Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tradisi Memperingati 1 Muharram di Gorontalo: Perpaduan Spiritualitas dan Budaya

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
  • visibility 52
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bulan Muharram, khususnya tanggal 1 Muharram, bukan hanya menandai tahun baru dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momen penting refleksi dan spiritualitas bagi masyarakat Gorontalo. Di wilayah ini, peringatan Muharram tidak sekadar seremonial, namun sarat dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

Tradisi Buruda di Makam-makam Aulia

Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah Buruda atau Burdah, yakni kegiatan ziarah ke makam – makam Aulia atau  makam keramat diringi syair-syair pujian kepada Nabi. Biasanya gelaran ini dilaksanakan  pada malam 1 Muharram.

“Ada pula tradisi pembacaan Madih Burdah yang tujuannya untuk pengobatan”, kata Ustadz Rionadi Doe, S.Pd.I, tokoh agama di Gorontalo.

Buruda atau Burdah, tradisi memperingati malam 1 Muharram yang digelar di Makam-makan Aulia atau keramat di Gorontalo dengan pembacaan doa dan syair-syair pujian untuk Baginda Nabi Saw/ Foto PP Sirojuth Tholibin.

Menurutnya, makna 1 Muharram bagi masyarakat Muslim Gorontalo adalah momentum  membenahi diri dan berdoa agar setahun ke depan  untuk mendapatkan  hal-hal lebih baik.

Doa bersama dan Makan Kue Tradisional

Masyarakat Muslim di Gorontalo menggelar kegiatan doa bersama yang biasanya digelar di rumah-rumah warga, masjid, atau pusat-pusat kegiatan keagamaan. Setelah berdoa, masyarakat akan makan bersama, saling berbagi makanan tradisional khas Gorontalo seperti:

  • Kue Apangi
  • Kue Perahu
  • Kolombengi
  • Tili Aya
  • Nasi kuning
  • Bubur putih merah (bubur syukuran)

Kue Apang Colo biasanya disajikan warga Muslim di Gorontalo saat peringatan 1 Muharram

Tradisi ini memperkuat rasa persaudaraan, semangat gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur.

Menurut Akademisi IAIN Sultan Amay Gorontalo Dr. Hamid Pongoliu, hal tersebut bukan hanya mengandung tradisi, melainkan ciri khas umat islam di Gorontalo dalam memperingati 1 Muharram.

“Dalam islam sendiri ada anjuran untuk bersedekah. Nah hal ini masuk dalam anjuran tersebut. Bagaimana setiap insan dapat memperkuat hubungan manusia dengan manusia lainnya (hablumminannas), terangnya.

Pembacaan Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah

Di malam pergantian tahun Hijriah, umat Islam di Gorontalo melaksanakan pembacaan doa akhir tahun dan awal tahun  di masjid-masjid atau surau. Doa ini bertujuan memohon ampunan atas kesalahan masa lalu dan harapan hidup lebih baik di tahun baru.

Doa bersama peringatan 1 Muharram di Surau-surau atau Masjid/Foto : Lensa islami

Biasanya, kegiatan ini dipadukan dengan ceramah agama (tausiah) yang mengangkat tema hijrah, perubahan diri, dan semangat keislaman.

Parade Busana Muslim Anak-anak

Beberapa daerah di Gorontalo juga menggelar Parade Busan Muslim anak-anak, menandai semangat hijrah dan menanamkan kecintaan kepada Islam sejak dini. Anak-anak berpakaian muslim sambil melafazkan doa-doa pilihan, berjalan bersama menuju tempat yang telah ditentukan penyelenggara kegiatan.

Kegiatan ini biasanya dihelat pemerintah daerah yang berkerjasama dengan organisasi keagamaan islam,  guru-guru pengajian, takmir masjid, atau kelompok pemuda Islam setempat.

Editor : Djemi Radji

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lubdaka, Sang Pemburu Yang Mendapat Berkah di Siwa Ratri

    Lubdaka, Sang Pemburu Yang Mendapat Berkah di Siwa Ratri

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Saya belum genap sebulan tinggal di Bali. Tugas negara menuntut saya menetap di sini dalam waktu yang tidak sebentar, memberi kesempatan untuk merasakan ritme kehidupan yang berbeda dari tempat asal saya. Setiap hari menghadirkan pengalaman baru: jalan-jalan yang ramai dengan upacara adat, aroma dupa dan bunga yang menghiasi pura, hingga langit yang memunculkan panorama yang […]

  • Satu Tubuh, Banyak Identitas

    Satu Tubuh, Banyak Identitas

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Tubuh yang sama, tetapi identitasnya beraneka-ragam. Identitas tidak pernah tunggal atau statis; ia muncul dan berubah karena interaksi dengan lingkungan, pengalaman, dan relasi sosial. Setiap bagian diri lahir dari pertemuan antara harapan, tanggung jawab, dan kenyataan yang selalu bergerak. Perpecahan identitas bukan kelemahan, melainkan kondisi yang memungkinkan refleksi, adaptasi, dan tindakan yang relevan di berbagai […]

  • Cerdas Dan Tasamuh

    Cerdas Dan Tasamuh

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Seandainya Nabi masih hidup, mungkin kita akan langsung bertanya kepada Beliau mana yang benar puasa hari rabu atau puasa hari kamis, dan tentu akan selesai persoalan dan tidak ada lagi yang saling menyalahkan, nah hari ini terjadi lagi perbedaan. Apakah pada zaman Nabi pernah terjadi perbedaan dikalangan para sahabat?, tentu sering terjadi perbedaan, Dan Nabi […]

  • Membayangkan BMR dan Hal-hal yang Belum Selesai

    Membayangkan BMR dan Hal-hal yang Belum Selesai

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhamad Ersad Mamonto
    • visibility 1.225
    • 0Komentar

    Tulisan yang berjudul “Dekonstruksi PBMR” oleh Tyo Mokoagow, kawan saya, beberapa hari lalu, terus terang menggoda saya untuk menulis. Sebenarnya saya berupaya untuk menghindari menanggapi isu ini, karena telah benar-benar menjadi semacam debat kusir yang tak berkesudahan. Namun tulisan seperti yang Tyo buat adalah sesuatu yang tidak bisa dilewati begitu saja.  Saya sepakat dengan konsepsi […]

  • Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Ada pemandangan tak biasa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Bendera bergambar tengkorak tersenyum, bertopi jerami berkibar di berbagai penjuru. Rumah-rumah memasangnya. Di tembok ada gambarnya. Truk, mobil dan motor memansangnya, sementara anak muda dengan bangga memajang di media sosialnya. Bendera yang dikenal sebagai Jolly Roger itupun berkibar di angkasa dan medsos. Gambar tengkorak tersenyum itu […]

  • Pandji Dilaporkan soal “Mens Rea”, DPR: Negara Demokrasi Tak Boleh Antikritik

    Pandji Dilaporkan soal “Mens Rea”, DPR: Negara Demokrasi Tak Boleh Antikritik

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah merespons pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya terkait materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea. Menurutnya, kritik yang disampaikan melalui medium seni dan komedi merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi dan tidak semestinya langsung dibawa ke ranah hukum. “Kritik yang disampaikan melalui Mens Rea adalah […]

expand_less