Mahasiswa PGMI UNUSIA Sukses Laksanakan Kegiatan GEMA APUPPT
- account_circle Rivaldi Bulilingo
- calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
- visibility 27
- print Cetak

Mahasiswa PGMI UNUSIA , Foto : Istimewah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) sukses melaksanakan kegiatan Gerakan Muda Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (GEMA APUPPT). Acara ini terselenggara berkat kolaborasi UNUSIA dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), PT Pegadaian Area Bogor, dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, kamis(6/11/2025) di Kampus B UNUSIA Parung.
Kegiatan ini mengangkat tema “Sadar dan Tolak Kejahatan Pencucian Uang, Demi Indonesia Bersih” ini dihadiri lebih dari 300 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan praktisi keuangan. GEMA APUPPT menjadi ajang edukasi publik untuk memperkuat literasi finansial, membangun kesadaran hukum, serta mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga integritas keuangan nasional.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Rafi Febrianto, Marketing Bisnis Kelembagaan Area Bogor PT Pegadaian, membuka sesi dengan paparan “Masa Depan Emas” — tentang pentingnya investasi legal dan aman melalui tabungan emas serta layanan digital Pegadaian yang diawasi OJK. Ia juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap investasi bodong yang kerap menjerat kaum muda dengan janji keuntungan cepat.
Dari PPATK, hadir Supriadi, Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT, dan Sri Bagus Arosyid, Direktur Pengawasan Kepatuhan Penyedia Barang dan Jasa, dan Profesi Lainnya, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga negara dan perguruan tinggi untuk membangun sistem keuangan yang bersih. Mereka mengungkap bahwa pada tahun 2024, nilai transaksi mencurigakan terkait judi daring mencapai Rp359,81 triliun, sebuah sinyal bahaya yang harus diwaspadai generasi muda.
Sementara itu, dr. Syahrizal Syarif, MPH., Ph.D., selaku Plt. Rektor UNUSIA, menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai integritas keuangan. “Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, bukan korban dari sistem keuangan yang disalahgunakan,” ujarnya.
Menambahkan semangat dari mahasiswa, Samsul Nurhidayat, Koordinator Panitia Mahasiswa, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan bukti nyata kolaborasi lintas generasi. “Kami, mahasiswa PGMI UNUSIA, merasa bangga bisa menjadi bagian dari gerakan nasional ini. Edukasi anti pencucian uang bukan hanya tugas negara, tetapi juga panggilan moral anak muda untuk menjaga masa depan bangsa. Hadir lebih dari 300 mahasiswa dari setiap perwakilan fakultas UNUSIA,” tegasnya.
Penanggung jawab kegiatan, Fatkhu Yasik, M.Pd, Wakil Rektor I UNUSIA, menyampaikan apresiasi kepada PPATK dan mitra lembaga yang telah mempercayakan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran publik.
Melalui kegiatan GEMA APUPPT, UNUSIA membuktikan komitmennya untuk menyiapkan generasi muda yang melek finansial, berintegritas, dan mampu menjadi pelopor gerakan nasional melawan kejahatan pencucian uang di era digital.
- Penulis: Rivaldi Bulilingo

Saat ini belum ada komentar