Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sang Imam Favorit di Musim Ramadhan

  • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • visibility 66
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Paci Haru tak muda lagi. Penglihatannya sudah mulai kabur (ma pula-pulawuwolo). Volume suaranya tak sekencang dulu (malo poyo’o). Meski usianya sudah sepuh, perannya di Masjid kampung itu setara dengan profesor emeritus di kampus terkenal. Paci Haru selalu berada di depan, memimpin jamaah masjid lintas generasi. Meski hanya alumni TPA Mokadamu, Dia dikukuhkan menjadi imam sejak usia muda, ketika masjid itu baru dibangun.

Musim Ramadhan ini, Paci Haru hanya bisa mengimami sholat Isya, selebihnya diserahkan kepada Aba Danggu, sang penerus. Aba Danggu menjadi favorit jamaah ketika memimpin sholat tarawih. Hanya hitungan detik, satu rakaat sudah dilampaui. “Gaass Dangguu” pekik suara jamaah dari arah belakang, memompa semangat Aba Danggu menyelesaikan 20 rakaat sholat taraweh tanpa tuma’ninah.

Paci Haru dan Aba Danggu adalah gambaran para imam kampung, yang mesti bacaan huruf-huruf ث(tsa), س (sin), ش (syin), ص (shod) disikat sama bunyinya, dan Lafadz huruf-huruf ج (jim), ز (zay), ذ (dzal), ظ (dzo) tak ada bedanya, mereka tetap dianggap terbaik memimpin sholat. Adapun anak-anak milenial, lulusan pesantren ternama, dengan hafalan dan tahsin lengkap 10 juz mumtaz, jangan berharap menjadi imam. Anak-anak belia ini tak recommended sebagai imam dengan dua alasan.

Alasan pertama datang dari kaum tua, “dipo mo’odelo”. Artinya meskipun bacaannya bagus, tetapi belum mampu menyesuaikan sikap dan perilaku sebagaimana layaknya seorang imam yang sudah dewasa. Bacaan bagus tak penting, yang lebih penting adalah adab. Inilah standar nilai adat Gorontalo, yang penerapannya tinggal tersisa di masjid-masjid kampung. Mestinya standar nilai ini dibawa ke ranah manajemen kepemimpinan modern.

Alasan kedua datang dari kaum milenial, “mo loloyota tiyo”. Artinya, sholat taraweh yang hanya 20 menit di tangan Aba Danggu, bisa selesai 1 jam di tangan santri bersuara merdu ini. Jadilah sholat taraweh hanya sebagai pencitraan. Yang penting diketahui orang sudah melaksanakan sholat taraweh. Tak penting sholatnya mengikuti tuma’ninah atau tidak. “Gass joo”. Demikian celetuk salah seorang jamaah musiman.

Demikianlah. Tarawih bukan lagi soal afdhol dan khusyu, melainkan pertimbangan efektif dan efisien, sebagaimana program efisiensi yang terpaksa, mencekik aparatur pemerintah dewasa ini. Imam muda dengan bacaan yang bagus, suara merdu yang bisa mengaduk-aduk emosi spiritual, justru tak disenangi jamaah musiman ini. Sementara imam sepuh dengan bacaan yang polos (rata bungango), walaupun suaranya terpaksa seperti jerit mobil tua di jalanan menanjak, justru dielu-elukan, diidolakan jamaahnya.

Fenomena ini mengingatkan kita pada perilaku rakyat Konoha. Mereka mengelu-elukan pucuk pimpinan negerinya yang berijazah palsu, bahkan penerusnya yang terlahir cacat demokrasi, di tengah menjamurnya calon pemimpin muda berkualitas, berkelas, berkarakter dan berintegritas.

Oleh: Dr. Momy Hunowu, M.Si (Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Gorontalo)

  • Penulis: Dr. Momy Hunowu, M.Si

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 60
    • 0Komentar

    (catatan reflektif untuk gagasan penulisan ulang sejarah Indonesia) Sejarah, pada hakikatnya, tidak pernah beku. Ia adalah aliran waktu yang terus bergerak, terus diinterpretasi ulang. Gagasan untuk menulis ulang sejarah, dalam kondisi tertentu, bukanlah hal yang tabu—bahkan sebaliknya, bisa menjadi langkah penting untuk menyembuhkan luka kolektif, membetulkan narasi yang timpang, dan membuka ruang bagi suara-suara yang […]

  • Breaking News : Prabowo Serukan Perang Terhadap Sampah

    Breaking News : Prabowo Serukan Perang Terhadap Sampah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 220
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto menyerukan perang terhadap sampah dan meminta seluruh kepala daerah, kementerian, serta lembaga negara untuk serius menangani persoalan lingkungan. Seruan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintahan Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah. […]

  • Mengapa Harus Panahan? photo_camera 2

    Mengapa Harus Panahan?

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Husin Ali
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Catatan Antropolog tentang Disiplin, Rasa, dan Jalan Pulang pada Diri Ada olahraga yang membuat kita berkeringat. Ada yang memacu adrenalin. Dan ada satu yang membuat kita diam namun justru di sanalah kita menemukan diri sendiri. Panahan adalah yang terakhir. Saya menulis ini sebagai antropolog—dan pengalaman itu diperkaya oleh perjumpaan panjang dengan Bang Ade Permana, seorang […]

  • Kepala Daerah Dipilih DPRD, Pemerintah Nilai Perkuat Stabilitas Pemerintahan Daerah

    Kepala Daerah Dipilih DPRD, Pemerintah Nilai Perkuat Stabilitas Pemerintahan Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mekanisme pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menjadi sorotan. Pemerintah menilai skema tersebut dapat memperkuat stabilitas pemerintahan daerah serta menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara eksekutif dan legislatif. Melalui mekanisme ini, gubernur, bupati, dan wali kota tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan melalui proses pemilihan di DPRD. Pemerintah berpendapat, […]

  • Ketua IKPM-HT Yogyakarta Resmi Laporkan Kader PDI-P, Shanty Alda Nathalia ke Bidang Kehormatan DPP

    Ketua IKPM-HT Yogyakarta Resmi Laporkan Kader PDI-P, Shanty Alda Nathalia ke Bidang Kehormatan DPP

    • calendar_month 22 jam yang lalu
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Yogyakarta – Ketua Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta resmi melayangkan surat pengaduan terhadap Shanty Alda Nathalia, Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, ke Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan pada Selasa (3/3/2026). Laporan ini terkait dugaan pelanggaran disiplin partai dan benturan kepentingan (conflict of interest) yang dinilai mencederai marwah institusi. […]

  • Instruksi Bupati Maros, Ayah Hadir di Sekolah Dampingi Anak Terima Rapor

    Instruksi Bupati Maros, Ayah Hadir di Sekolah Dampingi Anak Terima Rapor

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 69
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros — Instruksi Bupati Maros melalui Program GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor) mulai diimplementasikan di satuan pendidikan. Di UPTD SDN 66 Kanjitongan, Kabupaten Maros, sejumlah ayah tampak hadir langsung mendampingi anak-anak mereka saat penerimaan laporan hasil belajar (rapor), Sabtu (20/12/2025). Kehadiran para ayah tersebut menjadi bentuk nyata tindak lanjut arahan Pemerintah Kabupaten Maros yang […]

expand_less