Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pribumisasi: Metode Berpikir Gus Dur

  • account_circle Pepy al-Bayqunie
  • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
  • visibility 104
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan dari Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025

Penulis Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah)

Bagaimana memahami Gus Dur jika kita tak pernah bertemu dengannya? Bagaimana generasi sekarang dapat mendaurulang cara berpikirnya? Warisan Gus Dur sesungguhnya bukan sekedar gagasan, humor, atau praktik terbaik, melainkan metode berpikir yang bisa diterapkan hingga hari ini: pribumisasi.

Pribumisasi bukan sekedar strategi budaya atau politik; ia adalah alat berpikir yang memungkinkan kita menavigasi dan memahami banyak spektrum kehidupan—dari sosial, politik, dan budaya, hingga ekologis. Dengan pribumisasi, kita belajar melihat kompleksitas masyarakat Nusantara secara utuh, menghargai keberagaman perspektif, dan menempatkan setiap fenomena dalam konteksnya. Alat berpikir ini mendorong kita untuk reflektif, asumsi yang datang dari luar, dan menyesuaikannya dengan kondisi lokal yang unik.

Nilai-nilai demokrasi yang datang dari Barat atau ajaran agama dari Timur Tengah hanya benar-benar hidup ketika diperjumpakan dengan kebijaksanaan lokal, disaring melalui pengalaman sejarah, budaya, dan kondisi sosial-ekologis Nusantara. Proses ini bukan sekadar adaptasi pasif, melainkan upaya kritis untuk menjadikan nilai-nilai universal relevan dan bermakna bagi masyarakat. Dengan demikian, pribumisasi membuka ruang bagi praktik demokrasi, agama, dan etika sosial-lingkungan yang tidak hanya diterima secara formal, tetapi juga hidup dalam pengalaman nyata masyarakat.

Politik Untuk Kemanusiaan

Dengan pribumisasi, Gus Dur membuka cara pandang yang luas terhadap masyarakat dan nilai-nilai yang membentuknya. Demokrasi yang dipribumisasikan bukan sekadar prosedur formal atau mekanisme politik semata; ia menjadi ruang hidup yang menjunjung musyawarah, toleransi, dan kemanusiaan. Dalam kerangka ini, setiap suara memiliki tempat, setiap perbedaan dihargai, dan keputusan bersama diambil bukan hanya demi aturan, tetapi demi kesejahteraan komunitas secara utuh.

Politik, menurut Gus Dur, tidak semata-mata arena kekuasaan atau perebutan posisi. Melalui pribumisasi, politik menjadi medium untuk mewujudkan kesejahteraan dan kesejahteraan bersama, sarana untuk mengharmoniskan kepentingan individu dan kolektif. Demokrasi yang hidup dalam konteks lokal tidak hanya meniru model luar, tetapi berkembang menjadi praktik sosial yang relevan dan diterapkan pada pengalaman, budaya, serta nilai-nilai moral masyarakat Nusantara.

Agama Sebagai Etika Sosial

Agama, dalam pandangan Gus Dur, bukan sekedar ritual atau doktrin, melainkan etika sosial yang konkrit, pedoman moral yang menuntun manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya. Melalui pribumisasi, nilai-nilai keagamaan disesuaikan dengan konteks lokal sehingga mendorong praktik keadilan, toleransi, dan solidaritas. Agama yang dipribumikan menjadi alat berpikir dan pedoman tindakan nyata, memungkinkan masyarakat memahami keragaman sosial dan menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan secara relevan dengan pengalaman sehari-hari.

Dengan demikian, pribumisasi menjadikan agama sebagai sarana untuk membangun etika sosial. Nilai-nilai keagamaan tidak lagi berhenti pada ranah doktrin semata, tetapi hidup sebagai pedoman moral yang memandu tindakan sosial, membentuk interaksi yang adil, harmonis, dan menghormati perbedaan. Agama sebagai etika sosial inilah yang menegaskan relevansi moralitas dalam kehidupan nyata masyarakat Nusantara.

Etika Lingkungan

Pribumisasi juga mencakup etika lingkungan sebagai bagian dari spektrum kehidupan yang luas. Masyarakat nusantara hidup berdampingan dengan alam, dan kesejahteraan manusia tidak bisa terputus dari ekosistem. Dengan pribumisasi, nilai-nilai lokal yang menekankan harmoni dengan alam dipertemukan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan etika sosial, sehingga tindakan manusia terhadap lingkungan menjadi bagian dari pertimbangan moral dan sosial.

Nilai lokal ini menjadikan hubungan manusia dan alam bukan sekadar pemanfaatan sumber daya, tetapi melakukan kehidupan yang berkelanjutan dan manusiawi. Pribumisasi mengajarkan bahwa menjaga pentingnya ekosistem dengan menegakkan keadilan dan toleransi dalam masyarakat. Dengan demikian, etika lingkungan menjadi satu spektrum yang utuh dengan demokrasi dan agama sebagai etika sosial, membentuk masyarakat Nusantara yang sadar ekologis sekaligus berperikemanusiaan.

Pribumisasi adalah Koentji Pemahaman Gus Dur

Pada akhirnya, koentji memahami Gus Dur sesungguhnya adalah pribumisasi. Dengan pribumisasi sebagai alat berpikir, Gus Dur menunjukkan cara menghubungkan titik-titik yang tampak berbeda: global dan lokal, nilai universal dan kearifan nusantara, agama, manusia dan alam, demokrasi dan etika sosial-lingkungan. Pribumisasi memungkinkan kita melihat kesalingterkaitan antara berbagai dimensi kehidupan, memahami bagaimana nilai-nilai global dapat diterapkan secara relevan dalam konteks lokal, dan bagaimana setiap tindakan sosial dan ekologis dapat diselaraskan dengan prinsip kemanusiaan

Memahami pribumisasi berarti memahami spektrum yang luas, di mana pluralitas, tanggung jawab sosial, dan kepedulian ekologis menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Dengan pendekatan ini, nilai-nilai global tidak sekadar menjadi teori, tetapi hidup dalam praktik masyarakat nyata, menegaskan identitas lokal, dan membentuk dasar bagi pembangunan masyarakat yang adil, manusiawi, dan berkelanjutan. Dengan kata lain, pribumisasi bukan sekedar metode berpikir Gus Dur, tetapi koentji untuk memahami warisan intelektual dan moralnya, sekaligus cara menyampaikan gagasan besar Gus Dur ke generasi masa kini.

  • Penulis: Pepy al-Bayqunie
  • Editor: Pepy al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Di bawah langit Makassar yang terik, lorong sempit di Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakukang, menjadi saksi bisu langkah-langkah penuh empati. Sejumlah penggerak inti GUSDURian Makassar menyusuri lorong itu, bukan sekadar berkunjung, melainkan membawa dukungan kemanusiaan ke sebuah rumah yang kini menyimpan kenangan tentang Rusdamdiansyah (Dandi), pemuda yang gugur dalam gelombang demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat, […]

  • Kepala Desa Mattirotasi Imbau Warga Jaga Ketertiban dan Perkuat Spiritualitas Jelang Nataru 2025

    Kepala Desa Mattirotasi Imbau Warga Jaga Ketertiban dan Perkuat Spiritualitas Jelang Nataru 2025

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kesiapsiagaan serta penjagaan oleh berbagai instansi dan institusi di Kabupaten Maros terus ditingkatkan guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Bupati Maros yang menekankan pengamanan serta ketertiban umum selama momentum Nataru. Di tingkat desa, Kepala Desa Mattirotasi, Ust. Andi […]

  • Darda Daraba Pimpin Alumni Lemhannas Gorontalo.

    Darda Daraba Pimpin Alumni Lemhannas Gorontalo.

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Alumni (IKAL) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Provinsi Gorontalo periode 2025–2030 resmi dilantik pada Rabu (2/7/2025). Prosesi pelantikan dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKAL Lemhannas, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, berdasarkan Surat Keputusan Nomor: SKEP/09/VII/2025/IKAL-LEMHANNAS. Sementara itu pengukuhan DPD IKAL Lemhannas Provinsi Gorontalo dilakukan secara langsung oleh […]

  • Kas Langit

    Kas Langit

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Ramadhan itu unik. Ia seperti auditor independen yang datang tanpa diundang, memeriksa laporan keuangan batin kita. Bedanya, auditor ini tidak membawa kertas kerja, tapi membawa pahala. Ia tidak bertanya soal aset lancar, tetapi soal amal lancar. Dan yang paling penting, ia tidak bisa “diajak negosiasi”. Sebagai orang akuntansi, saya sering merenung: mengapa kita begitu teliti […]

  • Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M. Thomas Mopili, menemui aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Bundaran Tugu Saronde, Senin (1/9/2025). Mahasiswa UNG yang tergabung dalam Aliansi Merah Maron menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, DPRD, […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD: Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi sebagai Strategi Akselerasi Pembangunan Regional

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD: Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi sebagai Strategi Akselerasi Pembangunan Regional

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi: Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional, Pemerataan, dan Peningkatan Kinerja Central Place”. Kegiatan berlangsung di Aula Prof. Kadir Abdussamad, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (6/11/2025). Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin A. Katili, yang hadir mewakili Gubernur Provinsi […]

expand_less