Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tumbilotohe, Tradisi Gorontalo Sarat Makna Menjelang Idulfitri

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
  • visibility 21
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap daerah tentu berbeda ketika menyambut lebaran idulfitri. Di Gorontalo ada tradisi yang berbalut kental adat dan islami saat menyambut Idulfitri setiap tahun. Ada tradisi tumbilotohe atau malam pasang lampu yang digelar warga ketika masuk pada malam ke 27 Ramadan.

Konon, tradisi tumbilotohe ada sejak abad ke-15 masehi. Dahulu, warga yang datang ke masjid untuk melaksanakan shalat tarawih dan membayar zakat, butuh penerangan atau lampu yang terbuat dari getah damar. Lampu tradisional ini mampu bertahan lama saat dinyalakan.

Namun, seiring perkembangan zaman, lampu berbahan getah damar ini diganti dengan lampu padamala yang berbahan minyak kelapa, air dan kapas. Dan biasanya, lampu tradisional itu diberi pewarna sehingga terlihat indah ketika ditempatkan dalam cangkir.

Tumbilotohe Tradisi Penghargaan

Tumbilotohe tidak hanya tradisi sarat nilai adat, tapi ia juga adalah tanda bagi warga muslim di Gorontalo yang hampir sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Saatnya, akan berpisah dengan bulan yang mulia dan penuh berkah.

Bagi kalangan Nahdliyin di Gorontalo, tumbilotohe merupakan tradisi penghargaan yang dalam atas dedikasi dan keteguhan para sahabat Nabi yakni 4 khulafaur rasyidin. Tepat di malam 27 Ramadan, saat menyalakan lampu, diiringi dengan penyebutan 4 sahabat nabi secara berurutan dan membaca surah al-Qadr.

Lampu tradisional tersebut dipasang di depan rumah atau di pinggir jalan, bahkan di tanah lapang. Untuk warga sendiri, jumlah lampu disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga yang ada. Tak hanya itu, biasanya warga Gorontalo memasang alikusu tepat di pintu gerbang masuk rumah.

Alikusu ini berbentuk kerangka mengikuti gerbang depan rumah lalu dihiasi patodu (pohon tebu), lambi (pohon pisang berbuah). Alikusi memiliki makna simbolik yang diartikan sebagai tempat hidup atau tempat tinggal karena lampu-lampu yang diletakkan dalam keadaan menyala itu bermanfaat memberi penerangan agar tidak tersesat.

Selain itu, secara filosofis, alikusu juga diartikan sebagai tempat berkumpulnya roh dan jasad para nenek moyang. Lampu diartikan sebagai jasad, sedangnya cahaya lampu diartikan sebagai rohnya.

Tumbilotohe Adalah Tradisi Keberkahan

Tumbilotohe diyakini warga Gorontalo sebagai tradisi yang syarat dengan harapan demi mendapat keberkahan pada malam Lailatul Qadr atau pada 10 malam hari terakhir di bulan Ramadan. Kian kemari, perayaan tradisi tumbilotohe dilaksanakan saat penghujung Ramadan.

Pada malam tumbilotohe, biasanya akan selalu ada orang-orang Gorontalo yang akan meminta zakati (uang) dari rumah ke rumah penduduk. Warga Gorontalo meyakini bahwa pada malam itu akan mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.

Selain lampu damar dan padamala, dalam tradisi tumbilotohe, warga biasanya menggunakan Moronggo (obor) yang terbuat dari bambu kuning berdiameter kecil, sedang atau besar yang diisi dengan minyak tanah dan sumbu yang terbuat dari kain atau sabut kelapa kering.

Ada juga tonggolo’opo atau lampion bambu yang terbuat dari bambu besar yang ujungnya dibelah sesuai dengan besarnya bambu dan di dalamnya di letakkan batok kelapa sehingga membentuk jari-jari yang nantinya akan diisi dengan kertas warna warni dan di dalamnya di pasang lampu botol.

Saat malam tumbilotohe, biasanya kemacetan terjadi. Orang-orang memadati setiap titik untuk melihat ribuan tohetutu (lampu botol berisi minyak tanah) dipasang di tepi jalan dan tanah lapang. Jalan terasa sesak. Setiap kendaraan berjalan lambat membuat kemacetan. Ini bisa terasa jika menyusuri jalan-jalan di Kota Gorontalo.

Tumbilotohe Tradisi Bermuhasabah

Tumbilotohe juga digelar bukan sekedar bersukacita setelah berjuang keras menahan lapar dan dahaga, akan tetapi, tradisi ini adalah momentum muhasabah di tiga malam terakhir di bulan Ramadan.

Di India, tradisi tumbilotohe seperti festival Diwali. Penduduk India akan merayakan tradisi ini dengan menyalakan lampu minyak di kediamannya. Tradisi ini layaknya juga di Dieng atau Jogjakarta ketika menjelang tahun baru. Tapi di Gorontalo, pelaksanaan ini ada ketika masuk di penghujung Ramadan.

Di Tahun 2007, tumbilotohe tercatat dalam rekor MURI. Warga berhasil menyalakan 5 juta lampu saat itu. Tradisi ini bagi warga Gorontalo di rantau, adalah magnet tersendiri untuk mudik dan tak ingin ketinggalan momen tumbilotohe.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Setiap April, memori tentang Kartini akan menyeruak. Ia datang, dikenang, dirayakan, dan diabadikan. Di ruang kelas, anak-anak berseragam menggelar lomba busana adat. Di media sosial, ucapan selamat Hari Kartini berseliweran, disertai kutipan populer dan foto perempuan berkebaya. Sebuah ritual yang terasa akrab, bahkan otomatis. Tapi siapa Kartini yang sebenarnya sedang kita rayakan? Yang pasti bukan […]

  • Istri Sah Hi. Sadik Jafar Noch Somasi Direktur PT. HIPMEN Atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum

    Istri Sah Hi. Sadik Jafar Noch Somasi Direktur PT. HIPMEN Atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Jaia Basra, Istri sah Hi. Sadik Jafar Noch melalui kuasa hukumnya, melayangkan Somasi/Peringatan terhadap Direktur dan Wakil Direktur PT. HALMAHERA INDONESIA PULAU MALUKU SELATAN (PT. HIPMEN) yang beralamat di Jl. Mesjid Ar-Raiyah RT.000/RW.000, Kampung Makian, Kec. Bacan Selatan, Kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara. Somasi tertanggal 3 Juli 2025 dilayangkan atas dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di pelataran Kantor PWNU Gorontalo, Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo, KNEX, Bank Indonesia, serta Pemerintah Provinsi Gorontalo […]

  • Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

    Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Setiap 1 Mei, jalan-jalan ibu kota terasa berbeda. Bukan karena kemacetan, tapi karena gema suara buruh yang menggema dari segala penjuru. Mereka datang bukan hanya membawa spanduk dan bendera serikat pekerja sebagai simbol solidaritas, tapi juga harapan yang terus menyala meski kadang redup oleh kenyataan. Hari Buruh Internasional selalu menjadi cermin tentang siapa kita sebagai […]

  • Belasan Chromebook ANBK SMP PGRI 2 Maros Digondol Maling, Kerugian Capai Rp90 Juta

    Belasan Chromebook ANBK SMP PGRI 2 Maros Digondol Maling, Kerugian Capai Rp90 Juta

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — SMP PGRI 2 Maros menjadi sasaran aksi pencurian pada Senin (15/12/2025) pagi. Belasan perangkat Chromebook milik sekolah raib digondol pelaku, dengan total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Guru PJOK SMP PGRI 2 Maros, Suhardi, mengungkapkan sebanyak 15 unit Chromebook dan satu unit speaker hilang dari ruang kantor sekolah. Aksi pencurian itu […]

  • Resmi! Inilah Nama-Nama Komisioner KPID Gorontalo 2026–2029, Siapa Saja?

    Resmi! Inilah Nama-Nama Komisioner KPID Gorontalo 2026–2029, Siapa Saja?

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    nulondalo.com – DPRD Provinsi Gorontalo resmi menetapkan calon terpilih dan calon cadangan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Gorontalo untuk periode 2026–2029. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-68 yang digelar Senin (29/12/2025). Tujuh nama ditetapkan sebagai komisioner terpilih KPID 2026–2029, yakni: Suci Priyanti Kartika Sari Abdulrazak Babuntai Hasanuddin Djadin Jitro Paputungan Fahrudin F. […]

expand_less