Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Sang Imam Favorit di Musim Ramadhan

  • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • visibility 159
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Paci Haru tak muda lagi. Penglihatannya sudah mulai kabur (ma pula-pulawuwolo). Volume suaranya tak sekencang dulu (malo poyo’o). Meski usianya sudah sepuh, perannya di Masjid kampung itu setara dengan profesor emeritus di kampus terkenal. Paci Haru selalu berada di depan, memimpin jamaah masjid lintas generasi. Meski hanya alumni TPA Mokadamu, Dia dikukuhkan menjadi imam sejak usia muda, ketika masjid itu baru dibangun.

Musim Ramadhan ini, Paci Haru hanya bisa mengimami sholat Isya, selebihnya diserahkan kepada Aba Danggu, sang penerus. Aba Danggu menjadi favorit jamaah ketika memimpin sholat tarawih. Hanya hitungan detik, satu rakaat sudah dilampaui. “Gaass Dangguu” pekik suara jamaah dari arah belakang, memompa semangat Aba Danggu menyelesaikan 20 rakaat sholat taraweh tanpa tuma’ninah.

Paci Haru dan Aba Danggu adalah gambaran para imam kampung, yang mesti bacaan huruf-huruf ث(tsa), س (sin), ش (syin), ص (shod) disikat sama bunyinya, dan Lafadz huruf-huruf ج (jim), ز (zay), ذ (dzal), ظ (dzo) tak ada bedanya, mereka tetap dianggap terbaik memimpin sholat. Adapun anak-anak milenial, lulusan pesantren ternama, dengan hafalan dan tahsin lengkap 10 juz mumtaz, jangan berharap menjadi imam. Anak-anak belia ini tak recommended sebagai imam dengan dua alasan.

Alasan pertama datang dari kaum tua, “dipo mo’odelo”. Artinya meskipun bacaannya bagus, tetapi belum mampu menyesuaikan sikap dan perilaku sebagaimana layaknya seorang imam yang sudah dewasa. Bacaan bagus tak penting, yang lebih penting adalah adab. Inilah standar nilai adat Gorontalo, yang penerapannya tinggal tersisa di masjid-masjid kampung. Mestinya standar nilai ini dibawa ke ranah manajemen kepemimpinan modern.

Alasan kedua datang dari kaum milenial, “mo loloyota tiyo”. Artinya, sholat taraweh yang hanya 20 menit di tangan Aba Danggu, bisa selesai 1 jam di tangan santri bersuara merdu ini. Jadilah sholat taraweh hanya sebagai pencitraan. Yang penting diketahui orang sudah melaksanakan sholat taraweh. Tak penting sholatnya mengikuti tuma’ninah atau tidak. “Gass joo”. Demikian celetuk salah seorang jamaah musiman.

Demikianlah. Tarawih bukan lagi soal afdhol dan khusyu, melainkan pertimbangan efektif dan efisien, sebagaimana program efisiensi yang terpaksa, mencekik aparatur pemerintah dewasa ini. Imam muda dengan bacaan yang bagus, suara merdu yang bisa mengaduk-aduk emosi spiritual, justru tak disenangi jamaah musiman ini. Sementara imam sepuh dengan bacaan yang polos (rata bungango), walaupun suaranya terpaksa seperti jerit mobil tua di jalanan menanjak, justru dielu-elukan, diidolakan jamaahnya.

Fenomena ini mengingatkan kita pada perilaku rakyat Konoha. Mereka mengelu-elukan pucuk pimpinan negerinya yang berijazah palsu, bahkan penerusnya yang terlahir cacat demokrasi, di tengah menjamurnya calon pemimpin muda berkualitas, berkelas, berkarakter dan berintegritas.

Oleh: Dr. Momy Hunowu, M.Si (Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Gorontalo)

  • Penulis: Dr. Momy Hunowu, M.Si

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Adythia Al Ghozaly
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Oleh: Adythia Al Ghozaly Kaempe, S.H   Setiap 22 Desember, kita disuguhi narasi nasional yang menyesatkan: peringatan “Hari Ibu” seolah menjadi satu-satunya representasi perempuan. Padahal, lebih dari sembilan dekade silam, perempuan-perempuan Nusantara berkumpul dalam Kongres Perempuan 1928, menuntut hak politik, kebebasan, pendidikan, dan pengakuan sosial yang setara. Namun, patriarki dengan cerdik merampas tanggal itu, membungkusnya […]

  • Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Di momentum Hari Tani Nasional, Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyoroti persoalan investasi perkebunan dan pertambangan di Gorontalo yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat petani. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa petani harus bangga menjadi tulang punggung bangsa. “Saya melihat petani di Gorontalo masih menghadapi […]

  • Jalan Poros Moncongloe–BTP Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara

    Jalan Poros Moncongloe–BTP Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 213
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Kondisi Jalan Poros Moncongloe–BTP mengalami kerusakan parah dan memicu keluhan warga. Kerusakan tersebut berada tepat di sekitar Kantor Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, atau persis di depan SPBU 7490517. Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan utama dipenuhi lubang-lubang dalam yang menganga lebar. Saat hujan deras mengguyur, lubang tersebut tertutup genangan air […]

  • Ust. Rionadi Doe Jelaskan Kewajiban Qadha Ibadah dalam Kajian Kitab Minhajul Abidin Play Button

    Ust. Rionadi Doe Jelaskan Kewajiban Qadha Ibadah dalam Kajian Kitab Minhajul Abidin

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Ust. Rionadi Doe menjelaskan kewajiban mengganti (qadha) ibadah yang pernah ditinggalkan dalam pengajian Kitab Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali yang digelar di Masjid Nurul Haq, Jalan Gelatik, Kelurahan Heledulaa, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, pada Selasa malam seusai shalat Isya. Kajian ini juga ditayangkan langsung melalui kanal YouTube Nutizen Televisi. Dalam penyampaiannya, Ust. Rionadi menegaskan […]

  • Ini Harapan Ketua SEMA-HABAR Kepada Bupati Terpilih Yang Baru Dilantik

    Ini Harapan Ketua SEMA-HABAR Kepada Bupati Terpilih Yang Baru Dilantik

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Ketua SEMA-HABAR (Sentral Mahasiswa Halmahera Barat), Riwan Basir menyampaikan harapannya kepada Bupati Halmahera Barat, James Uang yang baru terpilih dan baru saja dilantik beberapa hari lalu agar lebih memperhatikan berbagai aspek pembangunan di kabupaten Hal-bar. Ketua Sentral Mahasiswa menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur, terutama jalan, sekolah, rumah sakit, transportasi umum, serta pengelolaan pasar yang lebih baik. […]

  • Baleg DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Beri Kepastian Hukum dan Perlindungan Ruang Hidup

    Baleg DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Beri Kepastian Hukum dan Perlindungan Ruang Hidup

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Valdi Pontoh
    • visibility 145
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Daniel Johan, menegaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat harus mampu memberikan jaminan ruang hidup, perlindungan hukum, serta memperkuat hak ekonomi masyarakat adat di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Daniel saat mengikuti pendalaman materi dalam Kunjungan Kerja Baleg DPR RI di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, […]

expand_less