Breaking News
light_mode
Trending Tags

Aliansi Tolak RUU TNI Gelar Aksi di Ternate Soroti Soal Ancaman Demokrasi

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
  • visibility 91
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejumlah elemen organisasi yang tergabung dalam Aliansi Tolak RUU TNI, yakni LMID Pembebasan, Sekolah Critis MU, Sekber, KPR, FSPBI, AMP, LPM Aspirasi, Aksi Kamisan, dan FIB, menggelar aksi demonstrasi jalanan. Aksi ini menolak revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) yang dinilai mengancam demokrasi dan hak asasi manusia. Ternate, 20 Maret 2025.

Aksi dimulai di depan Kantor DPRD Kota Ternate dan direncanakan berlangsung hingga malam hari, termasuk buka puasa bersama. Namun, karena tidak adanya aktivitas di kantor DPRD, massa aksi memutuskan untuk berpindah ke depan Kantor Wali Kota Ternate guna terus mengkampanyekan isu ini secara masif.

Koordinator aksi, Acil, menyampaikan bahwa ada tiga pasal penting dalam revisi RUU TNI yang menjadi alasan utama penolakan. Salah satu aspek krusial adalah pasal 47 ayat 2 yang memungkinkan TNI menduduki jabatan sipil, sesuatu yang bertentangan dengan semangat reformasi dan berpotensi menghidupkan kembali Dwi Fungsi ABRI.

“Kami melihat ini sebagai ancaman terhadap demokrasi, karena militer tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan negara, tetapi kini diberikan ruang untuk mengisi jabatan-jabatan sipil. Hal ini bisa berdampak pada meningkatnya ancaman terhadap demokrasi dan hak asasi manusia,” ujar Acil.

Acil juga menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar demonstrasi satu hari, melainkan bagian dari gerakan panjang untuk terus mengkampanyekan bahaya UU TNI yang telah disahkan oleh DPR pada pagi harinya. Konsolidasi lanjutan akan terus dilakukan demi menjaga demokrasi tetap tegak di Indonesia.

Salah satu demonstran, Juned, juga menyoroti bahwa RUU ini bermasalah. terutama terkait Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan keterlibatan TNI dalam jabatan sipil. Ia menilai bahwa revisi ini merupakan langkah mundur bagi demokrasi Indonesia.

“RUU ini seakan berupaya menghidupkan kembali Dwi Fungsi ABRI, yang dulu ditolak keras oleh semangat reformasi. Kami juga melihat bahwa DPR tidak transparan dalam pembahasannya. Prosesnya terkesan terburu-buru, tanpa melibatkan partisipasi rakyat,” tegas Juned.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat kecil tidak diberikan ruang untuk menyuarakan keberatan mereka, sehingga keputusan DPR dan pemerintah dalam mengesahkan UU ini dianggap sangat tidak demokratis.

Aliansi ini juga membawa isu sentral dalam aksi mereka, yakni “Tolak RUU TNI dan Kembalikan TNI ke barak. Selain itu terdapat delapan isu turunan yang meliputi:

1. Tolak Revisi UU TNI

2. Tolak Dwi Fungsi Militer

3. Tarik Militer dari Jabatan Sipil dan Kembalikan TNI ke Barak

4. Tarik Militer Organik dan Non-Organik dari Tanah Papua

5. Bubarkan Komando Teritorial

6. Usut tuntas korupsi dan bisnis militer

7. Tolak RUU Pokok Agraria

8. Usut tuntas pembunuhan di Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.

Kontributor : Asril

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 251
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu (3/1/2026). John Herdman merupakan pelatih asal Inggris yang memiliki pengalaman panjang di level internasional. Ia dikenal luas lewat kiprahnya bersama Timnas Kanada, baik di sektor putra maupun putri. Dalam rekam jejak kepelatihannya, Herdman mencatat prestasi penting dengan membawa […]

  • Lestari Moerdijat Dorong Kesehatan Mental Masuk Kurikulum Nasional

    Lestari Moerdijat Dorong Kesehatan Mental Masuk Kurikulum Nasional

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 187
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menilai kesehatan mental harus menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan nasional. Hal ini menyusul kondisi darurat kesehatan mental yang tengah dihadapi anak dan remaja di Indonesia. “Penanganan yang terintegrasi untuk mengatasi masalah kesehatan mental anak dan remaja sangat krusial, demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa,” […]

  • NU dalam Cengkeraman Kekuasaan: Ke Mana NU Bergerak?

    NU dalam Cengkeraman Kekuasaan: Ke Mana NU Bergerak?

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Misbah Yamin
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Satu abad Nahdlatul Ulama (NU) seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai keberhasilan organisasi keagamaan bertahan dalam lintasan sejarah bangsa, tetapi juga sebagai momentum evaluasi kritis atas arah gerak institusionalnya. Dalam konteks ini, pertanyaan nya “Ke mana NU bergerak?” bukanlah ungkapan emosional, melainkan problem akademik tentang representasi, otonomi organisasi, dan relasi kuasa antara agama dan negara. Secara […]

  • Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

    Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Setiap peringatan Hari Buruh, perhatian publik hampir selalu bergerak ke kawasan industri, jalanan yang dipenuhi massa aksi, tuntutan kenaikan upah, jaminan kerja, dan penolakan terhadap pemutusan hubungan kerja sepihak. Gambaran itu tentu penting, sebab sejarah Hari Buruh memang lahir dari pergulatan panjang kelas pekerja menghadapi ketidakadilan dalam dunia produksi. Namun ada satu ruang yang jarang […]

  • Ombudsman Periksa Dugaan Pungli di MTsN 3 Gorontalo, Dana Infaq Mulai Dikembalikan

    Ombudsman Periksa Dugaan Pungli di MTsN 3 Gorontalo, Dana Infaq Mulai Dikembalikan

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo melakukan pemeriksaan terhadap dugaan praktik pungutan liar (pungli) di MTs Negeri 3 Kabupaten Gorontalo, Kamis (31/07). Pemeriksaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Masyarakat, Wahiyudin Mamonto, dan menghadirkan sejumlah pihak terkait dalam upaya klarifikasi dan penelusuran kasus. Dalam pemeriksaan itu dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten […]

  • Japesda Kecam Kriminalisasi Warga Popayato, Desak PT IGL Realisasikan Plasma 20 Persen

    Japesda Kecam Kriminalisasi Warga Popayato, Desak PT IGL Realisasikan Plasma 20 Persen

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Jaring Advokasi Sumberdaya Alam (Japesda) Gorontalo menyatakan sikap tegas atas konflik agraria yang terjadi di Kecamatan Popayato dan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato. Dalam pernyataan resminya tertanggal 23 Mei 2026, Japesda mengecam tindakan kriminalisasi terhadap warga yang memperjuangkan hak plasma 20 persen dari perusahaan perkebunan PT Inti Global Laksana (IGL). Konflik tersebut mencuat setelah […]

expand_less