kamis, 20 Maret 2025. Menurut Ardian, salah satu warga terdampak, penyebab utama dari banjir kali ini adalah adanya penggusuran lahan yang terjadi di sekitar area tersebut. Penggusuran lahan dinilai telah merusak struktur […]

  • Pemkab Bone Bolango Tegaskan Pengawalan Ketat Amdal Tambang Emas PT Gorontalo Minerals

    Pemkab Bone Bolango Tegaskan Pengawalan Ketat Amdal Tambang Emas PT Gorontalo Minerals

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 73
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menegaskan komitmennya untuk mengawal secara ketat rencana kegiatan pertambangan emas PT Gorontalo Minerals agar berjalan seimbang antara kepentingan investasi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, saat menghadiri Rapat Komisi Pembahasan Amdal RKL-RPL rencana kegiatan pertambangan emas DMP PT Gorontalo Minerals yang […]

  • Wagub Gorontalo Tekankan Politik Sejuk di Muswil VI PPP

    Wagub Gorontalo Tekankan Politik Sejuk di Muswil VI PPP

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 311
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan pentingnya menjaga iklim politik yang sejuk, harmonis, serta memperkuat sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah. Hal itu disampaikan saat menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Gorontalo di Grand Q Hotel Gorontalo, Sabtu (3/1/2026). Dalam sambutannya, Idah menyampaikan apresiasi kepada […]

  • DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Dugaan pungutan liar (pungli) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumatera Utara kembali mencuat. Hal ini disampaikan oleh Nirwan Pumah Siregar, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GENINUSA bidang pendidikan dan ekonomi, yang menyoroti praktik pungutan yang berkedok sukarela namun bersifat wajib. “Pendidikan gratis di sekolah negeri sudah diatur dalam Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur, […]

  • Aliansi Tolak RUU TNI Gelar Aksi di Ternate Soroti Soal Ancaman Demokrasi

    Aliansi Tolak RUU TNI Gelar Aksi di Ternate Soroti Soal Ancaman Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sejumlah elemen organisasi yang tergabung dalam Aliansi Tolak RUU TNI, yakni LMID Pembebasan, Sekolah Critis MU, Sekber, KPR, FSPBI, AMP, LPM Aspirasi, Aksi Kamisan, dan FIB, menggelar aksi demonstrasi jalanan. Aksi ini menolak revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) yang dinilai mengancam demokrasi dan hak asasi manusia. Ternate, 20 Maret 2025. Aksi dimulai di […]

  • GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Guswandri
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Komunitas GUSDURian Mamasa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan bertajuk “Jaga Jagat Kita”, yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025 di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Buntu Tanete. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah Jagat GUSDURian, yang sebelumnya diikuti oleh beberapa penggerak komunitas. Dalam sambutannya, Febry, perwakilan GUSDURian dan alumni Sekolah Jagat, menekankan […]

expand_less